Syamsul Salam
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pendidikan sebagai Agen Integritas Sosial dan Pembentuk Solidaritas Peserta Didik di SMA Negeri 1 Takalar Syamsul Salam; Suardi
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the role of education as an agent of social integrity and a builder of students’ solidarity at SMA Negeri 1 Takalar. This research employed a descriptive qualitative. The findings indicate that education plays a significant role in fostering students’ social integrity and solidarity through classroom learning, school culture, and extracurricular activities. Teachers serve as key role models in instilling values such as honesty, discipline, responsibility, and social awareness. A supportive school culture, along with routine and social activities, strengthens students’ sense of togetherness and cooperation. However, several inhibiting factors were identified, including the influence of social media, external peer environments, and limited family involvement. This study concludes that the effectiveness of education as an agent of social integrity and solidarity requires strong collaboration among schools, teachers, and families. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan sebagai agen integritas sosial dan pembentuk solidaritas peserta didik di SMA Negeri 1 Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berperan signifikan dalam membentuk integritas sosial dan solidaritas peserta didik melalui pembelajaran di kelas, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Guru berperan sebagai teladan utama dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Budaya sekolah yang kondusif serta kegiatan pembiasaan dan sosial mampu memperkuat rasa kebersamaan dan kerja sama antarsiswa. Adapun faktor penghambat dalam pembentukan integritas sosial dan solidaritas meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan di luar sekolah, serta kurangnya keterlibatan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan sebagai agen integritas sosial dan pembentuk solidaritas memerlukan sinergi antara sekolah, guru, dan keluarga.