Risfa Tri Ulfa
Sekolah Tinggi Agama Islam Jarinabi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Offline–Digital Preparedness Strategy for Improving the Quality of Islamic Religious Education (PAI) Learning in Madrasahs Aulia Safitri; Risfa Tri Ulfa
TA'DIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2025): TADIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/jt.v3i2.121

Abstract

This study aims to analyze the Offline–Digital Preparedness strategy in improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning in madrasahs with limited infrastructure. A qualitative case study was conducted at MTs Jauhratul Islamiyah, involving the madrasah principal, PAI teachers, and a digital media management team as informants. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings suggest that the integration of digital media through structured stages of planning (content curation), implementation (interactive multimedia), and evaluation (gamification) supports students’ engagement, focus, and understanding. The study indicates that the effectiveness of learning is shaped more by teachers’ adaptive pedagogical strategies than by the availability of technology. This study contributes by proposing the Offline–Digital Preparedness strategy as an adaptive pedagogical framework that integrates digital media with offline learning readiness in resource-constrained contexts. However, as this study is limited to a single case and relies on qualitative data, the findings are context-specific and do not provide measurable evidence of learning outcomes. Future research is recommended to expand the context and employ mixed-method approaches to further examine the effectiveness of this strategy.
Optimalisasi Manajemen Sarana dan Prasarana Berbasis Digital dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Marlinda Marlinda; Risfa Tri Ulfa
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.10433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen sarana dan prasarana berbasis digital dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini penting karena masih banyak madrasah yang menggunakan sistem manual, sehingga menimbulkan ketidakefisienan, ketidakakuratan data, dan rendahnya pemanfaatan fasilitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MI Al-Hidayah Rantau Rasau dengan melibatkan 10 informan yang terdiri dari kepala madrasah, guru, dan pengelola sarana prasarana. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem digital sederhana berbasis spreadsheet, kode QR, dan monitoring terintegrasi mampu meningkatkan akurasi data, efisiensi pengelolaan, serta aksesibilitas sarana pembelajaran. Implikasi dari optimalisasi tersebut terlihat pada peningkatan waktu belajar efektif, intensitas penggunaan media pembelajaran, serta responsivitas dalam pemeliharaan fasilitas.
Strategi Digitalisasi Manajemen Sarana dan Prasarana Berbasis Nilai Amanah di Madrasah Diniyah Ripolina Ripolina; Risfa Tri Ulfa
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.10434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digitalisasi pengelolaan sarana dan prasarana berbasis nilai amanah pada madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal. Penelitian ini penting karena masih banyak lembaga yang menggunakan sistem manual yang menyebabkan inefisiensi, ketidakakuratan data, serta lemahnya akuntabilitas pengelolaan aset. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan enam informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi melalui penggunaan teknologi sederhana seperti spreadsheet, QR Code, dan media komunikasi digital mampu meningkatkan efisiensi, akurasi data, serta kecepatan respon dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Selain itu, integrasi nilai amanah memperkuat transparansi, tanggung jawab, dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset. Penelitian ini menghasilkan model konseptual pengelolaan digital berbasis nilai yang mengintegrasikan aspek teknologi dan etika, sehingga dapat menjadi solusi praktis dan adaptif bagi lembaga pendidikan Islam nonformal dengan keterbatasan sumber daya.
The Effectiveness of School Principals in Managing School Operational Assistance (BOS) Funds Siti Nurjannah; Risfa Tri Ulfa; Ngantori; Afriana Santosa
Journal of Educational Management Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v4i1.1566

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of school principals’ work in managing the School Operational Assistance (BOS) funds. A qualitative descriptive approach was employed. The participants included school principals, BOS treasurers, and BOS management teams. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, with data validity ensured through source and technique triangulation. The results indicate that principals’ effectiveness in managing BOS funds is reflected in their managerial functions, including planning, budgeting, and financial supervision. Principals actively ensure timely fund management, despite facing administrative and technical challenges. Budget planning is conducted based on real school needs and prioritized collaboratively with the BOS management team. Program development and budget allocation follow systematic procedures aligned with technical guidelines, and financial calculations are carried out rationally within the permissible limits. The study concludes that principals’ managerial competence—coordinating planning, setting priorities, managing time, and allocating funds accountably—determines the effectiveness of BOS fund management. The findings imply that strengthening principals’ managerial capacity is essential for enhancing the efficiency and accountability of school fund management.
Local Wisdom–Based Educational Management: Integrating Cultural Values into School Governance Rizky Al Fajri; Risfa Tri Ulfa; M. Syukron Maksum; Salis Masruhi
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i1.1592

Abstract

This study aims to analyze a local wisdom–based educational management model at SDN 96/X Rantau Indah and its effectiveness in enhancing student engagement, motivation, and knowledge construction. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and analyzed using interactive techniques involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the integration of local cultural values is implemented through three main pillars: curricular integration, co-curricular activities, and school culture, which collectively foster meaningful and contextually relevant learning practices. Local wisdom serves as cognitive scaffolding, enabling students to actively construct knowledge by connecting academic concepts with cultural experiences. Teachers’ roles transform into facilitators and cultural mediators linking the national curriculum with local values, while collaborative social interactions reinforce knowledge construction. The model is effective in improving students’ motivation and academic understanding. However, challenges include uneven teacher competencies, limited time to align national and local curricula, and sustainability of community involvement. Strengthening educational management, teacher professional development, and formal partnerships between schools and local communities are essential to sustain local wisdom integration.
Strategi Tata Kelola Fasilitas Pendidikan untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran: Studi Kasus di SD Negeri 58/X Teluk Majelis Yusron Tomat; Risfa Tri Ulfa
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1092

Abstract

Efektivitas pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga oleh strategi tata kelola yang diterapkan sekolah dalam mengelolanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi tata kelola fasilitas pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di SD Negeri 58/X Teluk Majelis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola fasilitas pendidikan dilaksanakan secara terpadu melalui perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan berdasarkan kebutuhan sekolah serta skala prioritas. Strategi tersebut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memudahkan guru melaksanakan pembelajaran, dan meningkatkan partisipasi peserta didik. Meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran dan infrastruktur digital, kepemimpinan kolaboratif serta pengelolaan fasilitas yang berkelanjutan memungkinkan sekolah mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung efektivitas pembelajaran.