Zahraini
Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Sains Berbasis Flip-Book untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa Wirdiana; Siti Mayang Sari; Zahraini
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7846

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran sains berbasis Flip-Book yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar. Pengembangan ini menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Flip-book ini diproduksi dengan mengintegrasikan elemen multimedia seperti gambar, animasi, video tersemat, dan kuis interaktif untuk mendukung penguasaan konsep dan keterlibatan siswa. Data diperoleh melalui lembar validasi ahli, kuesioner kepraktisan guru dan siswa, observasi, dan penilaian pra-tes/pasca-tes. Hasil menunjukkan bahwa produk ini memenuhi standar kualitas tinggi. Validasi ahli menghasilkan skor keseluruhan 92% (sangat valid), menunjukkan akurasi konten yang kuat, kesesuaian desain, dan kejelasan presentasi. Tes kepraktisan menunjukkan respons positif, dengan penilaian siswa dan guru memperoleh rata-rata 89% (sangat praktis), mencerminkan kemudahan penggunaan, daya tarik, dan efektivitas dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Analisis efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar, dengan nilai rata-rata siswa meningkat dari 61,4 (pra-uji) menjadi 82,7 (pasca-uji), dan nilai N-Gain sebesar 0,58, yang menunjukkan peningkatan sedang hingga tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa materi pengajaran sains berbasis flip-book yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran sains di sekolah dasar. Sumber daya digital ini mendukung pemahaman konseptual yang lebih baik, meningkatkan motivasi siswa, dan berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik. Produk flip-book ini direkomendasikan sebagai media alternatif inovatif untuk pembelajaran sains berbasis teknologi di sekolah.
Pengembangan Media Bermain Berbasis Culture Fusion untuk Meningkatkan Aktivitas Kokurikuler Siswa TK Negeri Pembina Jagong Jeget Takengon Hasnawati; Zahraini; Siti Mayang Sari
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i3.8234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media bermain berbasis fusi budaya dalam meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler anak usia dini di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Jagong Jeget Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian dan pengembangan (R&D) melalui model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelompok B. Media yang dikembangkan berupa permainan tradisional, khususnya congklak berbasis budaya lokal, yang diintegrasikan dengan nilai-nilai ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner tanggapan guru dan siswa, validasi ahli, serta tes pretest dan posttest. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media tersebut termasuk dalam kategori sangat valid. Tes kepraktisan menunjukkan respons yang sangat positif dari guru dan siswa. Hasil tes efektivitas menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke posttest dan skor N-gain dalam kategori sedang hingga tinggi. Temuan ini membuktikan bahwa media bermain berbasis fusi budaya layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak usia dini, kemampuan kognitif, dan interaksi sosial, sekaligus memperkuat pengenalan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran.