Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Motivation And Product Knowledge In Islamic Banking: A Literature Review On Student Saving Interest Khusnul Khatimah; Yancis Yancis; Syaripuddin Syaripuddin; Ermiati Ermiati
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of motivation and knowledge of Islamic banking product variations on students’ interest in saving, through a systematic literature review approach. The phenomenon of low interest in saving among students at Islamic higher education institutions, particularly in the context of Bank Syariah Indonesia (BSI), has become an important concern in efforts to increase financial inclusion and Islamic financial literacy. The method used is a literature review, by collecting, analyzing, and synthesizing relevant academic sources including journals, theses, and books published in the last ten years. The results of the literature review show that: (1) motivation, both intrinsic and extrinsic, has a significant positive effect on students’ interest in saving at Islamic banks; (2) knowledge of product variations in Islamic banking, including understanding of contracts, profit-sharing systems, and digital services, is also proven to significantly increase students’ interest in saving; (3) simultaneously, motivation and product knowledge together form a strong predictor of students’ saving interest. These findings are in line with various previous empirical studies and reinforce the importance of educational strategies and Islamic financial literacy to strengthen students’ saving behavior. This article provides theoretical and practical implications for Islamic banking institutions, Islamic higher education, and future researchers.
Mudharabah And Musyarakah Financing On Profitability Of Islamic Banking: A Literature Review Syamsuarni Syamsuarni; Nurfitriani Nurfitriani; Indah Anggraeni Bachtiar; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and synthesize the influence of Mudharabah and Musyarakah financing on the profitability of Islamic banks, particularly PT. Bank Syariah Indonesia (BSI), through a systematic literature review approach. The phenomenon of fluctuating Mudharabah financing and continuously increasing Musyarakah financing at BSI during the period 2021–2025 raises important academic questions regarding their respective contributions to profitability measured by Return on Assets (ROA). This study employs a qualitative research method with a literature review approach, systematically collecting, analyzing, and synthesizing relevant academic sources including journals, theses, and books published in the last ten years. The results of the literature synthesis show that: (1) Mudharabah financing tends to have a negative and non-significant effect on profitability due to high uncertainty, moral hazard risks, and weak supervision of partner business activities; (2) Musyarakah financing consistently shows a positive and significant influence on profitability because of its lower risk nature, active bank involvement in business management, and proportional profit-sharing mechanism; (3) simultaneously, Mudharabah and Musyarakah financing together contribute significantly to BSI profitability, with the dominant role played by Musyarakah. These findings are in line with various empirical studies and provide theoretical and practical implications for Islamic banking institutions, regulators, and future researchers in the development of Islamic banking financing strategies.
Dari Kepatuhan Ke Keunggulan: Manajemen Rantai Pasok Halal Sebagai Strategi Transformatif Pembangunan Ekonomi Daerah Di Indonesia Awal Awal; Sri Rahmi Sahar; Indi Arianti; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis dan mensintesis peran manajemen rantai pasok halal (Halal Supply Chain Management/HSCM) sebagai strategi transformatif pembangunan ekonomi daerah di Indonesia dalam perspektif ekonomi syariah dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), menganalisis 45 artikel terpilih dari 312 dokumen awal yang diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dalam rentang 2015–2025. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama: (1) fondasi konseptual HSCM berbasis maqashid syariah; (2) mekanisme pengaruh HSCM terhadap enam dimensi pembangunan ekonomi daerah; (3) tantangan struktural implementasi; (4) peran digitalisasi dan blockchain dalam HSCM; serta (5) integrasi HSCM dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Hasil sintesis menegaskan bahwa HSCM berpengaruh positif terhadap daya saing produk lokal, pertumbuhan UMKM, perluasan akses pasar domestik dan ekspor, peningkatan investasi daerah, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan kesejahteraan masyarakat. Novelty penelitian ini terletak pada konstruksi kerangka integrasi HSCM dengan pembangunan ekonomi syariah daerah mencakup digitalisasi halal ecosystem, green halal logistics, dan pendekatan ESG-syariah yang belum dikaji secara komprehensif dalam literatur sebelumnya. Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan pemangku kebijakan dalam merancang ekosistem halal regional yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ekonomi Halal Sebagai Strategi Pembangunan Ekonomi Berbasis Kependudukan Muslim: Kajian Literatur Sistematis Reva Tri Nurfitri; Ayu Citra Lestari; Junaldi Akbar Maulana; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi Muslim global yang mencapai 1,9 miliar jiwa pada tahun 2023 dan diproyeksikan melampaui 2,76 miliar jiwa pada 2050 membuka peluang strategis yang belum sepenuhnya dioptimalkan bagi pengembangan ekonomi halal sebagai instrumen pembangunan ekonomi berbasis kependudukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis literatur mengenai posisi dan peran ekonomi halal dalam strategi pembangunan ekonomi pada negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, mencakup dimensi keuangan syariah, industri halal, pariwisata halal, dan tata kelola berbasis maqasid al-syari'ah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020 terhadap 45 artikel terpilih dari 312 dokumen awal yang diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekonomi halal telah berevolusi dari konsep bernuansa sempit menjadi paradigma pembangunan komprehensif yang memiliki potensi transformatif dalam mendorong inklusi keuangan, diversifikasi ekspor, pemberdayaan UMKM, dan pengurangan kemiskinan. Temuan utama mengindikasikan bahwa negara-negara dengan regulasi halal yang kuat, ekosistem keuangan syariah yang mapan, dan integrasi halal value chain mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Artikel ini mengusulkan Model HELM (Halal Economy for Muslim-majority development) sebagai kerangka integrasi empat pilar regulasi dan tata kelola, ekosistem industri halal, keuangan syariah inklusif, dan kapasitas serta literasi yang belum secara komprehensif dirumuskan dalam literatur sebelumnya.
Peran Manajemen Produk Halal Dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Inklusif: Tinjauan Pustaka Sistematis Dan Kerangka Konseptual Nurhikma Nurhikma; Andi Aulia Nur Cahya Nabila; Sulfira Wahyuni Yusuf; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis dan mensintesis peran manajemen produk halal dalam mendukung pembangunan ekonomi inklusif, khususnya di Indonesia dan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA 2020, menganalisis 42 dokumen terpilih dari 287 sumber awal yang diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dalam rentang 2010–2024. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema sentral: (1) fondasi konseptual manajemen halal dalam perspektif maqashid al-syariah; (2) lima pilar manajemen produk halal yang mendukung inklusi ekonomi; (3) mekanisme transmisi antara manajemen halal dan ekonomi inklusif; (4) digitalisasi dan teknologi blockchain sebagai akselerator halal inklusif; serta (5) integrasi manajemen halal dengan kerangka SDGs dan ESG. Hasil sintesis menunjukkan bahwa manajemen produk halal berpengaruh positif terhadap pemberdayaan UMKM, inklusi keuangan syariah, perluasan akses pasar ekspor, penyerapan tenaga kerja berkualitas, dan penguatan ketahanan ekonomi komunitas lokal. Novelty artikel ini terletak pada konstruksi kerangka konseptual integratif yang menghubungkan lima pilar manajemen halal dengan indikator ekonomi inklusif multidimensi mencakup dimensi digital halal ecosystem dan ESG-syariah alignment yang belum dikaji secara komprehensif dalam literatur sebelumnya. Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi kebijakan pembangunan halal di Indonesia dan negara-negara OKI.
Sertifikasi Halal, Kepercayaan Konsumen Dan Dampaknya Pada Pertumbuhan Ekonomi: Pendekatan Kajian Pustaka Sarianti Sarianti; Inka Monika Pratami; Nurhidayat Nurhidayat; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri halal global terus mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen Muslim terhadap produk dan jasa yang sesuai syariah. Nilai pasar halal global diproyeksikan melampaui USD 2,8 triliun pada tahun 2025, mencakup berbagai sektor mulai dari makanan, farmasi, kosmetik, pariwisata, hingga keuangan syariah. Di tengah ekspansi besar ini, sertifikasi halal memainkan peran strategis sebagai instrumen penjaminan kehalalan yang membangun kepercayaan konsumen dan pada gilirannya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam kerangka ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif hubungan antara sertifikasi halal, kepercayaan konsumen, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan kajian pustaka yang sistematis. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, bersumber dari jurnal ilmiah terakreditasi Scopus, Web of Science, dan SINTA, buku referensi, regulasi, serta laporan lembaga internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sertifikasi halal secara signifikan berkontribusi dalam membangun kepercayaan konsumen Muslim melalui tiga mekanisme: pengurangan asimetri informasi, pemberian sinyal kualitas pihak ketiga, dan jaminan integritas proses produksi yang bersifat formal dan kredibel. Kepercayaan konsumen yang terbentuk selanjutnya mendorong loyalitas merek, meningkatkan frekuensi keputusan pembelian, dan memperluas pasar produk halal secara berkelanjutan melalui efek rekomendasi dan word-of-mouth. Pada tataran makroekonomi, ekspansi industri halal terbukti berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Di Indonesia, implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menjadi instrumen kebijakan yang memperkuat ekosistem halal nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar instrumen syariah, melainkan katalis ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam perspektif maqashid al-syari'ah.
