Perkembangan abad ke-21 ditandai dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kondisi tersebut menuntut peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi sosial yang memadai agar mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi yang terus berkembang. Kompetensi sosial mencakup kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menghargai perbedaan, menunjukkan empati, serta berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) memiliki peran strategis dalam mengembangkan kompetensi sosial karena materi yang dipelajari berkaitan langsung dengan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, sejarah, dan lingkungan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kompetensi sosial dalam pembelajaran IPS, menjelaskan urgensi pengembangannya pada peserta didik MI/SD, serta menganalisis keterkaitannya dengan keterampilan abad ke-21 yang meliputi 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication), Higher Order Thinking Skills (HOTS), konsep Society 5.0, dan Era Metaverse. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan kompetensi sosial peserta didik melalui berbagai strategi pembelajaran aktif seperti Cooperative Learning, Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), role play, diskusi kelompok, dan studi kasus. Selain meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi, strategi tersebut juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta literasi digital yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan Society 5.0 dan Era Metaverse. Dengan demikian, pembelajaran IPS di MI/SD perlu dirancang secara inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi sosial agar mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.