Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Daya Tarik Desa Wisata Segajih dengan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Destinasi Putu Sudira; Eko Marpanaji; Priyanto Priyanto; Septiono Eko Bawono; Yoga Sahria; Wiji Nurastuti; Eka Nur Wahyu Setyorini; Iswardani Galihrukmi; Nur Wahyuni; Daffa Abiyyu; Zulfa Anwari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2379

Abstract

Desa Wisata Segajih memiliki potensi alam dan budaya yang kaya, namun pengelolaan destinasi yang belum optimal menyebabkan daya tariknya belum sepenuhnya tergali. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik Desa Wisata Segajih melalui pelatihan manajemen pengelolaan destinasi bagi para pengelola lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, di mana pelatihan dirancang untuk mengintegrasikan konsep sustainable tourism, strategi pemasaran, pengelolaan fasilitas, serta peningkatan kualitas pelayanan berbasis hospitality. Pelatihan melibatkan pengelola desa wisata, pelaku usaha lokal, dan perwakilan masyarakat. Materi disusun secara sistematis, meliputi perencanaan destinasi, teknik promosi digital, pengelolaan atraksi wisata, hingga strategi menjaga kelestarian lingkungan dan budaya. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur persepsi peserta terhadap relevansi, kelengkapan, dan kemanfaatan materi, serta kualitas penyampaian oleh pemateri.Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta memberikan penilaian sangat positif terhadap pelatihan, dengan rata-rata skor di atas 4,5 dari skala 5 untuk indikator relevansi materi, kompetensi pemateri, dan kebermanfaatan sesi diskusi. Peserta merasa materi mudah dipahami, dapat diaplikasikan langsung, dan membantu dalam memberikan pemahaman kepada pihak terkait. Permintaan tambahan materi menunjukkan adanya minat untuk memperdalam topik tertentu, seperti pengelolaan event wisata dan pemasaran internasional.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai-Nilai KeJogjaan dalam Pengelolaan Laboratorium Technical and Vocational Education and Training Eka Nur Wahyu Setyorini; Putu Sudira; Eko Marpanaji; Priyanto; Septiono Eko Bawono; Yoga Sahria; Iswardani Galihrukmi; Nur Wahyuni; Daffa Abiyyu; Zulfa Anwari; Wiji Nurastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4273

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. Abstrak ini membahas pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai-Nilai KeJogjaan yang diintegrasikan dalam pengelolaan Laboratorium Technical and Vocational Education and Training (TVET) sebagai wahana pembelajaran terapan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan identitas budaya lokal. Nilai-nilai KeJogjaan, seperti unggah-ungguh, gotong royong, tepa selira, serta filosofi hamemayu hayuning bawana, dijadikan landasan dalam perancangan model pengelolaan desa wisata yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Laboratorium TVET berfungsi sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan institusi pendidikan dengan masyarakat desa melalui transfer keterampilan, pendampingan usaha, serta pengembangan produk dan layanan wisata. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengelola potensi desa, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga layanan pendukung wisata. Integrasi nilai budaya KeJogjaan dalam tata kelola laboratorium TVET tidak hanya memperkuat karakter dan etika kerja peserta didik, tetapi juga meningkatkan daya tarik desa wisata sebagai destinasi yang autentik dan berkarakter. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa model desa wisata berbasis nilai-nilai KeJogjaan yang dikelola melalui laboratorium TVET mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat kelembagaan desa, serta menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi pengembangan desa wisata di wilayah lain dengan karakteristik budaya yang serupa.