Dedih Surana
Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Bandung

Published : 75 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pembelajaran Online Mata Pelajaran PAI pada Siswa Kelas II IPA di SMA X Bandung Ade Fajar Ananda; Dedih Surana
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.688 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v1i2.369

Abstract

Abstract. This research is motivated by the Covid-19 event that causes changes in every human being in the world, one of which is a change in terms of education. Where learning was originally face-to-face, but after the Covid-19 incident it became online. This research was carried out by the author with the aim of finding out the planning, implementation, evaluation as well as the inhibiting and supporting factors in online learning of PAI subjects with Aqidah Akhlak material in 11th grade science students at SMA X. The research method uses descriptive qualitative methods with research results that online learning is held using internet media including zoom, edubox, youtube, email with the type of learning used is collaborative online (discussion) and competency-based (assignment). This is done to overcome all problems and obstacles in online learning, including communication which sometimes does not go well, and the material is not conveyed properly because of an unstable network, it is necessary to hold discussions, namely learning methods that involve students with students who other as well as assignments given by the teacher so that participants can learn more outside of learning hours, because online learning time is only held in time brackets (40 minutes). The online learning that has been carried out has reaped good results with a percentage of 80% of students attending and being active in online learning. The 11 IPA students consist of 57 students who are divided into 2 classes, namely class 11 IPA 1 with 27 students consisting of 13 male students, 14 female students and class 11 IPA 2 with 30 students consisting of 14 male students, 16 female student. This data was obtained by researchers from interviews with PAI teachers at SMA X, researchers also concluded that online learning was going well and precisely this was based on the distribution of closed questionnaires via google form. With a total of 10 attribute questions, which include questions related to the implementation of online learning. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya peristiwa covid-19 yang menyebabkan perubahan pada setiap manusia di dunia, salah satunya yaitu perubahan dari segi pendidikan. Dimana pembelajaran yang awalnya adalah tatap muka langsung, tapi setelah adanya peristiwa covid-19 menjadi online. Adapun penelitian ini dilakukan penulis dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pembelajaran online mata pelajaran PAI materi Aqidah Akhlak pada siswa kelas 11 IPA di SMA X. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriftif dengan hasil penelitian yaitu pembelajaran online diselenggarakan menggunakan media internet yang diantaranya yaitu zoom, edubox, youtube, email dengan jenis pembelajaran yang digunakan adalah online kolaboratif (diskusi) dan berbasis kompetensi (penugasan). Hal ini dilakukan untuk mengatasi segala masalah dan hambatan dalam pembelajaran online yang diantaranya yaitu komunikasi yang terkadang tidak berjalan dengan baik, dan materi tidak tersampaikan dengan baik karena adanya jaringan yang tidak stabil maka perlu diadakannya diskusi yaitu metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya serta adanya penugasan yang diberikan oleh guru sehingga peserta dapat belajar lebih banyak lagi diluar jam pembelajaran, dikarenakan waktu pembelajaran online hanya diselenggarakan dalam kurung waktu (40 menit). Pembelajran online yang telah dilakukan menuai hasil yang baik dengan jumlah presentasi 80% siswa hadir serta aktif dalam pembelajaran online. Siswa 11 IPA terdiri dari 57 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas yakni kelas II IPA 1 dengan jumlah siswa 27 yang terdiri dari siswa laki-laki 13, siswa perempuan 14 dan kelas II IPA 2 dengan jumlah siswa 30 yang terdiri dari siswa laki-laki 14, siswa perempuan 16. Data ini peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan guru PAI di SMA X, peneliti juga menyimpulkan pembelajaran online berjalan dengan baik dan tepat hal ini berdasarkan penyebaran kuesioner secara tertutup melalui google form. Dengan jumlah total 10 pertanyaan atribut, yang meliputi pertanyaan terkait pelaksanaan pembelajaran online.
Model Pembelajaran Integratif untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi Covid-19 Bitari Widia Sari; Dedih Surana
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No.1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.235 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v2i1.988

Abstract

Abstract. This research is based on the background of the Covid-19. Almost all aspects of life have changed, one of which is in the field of education. All schools must carry out learning activities at home or often referred to as online learning, including at SMA Negeri X. Online learning is a new thing done by teachers and students, so here teachers must be smarter in choosing learning models so that learning objectives are still perfectly conveyed. The integrative learning model is very effective as a learning program for the above problems. Because the integrative model can link or combine two fields of study at once in one meeting. So that this learning model does not put too much pressure on the psyche of students with the many tasks given by the teacher. The objectives to be generated in this research are of course in addition to the results of this research, it can be useful so that it can be a reference for research materials that can be carried out in the future. Furthermore, further studies are carried out on the object of study that the author examines. Can provide new things for other schools that the integrative model is more effectively used as a learning model during the COVID-19 pandemic, and can also be used after the COVID-19 pandemic has been completed (face-to-face learning/PTM). Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya peristiwa Covid-19. Hampir seluruh aspek kehidupan mengalami perubahan, salah satunya dalam bidang pendidikan. Semua sekolah harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah atau sering disebut dengan pembelajaran online, termasuk di SMA Negeri X. Pembelajaran online merupakan hal yang baru dilakukan oleh guru dan siswa, maka disini guru harus lebih cerdas dalam memilih model pembelajaran agar tujuan pembelajaran tetap tersampaikan dengan sempurna. Model pembelajaran integratif sangat efektif sebagai program pembelajaran untuk permasalahan di atas. Karena model integratif dapat menghubungkan atau menggabungkan dua bidang studi sekaligus dalam satu pertemuan. Sehingga model pembelajaran ini tidak terlalu membebani psikis siswa dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh guru. Tujuan yang ingin dihasilkan dalam penelitian ini tentunya selain hasil penelitian ini dapat bermanfaat sehingga dapat menjadi acuan bahan penelitian yang dapat dilakukan dimasa yang akan datang. Selanjutnya dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap objek penelitian yang penulis kaji. Dapat memberikan hal baru bagi sekolah lain bahwa model integratif lebih efektif digunakan sebagai model pembelajaran pada masa pandemi COVID-19, dan juga dapat digunakan setelah pandemi COVID-19 selesai (pembelajaran tatap muka/PTM).
Penggunaan Teknik Melukis Inkonvensional untuk Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anak Kelompok B di TKQ X (Penelitian Tindakan Kelas) Hamidah Fadlilah; Dedih Surana
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 1, No.1, Juli 2021, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.378 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.v1i1.12

