Banyak sekali metode pembelajaran Al-Qur’an yang bisa diterapkan kepada peserta didik sehingga memberikan alternatif agar peserta didik dapat lebih cepat memiliki kemampuan dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian yang dilakukan oleh Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menunjukan angka 72,25% dari 3.111 responden masuk dalam kategori belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif Metode Iqro’ dan Metode Al-Barqy dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Kedua metode ini merupakan pendekatan yang paling banyak digunakan di Indonesia dan memiliki karakteristik pedagogis yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah buku, artikel jurnal, dan sumber ilmiah lain yang relevan dengan kedua metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa Metode Iqro’ memiliki keunggulan pada penyajian materi yang sistematis, bertahap, dan sesuai untuk anak usia dini maupun pembelajaran klasikal di TPA/TPQ. Sementara itu, Metode Al-Barqy mengutamakan kecepatan melalui pendekatan Struktur Analitik Sintetik (SAS) dan penggunaan mnemonic, sehingga efektif untuk remaja dan dewasa pemula yang membutuhkan hasil cepat. Perbandingan menunjukkan bahwa pemilihan metode harus mempertimbangkan usia, tujuan pembelajaran, dan kompetensi guru. Hasil dari penelitian ini melahirkan kesimpulan yang secara keseluruhan, kedua metode ini dapat saling melengkapi apabila digunakan secara adaptif sesuai kebutuhan peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran membaca Al-Qur’an yang lebih efektif, fleksibel, dan kontekstual.