Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Potensi Repellent Ekstrak Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon Linn.) terhadap Nyamuk Aedes sp. Suharno Zen; Nadya Syarifatul Fajriyah; Ilham Fathurrahman; Miftahuz Zakiyah
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i1.8849

Abstract

Jeruk lemon (Citrus limon Linn.) merupakan tanaman dengan jenis kulit yang memiliki kandungan senyawa fitokimia yaitu flavonoid, terpenoid, tanin dan limonen yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida nabati. Kandungan senyawa kimia tersebut memiliki kemampuan untuk mortalitas nyamuk, dan berperan sebagai racun pernapasan serta racun perut bagi nyamuk tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak kulit jeruk lemon (Citrus limon Linn.) terhadap mortalitas nyamuk Aedes sp., serta mengetahui potensinya sebagai repellent. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan dengan menggunakan 3 perlakuan variasi dosis ekstrak kulit jeruk lemon (Citrus limon Linn.) yaitu 25%, 27,5%, dan 30% serta kontrol (+) dan (-). Pengumpulan data dilakukan dengan melihat dan mencatat mortalitas/kematian dari nyamuk Aedes sp. setelah diberikan perlakuan dan mengamati nyamuk yang hinggap pada tubuh mencit dan menghitung jumlah nyamuk yang hinggap menggunakan rumus Daya Proteksi. Data diuji statistik menggunakan Anava Satu Jalur dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian diperoleh nilai Fhitung˃Ftabel yaitu 0,484 pada taraf α=0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari masing-masing perlakuan. Dosis terbaik yang efektif yaitu dosis 30% dengan jumlah nyamuk mati sebanyak 50 ekor. Daya proteksi tertinggi pada konsentrasi 30% sebesar 97,3%, sedangkan daya proteksi terendah pada konsentrasi 25% sebesar 77,1%.
Potensi Air Liur Nyamuk sebagai Biomarker Diagnosis Infeksi Dengue Suharno Zen; Nadya Syarifatul Fajriyah; Ilham Fathurrahman; Miftahuz Zakiyah
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i1.8941

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Early diagnosis is essential to reduce the severity and mortality rate of this infection. Recent studies have shown that mosquito saliva contains specific biomarkers that can be used to detect dengue infection non-invasively. This study uses a systematic literature review method, namely tracing and analyzing various scientific publications relevant to the topic of non-invasive diagnostics for dengue. The results of the study can be concluded that: that mosquito saliva has great potential as a source of biomarkers for non-invasive dengue diagnosis. This method can be a more effective and easily accessible solution, especially in dengue endemic areas. However, to increase its effectiveness, further research is needed in the aspects of developing biomarker-based diagnostic kits, validation in various epidemiological environments, integration of this method in the global health system and regulation of policy makers
Perbandingan Uji Sederhana Kadar Vitamin C pada Berbagai Bahan Pangan Elva Zhilianti; Nadya Syarifatul Fajriyah; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Suharno Zen
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 02 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i02.10620

Abstract

Vitamin C atau asam askorbat merupakan zat gizi esensial yang berperan pening dalam menjaga daya tahan tubuh, membantu pembentukan kolagen, mempercepat penyembuhan luka, dan melindungi tubuh dari radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan vitamin C secara kualitatif pada beberapa bahan pangan alami seperti sari jeruk, tomat, mangga, serta minuman olahan seperti You C 1000dan Buavita jambu. Uji dilakukan menggunakan metode sederhana dengan indikator betadine (povidon iodine) sebagai oksidator. Semakin cepat larutan betadine memudar setelah dicampurkan dengan sampel, menunjukkan semakin tinggi kadar vitamin C yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C tertinggi terdapat pada sampel mangga dengan nilai 3.000%, diikuti You C 1000 dan tomat masing-masing 1.000%, sari jeruk 1.167%, dan Buavita jambu 875%. Perbedaan hasil ini dapat disebabkan oleh faktor jenis bahan, tingkat kematangan buah, serta keberadaan vitamin C tambahan pada produk olahan. Uji kualitatif sederhana ini membuktikan bahwa keberadaan vitamin C dapat dengan mudah dideteksi menggunakan reaksi reduksi-oksidasi, dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar edukasi mengenai pentingnya asupan vitamin C alami dari buah segar.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami (Serai dan Kemangi) di SMA MUAD Kota Metro Nadya Syarifatul Fajriyah; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Suharno Zen
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4768

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami (Serai dan Kemangi) di SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Metro” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk melalui pemanfaatan bahan alami lokal. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih tingginya kasus penyakit tular vektor seperti demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia, serta tingginya penggunaan bahan kimia sintetis dalam produk anti nyamuk yang berpotensi menimbulkan efek samping terhadap kesehatan dan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi mengenai penyakit akibat gigitan nyamuk dan bahaya penggunaan bahan kimia, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk alami berbahan dasar serai (Cymbopogon citratus) dan kemangi (Ocimum basilicum). Evaluasi kegiatan dilakukan melalui post-test, observasi aktivitas peserta, serta penyebaran kuesioner kepuasan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 78% berdasarkan hasil post-test. Seluruh peserta mampu membuat produk spray alami dengan aroma yang khas, larutan stabil, dan kemasan menarik. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan serta menumbuhkan semangat inovasi dan kewirausahaan berbasis sains. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam  peningkatan literasi sains, kesadaran kesehatan lingkungan, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam penerapan ilmu biomedis terapan.
Phytochemical Compounds of Tropical Plants from Lampung as Antibacterial Agents against Escherichia coli and Staphylococcus aureus: A Literature Review Nadya Syarifatul Fajriyah; Cindy Moyna Clara L.A.
Journal of Biological Science and Education Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jbse.v7i2.2617

Abstract

The growing crisis of antimicrobial resistance has intensified the search for new antibacterial agents, and the diverse tropical flora of Lampung offers a promising natural reservoir of bioactive compounds. This review synthesizes current evidence on plant and algal phytochemicals from Lampung that have been evaluated against two clinically important pathogens, Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Following the PRISMA 2020 guidelines, a systematic search conducted on 31 July 2025 using Harzing’s Publish or Perish and databases such as Google Scholar and PubMed identified 200 records. After screening and eligibility assessment, 20 studies published between 2015 and 2025 were included in the analysis. Most investigations employed disc diffusion and minimum inhibitory concentration assays and consistently reported antibacterial activity, with stronger effects generally observed against S. aureus. The predominant classes of active compounds included flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and essential oils. Several species, such as Anredera cordifolia, Mangifera indica peels, Citrus aurantifolia, Syzygium polyanthum, and Cymbopogon nardus, emerged as notable candidates. The findings highlight opportunities for the development of phytopharmaceuticals and natural food preservatives, while key research gaps relate to the limited availability of in vivo data, lack of standardized extraction protocols, and insufficient exploration of molecular mechanisms. Overall, this review underscores the strategic value of Lampung’s biodiversity as a source of potential antibacterial agents effective against E. coli and S. aureus.Keywords: Phytochemicals, Antibacterial activity, Escherichia coli, StaphylococcusAureus, Lampung