Abstract

Abstract. This class action research was carried out based on the problems that emerged in group B children in the X Al-Qur'an Kindergarten, namely the undeveloped ability of children's creativity. Children have not been able to express their ideas in making a painting. Follow-up from these problems, the need for a learning that can stimulate children's creativity. Researchers design learning activities using unconventional painting techniques (close techniques) to enhance the creativity abilities of group B children using classroom action research methods. The purpose of this study include: to find out how the initial conditions of children's creativity ability before the action using unconventional techniques, knowing the process or stages of increasing children's creativity ability using unconventional painting techniques, and knowing the results of using unconventional painting techniques to enhance the creativity of group B children in the Kindergarten of the Qur'an X. The subjects in this study were group B children of X Al-Qur'an Kindergarten with a total of 10 children. The end result of children's creativity ability shows a significant increase after the application of unconventional painting techniques. This can be seen from the ability of children's creativity that has improved from the initial condition, in the pre-cycle 80% of children fall into the category of Not Developing (BB) and 20% of children belong to the category of Starting to Develop (MB). At the end of Cycle 1, 70% of children were in the Underdeveloped (BB) category and 30% of children were in the Start Development (MB) category, at the end of Cycle 2, 40% of children were in the Developing According to Expectation (BSH) category, 30% of children were categorized as Starting Developing (MB), and 30% of children are in the Underdeveloped (BB) category, at the end of cycle 3, 40% of children are in the Very Good Development (BSB) category, 30% are in the Developmental Expectancy (BSH) category and 30% of children are in the category of Start Developing (MB). Based on the results of this study, painting activities using unconventional painting techniques can be used as one of the learning methods that can be used to improve children's creativity. Abstrak. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang muncul pada anak kelompok B di TKQ X yaitu belum berkembangnya kemampuan kreativitas anak. Anak belum mampu untuk menuangkan ide-idenya dalam membuat sebuah lukisan. Tindak lanjut dari permasalah tersebut, diperlukannya suatu pembelajaran yang dapat menstimulus kemampuan kreativitas anak. Peneliti merancang kegiatan pembelajaran menggunakan teknik melukis inkonvensional (teknik tutup) untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak kelompok B dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini antara lain: untuk mengetahui bagaimana kondisi awal kemampuan kreativitas anak sebelum dilakukkanya tindakan menggunakan teknik inkonvensional, mengetahui proses atau tahapan-tahapan peningkatan kemampuan kreativitas anak menggungakan teknik melukis inkonvensional, dan mengetahui hasil penggunaan teknik melukis inkonvensional untuk meningkatkan kreativitas anak kelompok B di TK-Q X. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B TKQ X yang berjumlah 10 anak. Hasil akhir kemampuan kreativitas anak menunjukan peningkatan yang cukup segnifikan setelah diterapkannya teknik melukis inkonvensional. Hal ini dapat terlihat dari kemampaun kreativitas anak yang sudah meningkat dari kondisi awal, pada pra siklus 80% anak masuk kedalam kategori Belum Berkembang (BB) dan 20% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB). Pada akhir siklus 1, 70% anak masuk kategori Belum Berkembang (BB) dan 30% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB), pada akhir siklus 2, 40% anak masuk kategori Berkembang Sesuai Harapa (BSH), 30% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB), dan 30% anak masuk kategori Belum Berkembang (BB), pada akhir siklus 3, 40% anak masuk kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 30% masuk kategori Berkembang sesuai Harapan (BSH) dan 30% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB). Berdasarkan hasil penelitian ini, kegiatan melukis menggunakan teknik melukis inkonvensional dapat digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak.
Analisis tentang Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Kitab Ta'lim Muta'allim Sri Wulandari Mazith; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.384 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1695

Abstract

Abstract. Education is one means by which human qualities or qualities are developed and improved. It can also create good human resources, for there is learning that teaches men to know something previously unknown. Education thus plays an important role in creating good human resources. In doing so, the success of the learning process is not fully accomplished, which means that the learning process is not fully accomplished, and often there are constraints in the performance, one of the obstacles in the learners, the obstacle to the learners in between is laziness, lack of the spirit of learning and various other constraints. Therefore there needs to be an explanation of the principles for learning in the learning process in order to accomplish the optimal learning process. The purpose of this study to analyze: (1) the systems of the principles of learning according to the book of ta 'lim muta 'allim, (2) the principles of learning according to experts, (3) the implications of the principles of learning according to the book of ta 'lim muta 'allim. The type of research used in this study is a qualitative approach, it includes the kind of decision study (library research) with the object of the books, as well as the other subjects of the study. Based on the results of this study, the principles of disciple learning in the learning process according to the book of ta 'lim muta 'allim as follows: (1) that success of learning can be obtained with earnestness, (2) that success can be achieved with perseverance, (3) that success can be achieved with high ideals, (4) that success can be achieved by an intellectual approach, (5) reaching that success must be by a spiritual approach. Abstrak. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas atau mutu manusia. Selain itu pendidikan juga dapat menciptakan sumber daya manusia yang baik, karena di dalamnya terdapat pembelajaran yang mengajarkan manusia agar mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Dengan demikian pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang baik. Dalam pelaksanaanya keberhasilan proses belajar belum tercapai dengan optimal artinya proses pembelajaran saat ini belum sepenuhnya tercapai dengan baik, sering kali terjadi kendala dalam pelaksanaannya, salah satu kendala tersebut terjadi pada peserta didik, kendala yang terjadi pada peserta didik ini diantaranya adalah kemalasan, kurangnya giroh/semangat belajar dan berbagai macam kendala yang lainnya. Oleh karena itu perlu adanya penjelasan mengenai prinsip-prinsip belajar murid dalam proses pembelajaran agar tercapainya proses pembelajaran yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: (1) Sistematika Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Kitab Ta’lim Muta’allim, (2) Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Para Ahli, (3) Implikasi Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Kitab Ta’lim Muta’allim. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, penelitian ini termasuk kepada jenis penelitian kepustakan (library research) dengan obyek kitab-kitab, serta lainnya yang berkaitan dengan obyek kajian. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip belajar murid dalam proses pembelajaran menurut Kitab Ta’lim Muta’allim sebagai berikut: (1) Keberhasilan belajar itu dapat diperoleh dengan Kesungguhan, (2) Keberhasilan itu dapat diperoleh dengan Ketekunan, (3) Keberhasilan itu dapat di peroleh dengan memiliki Cita-cita Tinggi, (4) Mencapai keberhasilan itu harus melalui pendekatan Intelektual, (5) Mencapai keberhasilan itu harus melalui pendekatan Spiritual.
Pemanfaatan Aplikasi Microsoft Teams sebagai Media Pembelajaran Daring dalam Program Tahfidz Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu Assaidiyah Irennisa Aulia Firdaus; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.946 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2010