Kontribusi Industri Produk Halal Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Kajian Literatur Sistematis 2010-2024 Nurrahmi Rahim; Sri Rahayu Nengsi; Syaripuddin Syaripuddin; Ermiati Ermiati
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri produk halal di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang pesat dan memiliki potensi transformatif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kajian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis secara sistematis bukti-bukti ilmiah mengenai kontribusi industri halal dengan fokus pada sektor makanan dan minuman serta kosmetik terhadap pemberdayaan ekonomi UMKM dan komunitas lokal di Indonesia selama periode 2010–2024. Menggunakan pendekatan hybrid PRISMA-guided systematic literature review (SLR) yang diperkaya analisis bibliometrik, kajian ini menyeleksi dan menganalisis 45 referensi dari jurnal terindeks Scopus, Web of Science, SINTA, dan dokumen kebijakan pemerintah. Temuan menunjukkan bahwa sertifikasi halal yang diterbitkan BPJPH berpengaruh positif terhadap omzet, akses pasar, dan kepercayaan konsumen pada UMKM terutama di sektor makanan dan minuman. Di sektor kosmetik, pertumbuhan pasar yang mencapai USD 4,19 miliar pada 2022 membuka ruang pemberdayaan bagi UMKM kosmetik lokal, meski tantangan bahan baku impor dan keterbatasan teknologi masih menjadi hambatan struktural utama. Kajian ini mengintegrasikan tiga kerangka teoritis Empowerment Theory, Resource-Based View, dan Institutional Theory dalam satu model ekosistem halal inklusif. Novelty kajian ini terletak pada sintesis terpadu dua sektor halal strategis dalam satu kerangka pemberdayaan, serta identifikasi tujuh celah riset yang belum dijawab literatur sebelumnya. Disimpulkan bahwa kontribusi industri halal terhadap pemberdayaan UMKM bersifat nyata namun tidak otomatis, melainkan sangat bergantung pada kualitas implementasi halal value chain, literasi pelaku usaha, dan dukungan ekosistem yang inklusif.
Peran Umkm Berbasis Produk Halal Dalam Pengurangan Kemiskinan Dan Ketimpangan Ekonomi: Kajian Pustaka Sistematis Sri Wahyuni; Rini Minarti; Ansar Ansar; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan dan ketimpangan ekonomi merupakan permasalahan struktural yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya di wilayah yang didominasi oleh masyarakat Muslim. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis produk halal hadir sebagai instrumen strategis dalam menjawab persoalan tersebut melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan penguatan inklusi ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran UMKM berbasis produk halal dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Indonesia melalui pendekatan kajian pustaka sistematis dengan protokol PRISMA 2020. Sumber data berjumlah 68 artikel terpilih dari 347 publikasi ilmiah terbitan 2015–2025 yang bersumber dari jurnal nasional terakreditasi Sinta 2 dan jurnal internasional bereputasi (Scopus, Web of Science). Hasil kajian menemukan tiga mekanisme transmisi utama UMKM halal dalam pengurangan kemiskinan: (1) ekspansi pasar halal yang mendorong peningkatan omzet dan daya saing usaha; (2) jejaring sosial-ekonomi berbasis komunitas Islam yang memperkuat modal sosial dan kohesi komunitas; dan (3) integrasi pembiayaan syariah yang memperluas akses modal bagi pelaku usaha marginal. Sertifikasi halal terbukti berperan sebagai katalis daya saing produk lokal di pasar domestik dan global, dengan memberikan nilai tambah ekonomi rata-rata 41,7 persen bagi UMKM bersertifikat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ekosistem UMKM halal melalui kebijakan afirmatif yang inklusif, penguatan lembaga keuangan mikro syariah, dan digitalisasi rantai nilai halal merupakan strategi kunci akselerasi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi yang berkeadilan dalam perspektif maqashid al-syariah.