Damatia, Audia Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Angka Kematian Bayi di Provinsi Sulawesi Selatan Menggunakan Regresi Komponen Utama Wijaya, Salwa Zahirah Putri; Salam, Sitti Sahriman; Sirajang, Nasrah; Damatia, Audia Putri; Hildayanti, Hildayanti
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian bayi (AKB), khususnya kematian neonatal, merupakan indikator fundamental dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi AKB di 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Variabel independen yang dikaji mencakup dimensi layanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi, pendidikan perempuan, sanitasi, air bersih, dan indikator demografis. Data dianalisis menggunakan metode Regresi Komponen Utama (Principal Component Regression/PCR) untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel dengan mempertimbangkan adanya potensi korelasi antar variabel independen, sehingga dihasilkan model yang stabil. Melalui analisis komponen utama, lima komponen berhasil dibentuk yang merepresentasikan 84,21% dari total variasi data. Komponen pertama (PC1) mencerminkan dimensi kapasitas pembangunan manusia, PC2 kerentanan sosial, PC3 akses layanan dasar, PC4 sanitasi dan lingkungan, serta PC5 pola fertilitas dan mortalitas. Model PCR menghasilkan R² sebesar 69,91% dan terbukti stabil serta bebas dari multikolinearitas. Validasi dengan Leave-One-Out Cross-Validation (LOOCV) menghasilkan RMSE sebesar 2,394 yang mengindikasikan performa prediksi yang memadai pada data baru. Berdasarkan koefisien beta terstandarisasi, faktor penurun AKB yang paling dominan secara berurutan adalah rata-rata anak lahir hidup, angka harapan hidup, akses sanitasi, rata-rata lama sekolah, dan cakupan imunisasi.