Filzah Nadila Nasir
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL INTEGRASI SAINS DAN ISLAM MODEL OF INTEGRATION OF SCIENCE AND ISLAM Filzah Nadila Nasir; Kadar M.Yusuf
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1836

Abstract

Integrasi sains dan Islam merupakan konsep penting dalam pembangunan peradaban ilmu yang berlandaskan nilai-nilai wahyu dan rasionalitas. Sains modern yang berkembang pesat sering kali bersifat sekuler dan memisahkan dimensi spiritual dari realitas ilmiah. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan model integrasi yang mampu menghubungkan pengetahuan empiris dengan nilai-nilai ilahiah. Artikel ini membahas pengertian model integrasi, ragam pendekatan yang dapat digunakan dalam menyatukan sains dan Islam, serta tiga model utama yaitu nusus al-shar'iyah, tahlil imani, dan al-naqd al-islami. Model nusus al-shar'iyah menekankan pentingnya penggalian nilai-nilai ilmiah dari teks wahyu, sedangkan tahlil imani berorientasi pada pembentukan kesadaran iman melalui pemahaman terhadap fenomena alam. Sementara itu, al-naqd al-islami berfungsi sebagai kritik terhadap paradigma sains modern yang bertentangan dengan prinsip tauhid. Dengan ketiga model ini, integrasi sains dan Islam diharapkan dapat melahirkan keilmuan yang seimbang antara akal dan wahyu, rasionalitas dan spiritualitas, serta ilmu dan moralitas.
ONTOLOGI: IDEALISME VS REALISME, PRAGMATISME VS POSITIVISME DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN DAN PEMBELAJARAN DI PGMI Filzah Nadila Nasir; Sri Murhayat
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1895

Abstract

Filsafat pendidikan merupakan fondasi krusial dalam menentukan arah, tujuan, dan metode pembelajaran, terutama pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbandingan antara aliran filsafat idealisme versus realisme, serta pragmatisme versus positivisme, beserta implikasinya terhadap pengembangan pembelajaran di PGMI. Hasil kajian menunjukkan bahwa idealisme menekankan pada pembentukan karakter spiritual dan nilai moral yang berakar pada ide , sementara realisme menitikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan objektif yang bersumber dari realitas alam dan pengalaman inderawi. Di sisi lain, pragmatisme memandang kebenaran berdasarkan manfaat praktis dan tindakan nyata , sedangkan positivisme mengutamakan metode ilmiah, logika, dan verifikasi empiris. Implikasi bagi PGMI adalah perlunya integrasi antara nilai-nilai moral-spiritual (idealisme) dengan keterampilan praktis dan penguasaan fakta nyata (realisme, pragmatisme, positivisme) guna melahirkan calon guru madrasah yang berakhlak mulia, terampil, dan mampu mengaitkan teori dengan realitas kehidupan
PEMETAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN LITERASI GURU DAN SISWA DISEKOLAH MENENGAH: STUDI KASUS Iqbal Iqbal; Filzah Nadila Nasir; Rian Vebrianto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4827

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses pembelajaran di sekolah. Penggunaan media pembelajaran yang tepat serta kemampuan literasi digital guru dan siswa menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan pemetaan media pembelajaran serta tingkat literasi guru dan siswa di sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara terhadap 3 guru dan 30 siswa di salah satu sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran masih didominasi oleh media konvensional seperti buku teks dan papan tulis. Sebanyak 70% siswa menyatakan bahwa penggunaan media digital seperti video dan presentasi dapat meningkatkan minat belajar mereka. Namun, sebanyak 65% siswa menyatakan bahwa media digital masih jarang digunakan dalam pembelajaran di kelas. Dari sisi guru, 67% guru menyatakan bahwa keterbatasan pelatihan teknologi menjadi kendala utama dalam pengembangan media pembelajaran digital. Pemetaan ini menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi dengan kemampuan literasi digital guru dan siswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi literasi digital serta pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah menengah.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI SOSIAL IPS DI MI/SD DALAM KOMPETENSI ABAD 21: 4C, HOTS, SOCIETY 5.0, DAN ERA METAVERSE 6.0 Filzah Nadila Nasir; Aramudin Aramudin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4959

Abstract

Perkembangan abad ke-21 ditandai dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kondisi tersebut menuntut peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi sosial yang memadai agar mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi yang terus berkembang. Kompetensi sosial mencakup kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menghargai perbedaan, menunjukkan empati, serta berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) memiliki peran strategis dalam mengembangkan kompetensi sosial karena materi yang dipelajari berkaitan langsung dengan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, sejarah, dan lingkungan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kompetensi sosial dalam pembelajaran IPS, menjelaskan urgensi pengembangannya pada peserta didik MI/SD, serta menganalisis keterkaitannya dengan keterampilan abad ke-21 yang meliputi 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication), Higher Order Thinking Skills (HOTS), konsep Society 5.0, dan Era Metaverse. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan kompetensi sosial peserta didik melalui berbagai strategi pembelajaran aktif seperti Cooperative Learning, Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), role play, diskusi kelompok, dan studi kasus. Selain meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi, strategi tersebut juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta literasi digital yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan Society 5.0 dan Era Metaverse. Dengan demikian, pembelajaran IPS di MI/SD perlu dirancang secara inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi sosial agar mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.