Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Merancang Dan Menganalisis Pelajaran Berbasis Tahap Perkembangan Kognitif Piaget Pada Kelas Sosilogi A. Ratnawati; Suardi
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design and analyze sociology learning based on Jean Piaget’s cognitive development stages. The research employed a qualitative approach with a descriptive qualitative design. The research subjects consisted of a sociology teacher and students from one class at the Madrasah Tsanawiyah level. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation studies. The results indicate that sociology learning designed according to students’ cognitive development stages enhances student engagement, facilitates understanding of abstract sociological concepts, and promotes the development of critical and analytical thinking skills. Learning activities such as group discussions, case studies, and social simulations were found to effectively support students’ processes of assimilation and accommodation. Therefore, the implementation of Piaget’s cognitive development theory in sociology learning is relevant and effective in improving the quality of classroom learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis pembelajaran sosiologi yang berbasis pada tahap perkembangan kognitif Jean Piaget. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru sosiologi dan siswa satu kelas pada jenjang Madrasah Tsanawiyah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sosiologi yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, mempermudah pemahaman konsep-konsep abstrak, serta mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis dan analitis. Pembelajaran berbasis diskusi, studi kasus, dan simulasi sosial terbukti efektif dalam mendukung proses asimilasi dan akomodasi siswa. Dengan demikian, penerapan teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran sosiologi relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.
Peran Pendidikan sebagai Agen Integritas Sosial dan Pembentuk Solidaritas Peserta Didik di SMA Negeri 1 Takalar Syamsul Salam; Suardi
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the role of education as an agent of social integrity and a builder of students’ solidarity at SMA Negeri 1 Takalar. This research employed a descriptive qualitative. The findings indicate that education plays a significant role in fostering students’ social integrity and solidarity through classroom learning, school culture, and extracurricular activities. Teachers serve as key role models in instilling values such as honesty, discipline, responsibility, and social awareness. A supportive school culture, along with routine and social activities, strengthens students’ sense of togetherness and cooperation. However, several inhibiting factors were identified, including the influence of social media, external peer environments, and limited family involvement. This study concludes that the effectiveness of education as an agent of social integrity and solidarity requires strong collaboration among schools, teachers, and families. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan sebagai agen integritas sosial dan pembentuk solidaritas peserta didik di SMA Negeri 1 Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berperan signifikan dalam membentuk integritas sosial dan solidaritas peserta didik melalui pembelajaran di kelas, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Guru berperan sebagai teladan utama dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Budaya sekolah yang kondusif serta kegiatan pembiasaan dan sosial mampu memperkuat rasa kebersamaan dan kerja sama antarsiswa. Adapun faktor penghambat dalam pembentukan integritas sosial dan solidaritas meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan di luar sekolah, serta kurangnya keterlibatan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan sebagai agen integritas sosial dan pembentuk solidaritas memerlukan sinergi antara sekolah, guru, dan keluarga.
LANSKAP BIBLIOMETRIK KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN DAN WACANA ILMIAH: EVOLUSI TEMATIK DAN PRODUKSI PENGETAHUAN Hastati; Suardi
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 22(1), 2026
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v22i1.52057

Abstract

Abstract. This study maps the bibliometric landscape of scholarly publications on gender inequality in education and scientific discourse, treating the corpus of indexed publications as the unit of analysis. Metadata were obtained from Scopus, Springer, and OpenAlex for the 2021–2026 period. Following deduplication, screening, and eligibility assessment, 619 articles were retained from 57,563 initial records. Thematic evolution analysis identifies “inequality” as the most persistent central theme (frequency = 162), followed by “psychology” (85) and “economics” (69). Themes explicitly related to gender inequality are positioned within the Basic Themes quadrant, indicating strong connections with the broader research field but comparatively lower internal thematic development. Co-occurrence analysis identifies four major clusters linking gender inequality with sociology and gender studies, psychology and education, economics and human capital, and governance and poverty. Author productivity displays a Lotka-type pattern dominated by single-document contributors (96.7%), while the United States, Pakistan, Indonesia, and China show the highest publication counts in the country-level analysis. These findings demonstrate the interdisciplinary character of gender inequality research and identify areas in which more focused empirical investigation is needed, particularly in educational settings.   Abstrak. Studi ini memetakan lanskap bibliometrik publikasi ilmiah mengenai ketidaksetaraan gender dalam pendidikan dan wacana ilmiah dengan menjadikan korpus publikasi terindeks sebagai unit analisis. Metadata diperoleh dari Scopus, Springer, dan OpenAlex untuk periode 2021–2026. Setelah melalui deduplikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan, sebanyak 619 artikel dipertahankan dari 57.563 rekod awal. Analisis evolusi tematik menunjukkan “inequality” sebagai tema sentral yang paling persisten (frekuensi = 162), diikuti “psychology” (85) dan “economics” (69). Tema-tema yang secara eksplisit berkaitan dengan ketidaksetaraan gender berada pada kuadran Basic Themes, yang menunjukkan keterhubungan kuat dengan bidang penelitian yang lebih luas tetapi tingkat perkembangan internal tema yang relatif lebih rendah. Analisis ko-okurensi mengidentifikasi empat kluster utama yang menghubungkan ketidaksetaraan gender dengan sosiologi dan studi gender, psikologi dan pendidikan, ekonomi dan modal manusia, serta tata kelola dan kemiskinan. Produktivitas penulis menunjukkan pola distribusi menyerupai Lotka yang didominasi kontributor dengan satu dokumen (96,7%), sedangkan Amerika Serikat, Pakistan, Indonesia, dan China menunjukkan jumlah publikasi tertinggi dalam analisis tingkat negara. Temuan ini memperlihatkan sifat interdisipliner penelitian ketidaksetaraan gender sekaligus menunjukkan bidang-bidang yang masih memerlukan penelitian empiris lebih terarah, khususnya dalam konteks pendidikan.