This Author published in this journals
All Journal Design Spectrum
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perang ruang komunal dalam membentuk sense of place terhadap interaksi sosial: Studi kasus Bandung Creative Hub Najmita Utami; Yunita Setyoningrum
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14625

Abstract

Ruang bersama di lingkungan perkotaan memiliki peran strategis dalam membangun hubungan sosial serta membentuk pengalaman ruang yang bermakna bagi penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi kualitas ruang interior terhadap keterikatan emosional dan pola interaksi sosial pada fasilitas kreatif publik. Studi dilakukan pada sebuah pusat aktivitas kreatif di Kota Bandung yang berfungsi sebagai wadah kolaborasi, edukasi, dan pertemuan lintas komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner daring dan observasi langsung di lapangan. Responden penelitian berasal dari kelompok usia produktif dengan latar belakang aktivitas yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen interior seperti keterbukaan tata ruang, fleksibilitas furnitur, pemilihan material, serta pengaturan pencahayaan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kenyamanan dan kecenderungan interaksi pengguna. Tata ruang yang terbuka dan mudah diakses mendorong pertemuan spontan antar pengunjung, sementara furnitur ergonomis meningkatkan durasi penggunaan ruang. Suasana visual yang hangat melalui kombinasi material dan pencahayaan turut mendukung aktivitas individu maupun kelompok secara seimbang. Temuan observasi memperkuat hasil kuesioner dengan menunjukkan bahwa beberapa ruang lebih efektif dalam memfasilitasi interaksi sosial, baik secara aktif maupun pasif. Kehadiran bersama dalam satu ruang, meskipun tanpa komunikasi verbal intens, tetap membangun rasa kebersamaan dan keterikatan terhadap tempat. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan ruang komunal tidak hanya ditentukan oleh fungsi fisik, tetapi juga oleh kualitas pengalaman ruang yang mampu menciptakan kenyamanan emosional dan hubungan sosial berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi dalam perancangan ruang publik yang responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat urban masa kini.