Laode Muhammad Alfateh Arifin
Uskudar University, Turkiye

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi Hadis Berdasarkan Jumlah Sanad: Mutawatir, Ahad, Masyhur, 'Aziz, Ghorib: Klasifikasi Hadis Berdasarkan Jumlah Sanad: Mutawatir, Ahad, Masyhur, 'Aziz, Ghorib Muhammad Azkia Fahmi; Laode Muhammad Alfateh Arifin; Rosyidatul Munawaroh
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/suar.v1i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas klasifikasi hadis dalam ilmu musthalah al-hadis berdasarkan jumlah sanad atau jalur periwayatannya. Fokus utama kajian adalah pada pembagian hadis menjadi dua kategori besar, yaitu hadis mutawatir dan hadis ahad, serta subdivisi dari hadis ahad yang meliputi hadis masyhur, 'aziz, dan gharib. Hadis mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh banyak perawi dalam setiap tingkatan sanad, sehingga mustahil terjadi kesepakatan untuk berdusta. Sebaliknya, hadis ahad adalah hadis yang jumlah perawinya tidak mencapai derajat mutawatir, yang kemudian diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan kuantitas dan kualitas perawinya. Kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya klasifikasi tersebut dalam menentukan derajat keotentikan dan kekuatan suatu hadis sebagai sumber hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap klasifikasi ini sangat esensial bagi para pelajar dan peneliti ilmu hadis dalam melakukan analisis terhadap validitas suatu riwayat.
Konstruksi Kepemimpinan Pendidikan Islam Berbasis Pemikiran Buya Hamka untuk Pengembangan Pendidikan Berkelanjutan di Era Modern Muhammad Azkia Fahmi; Nasiroh Nasiroh; Uryanah Uryanah; Laode Muhammad Alfateh Arifin
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan teknologi, globalisasi, dan kompleksitas persoalan pendidikan menuntut model kepemimpinan yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga memiliki landasan moral, spiritual, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Buya Hamka sebagai dasar pengembangan model kepemimpinan pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan pendidikan berkelanjutan di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Interpretive Synthesis (CIS) yang dipadukan dengan analisis hermeneutik-kontekstual dan conceptual model building. Data utama bersumber dari karya-karya Buya Hamka yang relevan dengan pendidikan, akhlak, ilmu, manusia, tanggung jawab, dan kehidupan sosial, serta didialogkan dengan literatur tentang kepemimpinan pendidikan Islam dan pendidikan berkelanjutan. Analisis dilakukan melalui pemetaan pengetahuan, interpretasi kontekstual, pengodean konseptual, sintesis komparatif dan kritis, serta konstruksi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Hamka dapat dikembangkan menjadi enam dimensi kepemimpinan pendidikan Islam, yaitu spiritual-intelektual, etis-keteladanan, kritis-inovatif, adaptif, akuntabel, dan sosial-kemaslahatan. Keenam dimensi tersebut membentuk hubungan antara nilai, kapabilitas kepemimpinan, transformasi ekosistem pendidikan, dan pendidikan berkelanjutan. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan pemikiran Buya Hamka dari kajian pendidikan dan karakter menjadi model konseptual kepemimpinan pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai Islam dengan kebutuhan adaptasi, inovasi, tata kelola, dan keberlanjutan pendidikan. Model ini menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan kepemimpinan sekolah, madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam yang berintegritas, adaptif, visioner, dan berorientasi pada kemaslahatan. Pengujian empiris diperlukan untuk memvalidasi konstruk dan penerapan model pada berbagai konteks lembaga pendidikan Islam.