This study examines the rise of Islamic nationalism in the nineteenth century as a response to Western colonialism, political decline in the Islamic world, and social inequality experienced by Muslim societies. The study aims to analyze the historical background, driving factors, and the role of Islam and key figures in shaping national consciousness. A qualitative approach with a historical research method was employed through library research. Data were analyzed using qualitative descriptive techniques involving heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings indicate that Islamic nationalism emerged as a collective consciousness grounded in Islamic values and manifested through da‘wah movements, socio-political organizations, and modern Islamic education. Islamic nationalism demonstrates a dynamic and contextual character and contributed significantly to the formation of Indonesian nationalism in the early twentieth century.AbstrakPenelitian ini mengkaji bangkitnya nasionalisme Islam pada abad ke-19 sebagai respons terhadap kolonialisme Barat, kemunduran politik dunia Islam, serta ketimpangan sosial yang dialami umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang historis, faktor pendorong, serta peran Islam dan tokoh-tokoh pergerakan dalam membentuk kesadaran kebangsaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah melalui studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara kualitatif-deskriptif dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme Islam berkembang sebagai kesadaran kolektif berbasis nilai-nilai keislaman yang diwujudkan melalui gerakan dakwah, organisasi sosial-politik, dan pendidikan Islam modern. Nasionalisme Islam memiliki karakter dinamis dan kontekstual, serta berkontribusi signifikan terhadap pembentukan nasionalisme Indonesia pada awal abad ke-20.