Abstract

Abstrack. This research is about how to use a digital application for learning tahfidzul Qur'an, as a result of the outbreak of the covid-19 virus and causing human activities around the world to turn completely digital and online. This includes the tahfidz class at an Islamic boarding school by utilizing the team's application Microsoft as an online learning tool. On this basis, this research focuses on "Utilization of the Microsoft Teams Application as an Online Learning Media in the Tahfidz Program for Class 6 Students of SDIT Assaidiyah"The aims of this study are: First, to find out the tahfidz learning method using the Microsoft Teams application. Second, to find out the level of student memorization when using the Microsoft Teams application. Third, to find out the obstacles in using the Microsoft Teams application in the tahfidzul Qur'an program. This research was conducted using qualitative methods through field research with the research subject being a tahfidz Qur'an teacher at SDIT Assaidiyah and the object of the research was a class 6 student at SDIT Assaidiyah. The results of this study are: First, the teaching method used is the Tilawatil and murajaah methods, using the ros tone of Qory Imam from Kuwait Mishary Rashid Alafasy. Technical learning by opening Microsoft Teams and then inviting students and everything goes like the face-to-face learning process. Second, the use of the Microsoft Teams application for memorization classes according to the students did not significantly increase their memorization level, with details of the four students interviewed, only one person considered the use of the Microsoft Teams application to increase their memorization rapidly. Even so, the use of the application Microsoft Teams makes it easier for the teacher to supervise and the level of students' memorization progress. Currently, the majority of students' memorization from class 6 of SDIT Assaidiyah is in juz 30 and 29. Third, the main problem experienced when using the application of Microsoft Teams is the slow network and causes communication between students and teachers to be hampered, so students prefer tahfidz classes to be held face-to-face rather than online. But for online applications, students prefer to use WhatsApp for their application media when depositing their memorization with the teacher. Abstrak. Penelitian ini tentang bagaimana pemanfaatan sebuah aplikasi digital untuk sebuah pembelajaran tahfidzul qur’an, sebagai dampak dari merebaknya virus covid-19 dan menyebabkan aktivitas manusia di seluruh dunia berubah menjadi serba digital dan daring. Termasuk dalam hal kelas tahfidz pada sebuah pesantren dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft teams sebagai sarana pembelajaran daring. Atas dasar itu penelitian ini berfokus pada “Pemanfaatan Aplikasi Microsoft Teams Sebagai Media Pembelajaran Daring Dalam Program Tahfidz Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu Assaidiyah.”Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, Untuk mengetahui metode pembelajaran tahfidz dengan menggunakan aplikasi Microsoft Teams. Kedua, Untuk mengetahui tingkat hafalan siswa ketika memakai aplikasi Microsoft Teams. Ketiga, Untuk mengetahui hambatan dalam pemanfaatan aplikasi Microsoft Teams pada program tahfidzul qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui penelitian lapangan dengan subjek penelitian adalah guru tahfidz qur’an SDIT Assaidiyah dan objek penelitiannya adalah siswa kelas 6 SDIT Assaidiyah. Hasil Penelitian ini adalah: Pertama, Metode pengajaran yang digunakan adalah metode tilawatil dan murajaah, dengan menggunakan nada ros dari Qory Imam asal Kuwait Mishary Rashid Alafasy. Teknis pembelajaran dengan membuka microsoft teams kemudian mengundang peserta didik dan semua berjalan seperti dengan proses membelajaran tatap muka. Kedua, Penggunaan aplikasi microsoft teams untuk kelas hapalan menurut para siswa tidak terlalu membuat tingkat hapalan mereka meningkat pesat, dengan rincian dari empat siswa yang diwawancarai, hanya satu orang yang menganggap penggunaan aplikasi microsoft teams membuat hapalannya meningkat pesat. Meskipun begitu, penggunaan aplikasi Microsoft Teams membuat pihak guru lebih gampang dalam melakukan pengawasan dan tingkat kemajuan hapalan para siswa. Saat ini mayoritas hapalan para siswa dari kelas 6 SDIT Assaidiyah ada di juz 30 dan juz 29. Ketiga, Masalah utama yang dialami Ketika menggunakan aplikasi Microsoft Teams adalah jaringan yang lambat dan menyebabkan komunikasi antara siswa dan guru terhambat, sehingga siswa lebih menginginkan kelas tahfidz diadakan secara langsung melalui tatap muka dibandingkan daring. Tetapi untuk aplikasi daring para siswa lebih menyarankan untuk menggunakan WhatsApp untuk media aplikasi mereka ketika menyetorkan hapalannya kepada guru.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kedisiplinan Anak dalam Pengamalan Ibadah Sholat Fardhu Fiska Maharani; Dedih Surana; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.978 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2159

