Fenomena campur kode merupakan bagian dari bentuk dinamika kebahasaan yang sering kali terjadi dalam berbagai konteks komunikasi, termasuk dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi seperti presentasi mahasiswa. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa bentuk campur kode yang muncul secara spontan penggunaanya dalam presentasi mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret, sekaligus untuk menganalisis konteks di mana fenomena tersebut mungkin terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat pada tuturan mahasiswa disaat mereka melakukan presentasi pada mata kuliah Akuntansi Sektor Publik. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan transkripsi, identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa terdapat dua bentuk utama campur kode yang muncul selama presentasi mahasiswa, yaitu campur kode antara Bahasa Indonesia formal dan informal, serta campur kode antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Munculnya campur kode tersebut terutama dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa mahasiswa itu sendiri, kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan konteks akademik, serta keinginan untuk menciptakan komunikasi yang lebih ekspresif dan efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam lingkungan akademik tidak dapat terlepas dari pengaruh budaya tutur mahasiswa yang bersifat dinamis.
Copyrights © 2026