Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media bermain berbasis fusi budaya dalam meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler anak usia dini di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Jagong Jeget Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian dan pengembangan (R&D) melalui model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelompok B. Media yang dikembangkan berupa permainan tradisional, khususnya congklak berbasis budaya lokal, yang diintegrasikan dengan nilai-nilai ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner tanggapan guru dan siswa, validasi ahli, serta tes pretest dan posttest. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media tersebut termasuk dalam kategori sangat valid. Tes kepraktisan menunjukkan respons yang sangat positif dari guru dan siswa. Hasil tes efektivitas menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke posttest dan skor N-gain dalam kategori sedang hingga tinggi. Temuan ini membuktikan bahwa media bermain berbasis fusi budaya layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak usia dini, kemampuan kognitif, dan interaksi sosial, sekaligus memperkuat pengenalan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026