p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sains Biomedis
faradita dhiyan putri
universitas muhammadiyah metro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Farmakologi Obat Antituberkulosis dalam Pendekatan Terapi Jangka Panjang faradita dhiyan putri
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 02 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i02.10596

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama di negara berkembang. Terapi TB jangka panjang membutuhkan pendekatan farmakologis yang tepat, mengingat sifat unik Mycobacterium tuberculosis yang mampu bertahan dalam keadaan dorman dan kebal terhadap monoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik farmakologi dari delapan obat antituberkulosis yang umum digunakan, yaitu isoniazid, rifampisin, pirazinamid, etambutol, levofloxacin, moxifloxacin, linezolid, dan bedaquiline. Studi dilakukan melalui kajian literatur deskriptif kualitatif dengan menelaah parameter farmakokinetik, farmakodinamik, efek samping, dan efektivitas terapi jangka panjang. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemilihan regimen harus mempertimbangkan paruh waktu, rute eliminasi, target organ, dan risiko toksisitas sistemik. Terapi individual yang disesuaikan dengan kondisi pasien dan profil obat sangat penting untuk memastikan keberhasilan pengobatan dan mencegah resistensi. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan rasional berbasis farmakologi sangat diperlukan dalam terapi TB jangka panjang.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Bit, Cabai, dan Buah Naga Menggunakan Metode DPPH faradita dhiyan putri; Nadya Syarifatul Fajriyah; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Suharno zen
Jurnal Sains Biomedis Vol. 2 No. 01 (2026): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v2i01.11551

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang memiliki elektron tidak berpasangan sehingga dapat merusak sel dengan cara mengambil elektron dari molekul lain. Radikal bebas dapat berasal dari faktor eksternal seperti sinar matahari, polusi, asap rokok, serta bahan kimia, maupun terbentuk secara alami dalam tubuh melalui proses metabolisme. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Buah bit (Beta vulgaris), cabai (Capsicum annuum L.), dan buah naga (Hylocereus polyrhizus) merupakan bahan pangan nabati yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, vitamin C, dan pigmen alami (betalain dan antosianin) yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dari ketiga ekstrak tersebut menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Metode ini didasarkan pada penurunan absorbansi larutan DPPH berwarna ungu akibat reaksi dengan senyawa antioksidan yang mendonorkan atom hidrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ketiga sampel berbeda-beda. Cabai memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai inhibisi maksimum sebesar 90,36% pada konsentrasi 60 ppm. Buah bit menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai maksimum sekitar 55,41% pada konsentrasi 80 ppm. Sementara itu, buah naga memiliki aktivitas antioksidan terendah dengan nilai inhibisi maksimum sekitar 30%. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan senyawa bioaktif dalam masing-masing sampel. Berdasarkan hasil tersebut, urutan kekuatan aktivitas antioksidan adalah cabai, buah bit, dan buah naga. Meskipun demikian, ketiganya tetap berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan.