Saiyed Mahmuddin Assaqqaf
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedudukan Orang Berilmu Perspektif Hadits Nabi Muhammad SAW Saiyed Mahmuddin Assaqqaf; Abbas Baco Miru; Rahmi Dewanti
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the position of knowledgeable people from the perspective of the hadiths of Prophet Muhammad SAW and its implications for Islamic education. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from the Prophet’s hadiths and relevant scholarly literature, which were analyzed through thematic content analysis. The findings reveal that the hadiths place knowledgeable individuals in a noble and strategic position as the heirs of the prophets, granting them a high status and a crucial role in shaping moral character and Islamic civilization. Knowledge is viewed as the fundamental basis for worship, righteous deeds, and education. This study emphasizes that honoring knowledgeable people is a vital foundation for the development of Islamic education oriented toward character building and the welfare of the Muslim community. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan orang berilmu dalam perspektif hadits Nabi Muhammad SAW serta implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari hadits-hadits Nabi dan literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits Nabi menempatkan orang berilmu pada kedudukan yang mulia sebagai pewaris para nabi, memiliki derajat yang tinggi, dan berperan penting dalam pembentukan akhlak serta peradaban umat. Ilmu dipandang sebagai dasar utama dalam beribadah, beramal, dan mendidik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemuliaan terhadap orang berilmu merupakan fondasi penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kemaslahatan umat.
Islam di Belanda: Awal Masuknya, Pengaruh Islam dan Perkembangannya Saiyed Mahmuddin Assaqqaf; Syamsudhuha Saleh; Bahaking Rama
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the initial entry of Islam into the Netherlands, its influence, and its development in the modern era. The research employs a qualitative approach using a library research method by analyzing relevant academic literature. The findings indicate that Islam entered the Netherlands through colonial encounters and migration processes, later developing through the establishment of religious and educational institutions. Despite challenges such as integration issues and Islamophobia, Islam in the Netherlands has demonstrated adaptability and contributed to multicultural society. This study highlights that Islam possesses the capacity to coexist and develop peacefully within non-Muslim societies through moderate and dialogical approaches. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji awal masuknya Islam di Belanda, pengaruh Islam, serta dinamika perkembangannya dalam konteks modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam masuk ke Belanda melalui jalur kolonialisme dan migrasi, kemudian berkembang melalui pembentukan institusi keagamaan dan pendidikan. Meskipun menghadapi tantangan integrasi dan Islamofobia, Islam di Belanda mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat multikultural. Penelitian ini menegaskan bahwa Islam memiliki kapasitas untuk berkembang secara damai di lingkungan non-Muslim melalui pendekatan moderat dan dialogis. Islam in the Netherlands, colonialism, migration, Islamic education, multicultural society