Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sinergi Sains dan Seni Budaya (Kearifan Lokal Papua): Pelatihan Daur Ulang Barang Bekas Menjadi Alat Peraga Inovatif Model Miniatur Honai Papua Ardian Hangga Kelana; Kumala Sari; Sakka Irawan; Marice Karubaba; Valerianus Amandus; Amanda Kasanofa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2445

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dengan mengintegrasikan pembelajaran sains dan seni budaya melalui pelatihan daur ulang barang bekas menjadi alat peraga inovatif berupa miniatur honai Papua. Pembelajaran sains pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya di Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering kali dilakukan oleh guru dengan pola teoretis. Hal ini menyebkan peserta didik kurang meningkatkan kreativitas dan pemahaman kontekstual terhadap kearifan lokal daerahnya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan (praktik langsung), dan evaluasi. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan miniatur honai berbasis kearifan lokal Papua, peserta didik diajak menelusuri dan mengembangkan keterampilan ilmiah serta mengintegrasikan nilai-nilai budaya Papua dalam sebuah hasil karya. Honai merupakan rumah adat (tradisional) khas masyarakat Papua yang mempunyai nilai-nilai ilmiah dan mampu dihubungkan dengan konsep fisika (struktur, gaya, suhu, dan kestabilan), biologi (material hayati seperti kayu, bambu, Jerami/alang-alang, dan tali rotan/akar pohon) serta kimia (aspek lingkungan, pemilihan bahan, dan proses daur ulang). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas peserta didik dalam mengolah barang bekas menjadi alat peraga yang kontekstual dan bermakna. Selain itu, menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap kearifan lokal Papua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) seperti ini dapat menjadi model sinergi lintas bidang antara sains dan seni budaya dalam pendidikan.