Sutisna
Universitas Muhammadiyah Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komponen Makna an-Nur dan adh-Dhiya’ sebagai Metafora Cahaya Ilahi dalam Al-Qur’an Meki Polanda; Sutisna; Indra Lesmana; Rizki
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep cahaya merupakan salah satu simbol penting dalam Al-Qur’an yang diekspresikan melalui berbagai istilah dengan muatan makna yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan komponen makna kata an-nur dan adh-dhiya’ dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung leksem an-nur dan adh-dhiya’, sedangkan data sekunder meliputi kamus Arab klasik dan modern, kitab tafsir, serta literatur semantik Al-Qur’an yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semantik, khususnya analisis komponen makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa an-nur dan adh-dhiya’ tidak berada dalam relasi sinonimitas, melainkan merepresentasikan dua konstruksi makna cahaya yang berbeda secara sistematis dalam medan semantik Al-Qur’an. An-nur berfungsi sebagai metafora epistemologis dan spiritual yang berkaitan dengan petunjuk, iman, dan kesadaran batin, sedangkan adh-dhiya’ merepresentasikan cahaya yang bersifat fisik, energetik, dan kosmologis. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep cahaya Ilahi dalam Al-Qur’an dibangun melalui sistem bahasa yang terstruktur dan presisi, sehingga pendekatan semantik memberikan kontribusi penting dalam memperdalam pemahaman metafora Qur’ani.