Achmad Irvan Dwi Putra
Universitas Prima Indonesia, Sumatera Utara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Psychological Well-Being dan Loneliness terhadap Quarter-Life Crisis pada Mahasiswa Dewasa Awal Program Studi Psikologi Universitas Prima Indonesia Winida Marpaung; Inggrid Enjelina Sinaga; Emya Ramahta Tarigan; Markus Habinsaran Silitonga; Fahra Salsabila; Achmad Irvan Dwi Putra
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i3.8146

Abstract

Masa dewasa awal merupakan periode yang penuh tantangan, terutama dalam hal penentuan arah hidup, karier, hubungan interpersonal, dan pencapaian tujuan jangka panjang. Banyak individu pada fase ini mengalami kebingungan, ketidakpastian, dan tekanan emosional yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis serta kemampuan mereka dalam mengambil keputusan penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Psychological Well-Being dan Loneliness terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari 198 mahasiswa yang dipilih melalui metode purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Likert yang mencakup skala QLC, Psychological Well-Being, dan Loneliness. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS Statistics 21 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis utama didukung, yakni terdapat hubungan yang signifikan antara psychological well-being dan loneliness terhadap QLC (F =103.221; p = 0.000; p < 0.05). Uji hipotesis minor menunjukkan bahwa Psychological Well-Being memiliki hubungan negatif signifikan dengan QLC (β = -0.483; p = 0.000), sedangkan Loneliness menunjukkan hubungan positif signifikan dengan QLC (β = 0.301; p = 0.000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,509 mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 50,9% terhadap QLC, sementara sisanya (49,1%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini.