p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
Delviya Pransiska
Universitas PGRI Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PATEGAKA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR Occha Fattia Nilamanda; Delviya Pransiska; Made Sita; Desti Anjani; Murjainah Murjainah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berupa Papan Tebak Gambar & Kata guna mendukung peningkatan kemampuan literasi siswa kelas III Sekolah Dasar. Media ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif, menyenangkan, dan kondusif, serta mendorong partisipasi siswa dalam memahami materi secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develompent, Implementation, dan Evaluate. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 25 siswa kelas 3 di SD Muhammadiyah 13 Palembang. Pendekatan penelitian menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyebaran angket, serta dokumentasi. Instrumen yang digunakan terdiri dari angket validasi oleh ahli materi dan media, serta angket respon siswa terhadap media yang dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa media layak untuk digunakan dengan tingkat kelayakan sebesar 88% menurut ahli media dan 87,5% menurut ahli materi. Hasil uji coba di lapangan mengindikasikan tingkat keterterapan dan daya tarik media sangat tinggi dengan persentase 95%, masuk dalam kategori “sangat baik”. Dengan demikian, media Papan Tebak Gambar & Kata dinilai efektif dalam menunjang kegiatan literasi siswa di sekolah dasar.
ANALISIS IMPLEMENTASI DAN KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT PADA GURU DAN SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 79 PALEMBANG Zahrotul Jannah; Occha Fattia Nilamanda; Delviya Pransiska; Delima Delima; Sakinah Dwi Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1143

Abstract

Transformasi pembelajaran berbasis ICT pada jenjang sekolah dasar menjadi kebutuhan penting di era pendidikan digital, terutama dalam menyiapkan siswa menghadapi tuntutan literasi teknologi dan asesmen berbasis komputer seperti ANBK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ICT serta mengidentifikasi tingkat kesiapan guru dan siswa kelas 4–6 di SD Negeri 79 Palembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed method) dengan pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan observasi lapangan. Angket diberikan kepada guru dan siswa untuk mengukur kesiapan ICT dan pemanfaatan perangkat teknologi dalam proses belajar, sedangkan wawancara dilakukan kepada guru kelas dan operator sekolah untuk menggali aspek teknis serta tata kelola digital sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ICT sudah terintegrasi dalam pembelajaran, terutama melalui penggunaan infokus, laptop, presentasi digital, dan latihan di laboratorium komputer. Guru memiliki kesiapan ICT pada kategori tinggi, terutama guru-guru muda yang terbiasa menggunakan aplikasi digital. Kesiapan siswa paling tinggi ditemukan pada kelas 5 sebagai dampak pembiasaan menghadapi ANBK. Namun, kendala utama berada pada aspek infrastruktur, yaitu kualitas jaringan internet yang tidak stabil sehingga menghambat kontinuitas pembelajaran digital dan sinkronisasi data. Kesimpulan penelitian mengindikasikan bahwa SD Negeri 79 Palembang telah berada pada fase implementasi ICT yang cukup matang dalam hal SDM dan perangkat, tetapi masih membutuhkan intervensi peningkatan infrastruktur jaringan serta pelatihan berkala bagi guru senior agar proses integrasi ICT dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.