Abstract

Abstract. This research is based on the many phenomena in society about the lack of discipline in children in practicing fardhu prayers, so parents are obliged to provide an ideal parenting pattern to discipline children in their prayers, because parents have a very important role to provide understanding to children as the main provision. This study aims to determine the parenting pattern of parents, the discipline of children in the practice of praying fardhu prayers, and looking for the influence of parenting patterns on children's discipline in the practice of praying fardhu prayers. The method used in this study is a quantitative, descriptive research method. The sample technique taken by the author is purposive sampling, namely respondents for mothers and children aged 10-12 years with a total of 62 people. Based on the results of the study that parenting patterns are in the high category which is at intervals of 3,41-4,20, children's discipline in practicing fardhu prayer is included in the high criteria which is at intervals of 3,41-4,20. parenting style variables have a significant effect on children's discipline in practicing fardhu prayers. This statement is supported by the results of the t-test calculation with the tcount value greater than ttable and the sig value of the parenting style variable for children in the practice of praying fardhu prayer is less than 0.05. This shows that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the parenting style variable has a significant effect on children in practicing fardhu prayers. Abstrak. Penelitian ini didasari atas banyaknya fenomena di masyarakat tentang kurangnya kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu, sehingga orang tua wajib memberikan pola asuh yang ideal untuk mendisplinkan anak dalam ibadah sholatnya, karena orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak sebagai bekal utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua, kedisiplinan anak dalam pengamalam ibadah sholat fardhu, dan mencari besar pengaruh pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, deskriptif. Teknik sampel yang diambil penulis adalah purposive sampling, yaitu responden untuk ibu dan anak yang memiliki rentan usia 10 hingga 12 tahun dengan jumlah keseluruhan yaitu 62 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pola asuh orang tua berada pada kategori baik yang berada pada interval 3,41-4,20, kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu masuk pada kriteria baik karena interval 3,41-4,20. variabel pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap anak dalam kedisiplinan ibadah sholat fardhu. Pernyataan ini didukung dari hasil perhitungan uji t dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel serta nilai sig variabel pola asuh orang tua terhadap anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan anak dalam mengamalan ibadah sholat fardhu.
Implementasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam secara Daring di Kelas VIII SMP Alam Bandung Syifa Latifah Amatulloh; Dedih Surana; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.182 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2171

