Masa dewasa awal merupakan periode yang penuh tantangan, terutama dalam hal penentuan arah hidup, karier, hubungan interpersonal, dan pencapaian tujuan jangka panjang. Banyak individu pada fase ini mengalami kebingungan, ketidakpastian, dan tekanan emosional yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis serta kemampuan mereka dalam mengambil keputusan penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Psychological Well-Being dan Loneliness terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari 198 mahasiswa yang dipilih melalui metode purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Likert yang mencakup skala QLC, Psychological Well-Being, dan Loneliness. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS Statistics 21 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis utama didukung, yakni terdapat hubungan yang signifikan antara psychological well-being dan loneliness terhadap QLC (F =103.221; p = 0.000; p < 0.05). Uji hipotesis minor menunjukkan bahwa Psychological Well-Being memiliki hubungan negatif signifikan dengan QLC (β = -0.483; p = 0.000), sedangkan Loneliness menunjukkan hubungan positif signifikan dengan QLC (β = 0.301; p = 0.000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,509 mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 50,9% terhadap QLC, sementara sisanya (49,1%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini.
Copyrights © 2026