Perkembangan media digital menjadikan podcast sebagai ruang komunikasi publik yang strategis dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Namun, tanpa pemahaman terhadap strategi bahasa yang digunakan, komunikasi kebijakan berpotensi menimbulkan salah tafsir dan kuranganya penerimaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak tutur ilokusi dalam program Obrolan Warung Tarsun episode “Dimulainya Pendidikan di Sekolah Rakyat Banyumas” dan mengungkap makna komunikasi publik dalam penyampaian kebijakan pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode simak bebas libat cakap (SLBC). Sumber data dalam penelitian ini, yaitu program Obrolan Warung Tarsun episode “Dimulainya Pendidikan di Sekolah Rakyat Banyumas” di kanal YouTube RRI Purwokerto. Data penelitian ini berupa tuturan partisipan dalam program tersebut dan digunakan untuk mencapai tujuan penelitiann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kategori ilokusi, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif muncul dalam interaksi penutur. Secara keseluruhan, asertif menjadi bentuk yang paling dominan karena digunakan untuk menyampaikan informasi dan menjelaskan konteks kebijakan. Direktif muncul untuk meminta klarifikasi dan memberi anjuran, sementara komisif menandai komitmen, serta dukungan institusional. Ekspresif terlihat melalui ungkapan syukur, empati, dan permintaan maaf, sedangkan deklaratif tampak dalam pernyataan resmi yang menetapkan perubahan jenjang dan struktur sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan dalam program tersebut tidak hanya informatif, tetapi juga melibatkan unsur arahan, komitmen, dan ekspresi emosional, sehingga menggambarkan dinamika pragmatik yang kompleks dalam ruang publik digital.