Drama tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai representasi kehidupan sosial dan kritik terhadap realitas kehidupan manusia. Godlob karya Danarto adalah salah satu drama yang kuat dalam menyuarakan kritik tersebut, yang menampilkan ironi tentang kepahlawanan, kekuasaan, dan kekerasan dalam situasi perang. Drama ini menarik untuk dikaji karena menunjukkan penderitaan manusia yang dimanfaatkan untuk heroisme. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan struktural, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis unsur-unsur intrinsik dalam drama Godlob karya Danarto. Metode ini digunakan untuk melihat bagaimana elemen tema, alur, tokoh, latar, dan gaya bahasa yang saling berkaitan dalam membangun makna cerita secara utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Godlob sangat menentang kemunafikan kekuasaan dan ironi kepahlawanan dalam perang. Jalan cerita berjalan secara linier, dengan konflik yang menyebabkan tokoh Lelaki Tua kehilangan akal sehat sebagai akibat dari penderitaan dan ketidakadilan yang dia alami. Lelaki muda digambarkan sebagai korban fanatisme perang, sementara lelaki tua digambarkan sebagai korban sistem kekuasaan yang gagal. Berbagai simbol yang digunakan dalam drama ini menunjukkan bagaimana kekerasan yang dilegalkan merusak nilai-nilai kemanusiaan dan etika.Secara keseluruhan, drama Godlob menunjukkan bagaimana struktur intrinsiknya saling mendukung dalam menyampaikan kritik sosial yang kuat terhadap fakta perang dan kekuatan, serta menunjukkan bahwa perang menghancurkan tidak hanya tubuh manusia tetapi juga nilai dan moralitas manusia.