Indah Rahma Anggita
Universitas Terbuka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Proses Pembelajaran Pendidikan Inklusi pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) “Tunagrahita” di SDN 4 Srikandi Indah Rahma Anggita; Andit Triono
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/caf7nv91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran Inklusi pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) “Tunagrahita” dan mengetahui faktor penghambat dan pendukung proses pembelajaran Inklusi di SD N 4 Sirkandi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian adalah siswa ABK kelas IV, wali kelas dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kriteria keabsahan data dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi empat kriteria yaitu: keterpercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan tahapan seperti: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Proses pembelajaran inklusi untuk anak berkebutuhan khusus (tunagrahita) pada mata pelajaran matematika, ips, dan bahasa Indonesia di kelas IV SD N 4 Sirkandi tidak berjalan dengan baik dan sesuai tujuan pendidikan inklusi. Hal ini disebabkan faktor guru yang menerapkan pembelajaran dalam kelas menyetarakan kemampuan siswa antara anak reguler dan ABK. Pendekatan yang membantu proses pembelajaran inklusi dapat berjalan berkelanjutan adalah adanya pendampingan mandiri oleh guru kelas pada ABK. Adapun Evaluasi yang digunakan adalah tes secara tertulis dan lisan yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Faktor yang mendukung dan menghambat adalah lingkungan sarana prasarana di sekolah, faktor tidak adanya guru pendamping, dan faktor siswa itu sendiri.