Tradisi kupatan merupakan salah satu tradisi lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa, khususnya di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk perayaan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri dan memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai falsafah Jawa yang terkandung dalam tradisi kupatan serta bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan dan memahami secara mendalam makna falsafah Jawa dalam tradisi kupatan di Kecamatan Durenan. Teknik pengembulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kupatan sarat dengan nilai-nilai falsafah Jawa seperti wedi (takut), isin (malu), sungkan (segan), tepa salira (tenggang rasa), sumeleh (pasrah), dan nrima ing pandum (menerima dengan ikhlas). Nilai-nilai ini membentuk karakter masyarakat yang santun, rendah hati, dan harmonis. Tradisi kupatan juga menjadi sarana akulturasi antara budaya Jawa dan ajaran Islam, sehingga memperkaya khazanah budaya lokal yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai media pewarisan nilai-nilai kearifan lokal dan keagamaan kepada generasi muda.
Copyrights © 2025