Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan pembelajaran berbasis humanistik dalam meningkatkan spiritualitas santri di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari isu global tentang krisis spiritualitas akibat dominasi materialisme dan pendekatan pendidikan modern yang cenderung menekankan aspek kognitif semata. Dalam konteks Indonesia, upaya penguatan karakter dan spiritualitas melalui pendidikan formal sering kali tidak berjalan secara internal dan berkelanjutan. Pesantren, dengan pendekatan pendidikan yang holistik, muncul sebagai alternatif penting dalam menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap elemen-elemen pendidikan di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren ini telah menerapkan pendekatan humanistik secara konsisten, ditandai dengan relasi pendidik-santri yang dialogis, penguatan nilai-nilai spiritual melalui keteladanan, serta pembelajaran yang memberi ruang bagi pengembangan potensi santri secara menyeluruh—baik kognitif, afektif, maupun spiritual. Temuan ini memperkuat relevansi teori humanistik dari Abraham Maslow dan Carl Rogers, bahwa aktualisasi diri dan pembelajaran bermakna hanya dapat tercapai dalam lingkungan yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa pesantren dapat berperan strategis dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional dan mengintegrasikannya dalam pendekatan pendidikan yang adaptif dan transformatif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan Islam berbasis humanistik dan menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan pendidikan berbasis nilai di lingkungan pesantren maupun lembaga pendidikan Islam lainnya.