Muyassaroh Muyassaroh
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FALSAFAH JAWA DALAM TRADISI KUPATAN DI KECAMATAN DURENAN TRENGGALEK Muyassaroh Muyassaroh; Bela Nofitasari; Zona Wijayanti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.670

Abstract

Tradisi kupatan merupakan salah satu tradisi lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa, khususnya di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk perayaan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri dan memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai falsafah Jawa yang terkandung dalam tradisi kupatan serta bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan dan memahami secara mendalam makna falsafah Jawa dalam tradisi kupatan di Kecamatan Durenan. Teknik pengembulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kupatan sarat dengan nilai-nilai falsafah Jawa seperti wedi (takut), isin (malu), sungkan (segan), tepa salira (tenggang rasa), sumeleh (pasrah), dan nrima ing pandum (menerima dengan ikhlas). Nilai-nilai ini membentuk karakter masyarakat yang santun, rendah hati, dan harmonis. Tradisi kupatan juga menjadi sarana akulturasi antara budaya Jawa dan ajaran Islam, sehingga memperkaya khazanah budaya lokal yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai media pewarisan nilai-nilai kearifan lokal dan keagamaan kepada generasi muda.
DINAMIKA PROSA INDONESIA PERIODE 1920–2000 DALAM REPRESENTASI IDENTITAS, IDEOLOGI, DAN MODERNITAS Muyassaroh Muyassaroh
Cakrawala Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Indonesian prose from 1920 to 2000 reflects the cultural and historical dynamics of the nation over nearly a century. This study aims to explore the representation of identity, ideology, and modernity in prose works across various literary periods, including the colonial era, independence, Old Order, New Order, and Reform era. Employing a literary historiography approach, this research examines the correlation between socio-political contexts and the narrative forms and themes produced. The findings reveal that each period demonstrates distinct aesthetic and thematic tendencies. The 1920s–1940s were characterized by a spirit of nationalism and identity formation; the 1950s–1970s emphasized ideological tensions and moral discourse; while the 1980s–2000s exhibited stylistic diversity and more complex individual and social issues. This study asserts that Indonesian prose is not merely an artistic product but also a historical document that records the transformation of values and collective consciousness. It contributes to the mapping of Indonesian literary historiography by emphasizing the importance of reading prose as a dynamic reflection of socio-cultural change.
DINAMIKA KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL 172 DAYS KARYA NADZIRA SHAFA DAN PEMANFAATANNYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA Gandes Aulia Nurani; Muyassaroh Muyassaroh
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i2.108401

Abstract

Fenomena krisis kepribadian yang dialami generasi saat ini, terutama pelajar, menjadi persoalan penting dalam dunia pendidikan. Salah satu gejalanya terlihat dari meningkatnya kasus perundungan di sekolah, yang mencerminkan gangguan kepribadian akibat ketidakstabilan emosi dan lemahnya kontrol diri. Oleh karena itu, pemahaman tentang bentuk kepribadian perlu diajarkan kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa; dan (2) menjelaskan pemanfaatannya dalam pembelajaran sastra di jenjang SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori dinamika kepribadian Sigmund Freud. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan teknik analisis teks. Data berupa dialog dan monolog dalam novel yang dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami dinamika kepribadian berupa: naluri hidup (bertahan hidup, kegiatan kreatif, kepuasan emosional, dan pengembangan diri); naluri mati (tindakan destruktif dan keinginan mati); kecemasan objektif (kekhawatiran terhadap orang lain); dan kecemasan neurotik (perasaan gugup, gelisah, dan bersalah). Temuan ini relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran sastra pada Fase F (kelas XII SMA) guna menumbuhkan apresiasi sastra serta pemahaman karakter secara lebih mendalam.
Representasi Penyimpangan Moral dan Transformasi Religius dalam Novel Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna Muyassaroh Muyassaroh; Rahmawati Mulyaningtyas; Salimatun Nurur Rohmah
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2026): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v11i2.6349

Abstract

The novel as a literary work represents various moral issues in society while presenting religious values through the characters' life journeys. Brian Khrisna's Sisi Tergelap Surga portrays various forms of moral deviance accompanied by the characters' religious transformation. Although the novel has been examined from the perspectives of social values, social criticism, and social deviance, studies integrating the representation of moral deviance and religious transformation from the perspective of the sociology of literature remain limited. This study aims to describe the representation of moral deviance and religious transformation in Sisi Tergelap Surga. This research employed a descriptive qualitative method from the perspective of the sociology of literature enriched by Islamic prophetic values. The data consisted of narrative passages and dialogues containing moral deviance and the characters' religious transformation. Data were collected through reading and note-taking techniques and analyzed using the interactive model of data analysis. The findings reveal nine forms of moral deviance, namely rape, child trafficking, corruption and abuse of power, premarital pregnancy and abortion, child sexual abuse, women smoking and displaying aggressive behavior, theft driven by necessity, sexual orientation deviance, and sexual violence. In addition, the novel represents religious transformation through repentance, self-acceptance, moral responsibility, the pursuit of lawful livelihood, self-sacrifice, and the search for meaning in life. The findings indicate that the novel not only criticizes the moral crisis in society but also presents religiosity as a means of the characters' moral reconstruction. This study enriches the field of the sociology of literature by integrating social perspectives and Islamic prophetic values in understanding the moral dynamics of characters in contemporary Indonesian literature.Indonesian literature.