Suardi
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Merancang Dan Menganalisis Pelajaran Berbasis Tahap Perkembangan Kognitif Piaget Pada Kelas Sosilogi A. Ratnawati; Suardi
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design and analyze sociology learning based on Jean Piaget’s cognitive development stages. The research employed a qualitative approach with a descriptive qualitative design. The research subjects consisted of a sociology teacher and students from one class at the Madrasah Tsanawiyah level. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation studies. The results indicate that sociology learning designed according to students’ cognitive development stages enhances student engagement, facilitates understanding of abstract sociological concepts, and promotes the development of critical and analytical thinking skills. Learning activities such as group discussions, case studies, and social simulations were found to effectively support students’ processes of assimilation and accommodation. Therefore, the implementation of Piaget’s cognitive development theory in sociology learning is relevant and effective in improving the quality of classroom learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis pembelajaran sosiologi yang berbasis pada tahap perkembangan kognitif Jean Piaget. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru sosiologi dan siswa satu kelas pada jenjang Madrasah Tsanawiyah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sosiologi yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, mempermudah pemahaman konsep-konsep abstrak, serta mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis dan analitis. Pembelajaran berbasis diskusi, studi kasus, dan simulasi sosial terbukti efektif dalam mendukung proses asimilasi dan akomodasi siswa. Dengan demikian, penerapan teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran sosiologi relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.
Peran Pendidikan sebagai Agen Integritas Sosial dan Pembentuk Solidaritas Peserta Didik di SMA Negeri 1 Takalar Syamsul Salam; Suardi
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the role of education as an agent of social integrity and a builder of students’ solidarity at SMA Negeri 1 Takalar. This research employed a descriptive qualitative. The findings indicate that education plays a significant role in fostering students’ social integrity and solidarity through classroom learning, school culture, and extracurricular activities. Teachers serve as key role models in instilling values such as honesty, discipline, responsibility, and social awareness. A supportive school culture, along with routine and social activities, strengthens students’ sense of togetherness and cooperation. However, several inhibiting factors were identified, including the influence of social media, external peer environments, and limited family involvement. This study concludes that the effectiveness of education as an agent of social integrity and solidarity requires strong collaboration among schools, teachers, and families. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan sebagai agen integritas sosial dan pembentuk solidaritas peserta didik di SMA Negeri 1 Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berperan signifikan dalam membentuk integritas sosial dan solidaritas peserta didik melalui pembelajaran di kelas, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Guru berperan sebagai teladan utama dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Budaya sekolah yang kondusif serta kegiatan pembiasaan dan sosial mampu memperkuat rasa kebersamaan dan kerja sama antarsiswa. Adapun faktor penghambat dalam pembentukan integritas sosial dan solidaritas meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan di luar sekolah, serta kurangnya keterlibatan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan sebagai agen integritas sosial dan pembentuk solidaritas memerlukan sinergi antara sekolah, guru, dan keluarga.