Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Malnutrition and its Association with Heart Failure Severity in Children with Congenital Heart Disease: A Cross- Sectional Study in Indonesia Ferdy Lainsamputty; Fransiskus Xaverius Widiantoro; Sumarmi Sumarmi; Keysha Maryel Pandelaki; Joy RJ Maramis
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.651

Abstract

Background: Congenital heart disease (CHD) is a major cause of pediatric morbidity and mortality. Malnutrition often coexists with CHD and may be associated with poorer heart failure (HF) outcomes. The study aimed to assess the prevalence of malnutrition (underweight, wasting, and stunting) and its association with HF severity in children with CHD. Methods: This was a single-center cross-sectional study at a tertiary hospital in Indonesia. The study included 41 pediatric CHD patients, recruited using a total sampling technique. Anthropometric data were assessed based on World Health Organization standards. HF severity was evaluated using the Modified Ross Score. The Mann-Whitney, Kruskal- Wallis, Spearman correlation, and multiple linear regression were applied. Result: Among participants, 26.8% were underweight, 22.0% were wasted, and 36.6% were stunted. The mean HF severity score was 3.07 (SD = 1.40). Most were categorized as having mild HF (63.4%). Residence (Z = 1.967; p = 0.049), underweight (Z = -2.394; p = 0.017), stunting (Z = -2.497; p = 0.013), and wasting (Z = -2.236; p = 0.025) were significantly associated with higher HF severity scores. WAZ score significantly correlated with HF severity (r = -0.348; p = 0.026). Stunting (β = -0.334; 95% CI: -1.787 to -0.138; p = 0.023) and wasting (β = -0.316; 95% CI: -2.018 to -0.098; p = 0.032) were significant determinants of HF severity. Conclusion: Stunting and wasting were independently associated with greater HF severity. These findings suggest the potential clinical importance of early nutritional screening and multidisciplinary interventions to mitigate HF progression. Given the single-center design and small sample size, further multicenter studies are needed to confirm these findings and strengthen causal inference.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR MELALUI PELATIHAN “STOP THE BURN, START THE CARE” Joy RJ Maramis; Ridwan Alkassa; Ferdy Lainsamputty; Telvie Laura Kasenda; Nancy Lidya Sampouw; Yesenia Ketty Dalos; Sharon Priscilla Sandag; Evanglica Stephani Sumilat; Ronald Gerson Maramis
Jurnal Abdimas Sains Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v3i2.64

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu jenis bencana yang sering menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil. Luka bakar akibat insiden kebakaran dapat menyebabkan kecacatan dan komplikasi serius jika penanganan awal tidak tepat. Namun, pengetahuan masyarakat tentang tanggap darurat kebakaran dan pertolongan pertama pada luka bakar masih terbatas. Banyak individu tidak mengetahui tindakan yang benar saat menghadapi kebakaran maupun saat memberikan pertolongan pertama pada korban luka bakar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai tanggap darurat kebakaran dan penatalaksanaan luka bakar melalui pelatihan interaktif. Metode yang digunakan adalah ceramah edukatif dan demonstrasi praktik, termasuk simulasi pemadaman api serta teknik pertolongan pertama luka bakar. Peserta diberikan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Terdapat peningkatan bermakna pada pengetahuan peserta setelah pelatihan. Rata-rata skor pengetahuan naik dari 63,3 (SD=31,0) sebelum pelatihan menjadi 87,3 (SD=27,5) sesudahnya. Sebanyak 86,6% peserta mencapai skor ≥70 (batas kelulusan) pada post-test (sebelumnya 53,3% pada pre-test), menandakan peningkatan pemahaman yang signifikan. Pelatihan interaktif dengan ceramah dan demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanggap darurat kebakaran dan luka bakar. Program ini berhasil memberdayakan peserta untuk lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi kebakaran, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko cedera dan dampak buruk akibat kebakaran. Kegiatan serupa disarankan untuk dilanjutkan secara rutin dan diperluas ke komunitas lain guna membangun masyarakat yang tanggap dan terampil dalam penanggulangan kebakaran.