Wiwik Yulianti
Sebelas Maret University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fenomena Campur Kode dalam Presentasi Akademik Mahasiswa Akuntansi Universitas Sebelas Maret Wiwik Yulianti; Yeskia Wido Semonowati; Mei Anjarwati; Michael Daniswara Pratomo
Journal of Social, Culture, and Language Vol 4, No 2 (2026): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v4i2.32810

Abstract

Fenomena campur kode merupakan bagian dari bentuk dinamika kebahasaan yang sering kali terjadi dalam berbagai konteks komunikasi, termasuk dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi seperti presentasi mahasiswa. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa bentuk campur kode yang muncul secara spontan penggunaanya dalam presentasi mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret, sekaligus untuk menganalisis konteks di mana fenomena tersebut mungkin terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat pada tuturan mahasiswa disaat mereka melakukan presentasi pada mata kuliah Akuntansi Sektor Publik. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan transkripsi, identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa terdapat dua bentuk utama campur kode yang muncul selama presentasi mahasiswa, yaitu campur kode antara Bahasa Indonesia formal dan informal, serta campur kode antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Munculnya campur kode tersebut terutama dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa mahasiswa itu sendiri, kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan konteks akademik, serta keinginan untuk menciptakan komunikasi yang lebih ekspresif dan efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam lingkungan akademik tidak dapat terlepas dari pengaruh budaya tutur mahasiswa yang bersifat dinamis.
Analisis Penggunaan Kata Slang “Anjir” dalam Komunikasi Verbal Mahasiswa (An Analysis of the Use of the Slang Word “Anjir” in Students’ Verbal Communication) Wiwik Yulianti; Rizka Kurnia; Aurelia Rachmawati; Dian Oktavia
Translation and Linguistics (Transling) Vol 6, No 1 (2026): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v6i1.113189

Abstract

This study aims to analyze the use of the slang word “anjir” in the verbal communication of students at Sebelas Maret University (UNS). The growing phenomenon of slang among teenagers, including university students, has prompted research on the dynamics of its use in everyday interactions. This study uses a mixed method, namely qualitative through descriptive analytical studies and reviews of several related journals, as well as quantitative through a survey of 50 students. The results show that the word “anjir” is quite frequently used in informal conversations; 46% of respondents stated that they use it often, 46% rarely, and 8% very rarely. This word is generally used to express emotions such as annoyance, surprise, or when joking, with the main reason being as a form of spontaneous expression, although a small number use it because of habit and the influence of their social circle. The students' views varied, ranging from considering it impolite to viewing it as normal in informal communication, thus showing that the use of the word “anjir” not only functions as a means of expressing emotions but also becomes part of the linguistic identity and social dynamics among UNS students. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kata slang “anjir” dalam komunikasi verbal informal mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Fenomena kata slang yang semakin berkembang di kalangan remaja, termasuk mahasiswa, mendorong penulisan mengenai dinamika penggunaannya dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode campuran, yaitu kualitatif melalui studi deskriptif analitis dan menelaah dari beberapa jurnal terkait, serta kuantitatif melalui survei terhadap 50 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata “anjir” cukup sering digunakan dalam percakapan informal; 46% responden menyatakan sering menggunakannya, 46% jarang, dan 8% sangat jarang. Kata ini umumnya dipakai untuk mengekspresikan emosi seperti rasa kesal, keterkejutan, atau saat bercanda, dengan alasan utama sebagai bentuk ekspresi spontan, meskipun sebagian kecil menggunakannya karena kebiasaan dan pengaruh lingkungan pertemanan. Pandangan mahasiswa pun beragam, mulai dari menganggapnya kurang sopan hingga menilainya sebagai hal wajar dalam komunikasi informal, sehingga menunjukkan bahwa penggunaan kata “anjir” tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas linguistik dan dinamika sosial di kalangan mahasiswa UNS.