Abstract

Abstract. When the emergence of the Covid-19 outbreak that hit Indonesia today triggered various challenges in terms of life, but no exception for the world of education. Especially in the study of the History of Islamic Culture that must be known and practiced by educators. SMP Alam Bandung is one of the schools that use online learning system as an alternative to this pademi condition. Therefore, the author is encouraged to conduct research that aims to find out the learning process of Islamic Cultural History online in class VIII of Alam Bandung Junior High School which includes planning, implementation, and evaluation in class VIII of Alam Bandung Junior High School. This research is a field study to collect the necessary data on online SKI learning in class VIII of Bandung Alam Junior High School. This research uses a qualitative approach, with a descriptive data approach. The object in this study is the process of learning SKI online in class VII Smp Alam Bandung. The data collection techniques in this study use several techniques, namely observation, interview and documentation. Based on the results of the data analysis obtained, the conclusion that online SKI learning in class VIII of Smp Alam Bandung includes planning, implementation, and evaluation. Learning is done through media that are often used by other educators, namely zoom meeting applications with RPP specifically called lesson plans and using a special curriculum. Educators deliver material with lecture methods, literacy, power points, and video. Supporting factors for online SKI learning can be to know the sophistication of technology, creative in teaching and the unlimited space and time be it factors from educators, learners and parents. While the inhibiting factors of ski learning online include internet access, interference in electronics used, lack of learning exploration, and supervision and assessment of educators to learners. Abstrak. Ketika munculnya wabah Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini memicu berbagai tantangan dalam segi kehidupan, akan tetapi tidak terkecuali untuk dunia pendidikan. Khususnya pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang harus diketahui serta diamalkan oleh pendidik. SMP Alam Bandung merupakan salah satu sekolah yang memakai sistem pembelajaran secara daring sebagai alternatif pada kondisi pademi ini. Karena hal itu penulis terdorong melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam secara daring di kelas VIII SMP Alam Bandung yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi di kelas VIII SMP Alam Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan untuk mengumpulkan data- data yang diperlukan mengenai pembelajaran SKI secara daring di kelas VIII Smp Alam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pendekatan data deskriptif. Objek dalam penelitian ini yaitu proses pembelajaran SKI secara daring di kelas VII Smp Alam Bandung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa Teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, kesimpulannya bahwa pembelajaran SKI secara daring di kelas VIII Smp Alam Bandung meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran dilakukan dengan melalui media yang sering digunakan oleh pendidik yang lain yaitu aplikasi zoom meeting dengan RPP yang khusus dinamakan lesson plan serta menggunakan kurikulum yang khusus. Pendidik menyampaikan materi dengan metode ceramah, literasi, power point, dan vidio. Faktor pendukung untuk pembelajaran SKI secara daring dapat mengetahui kecanggihan teknologi, kreatif dalam mengajar dan tidak terbatasnya ruang dan waktu baik itu faktor dari pendidik, peserta didik dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat pembelajaran SKI secara daring meliputi akses internet, gangguan dalam elektronik yang dipakai, kurangnya eksplorasi pembelajaran, serta pengawasan dan penilaian pendidik terhadap peserta didik.
Studi Deskriptif terhadap Pembelajaran Ilmu Tajwid Pola K.H. Saefudin Ahmad dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Yulia Annisa; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.963 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2369

Abstract

Abstract. Reading the Quran is the initial capital someone can understand the Quran. However, nowadays there are many studies which state that Muslims in Indonesia have not been able to read the Quran. This study aims to determine the concept of learning tajwid using the K.H. Saefudin Ahmad at Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung with the formulation of the problem: 1) How is the tajwid learning program using the K.H. Saefudin Ahmad?, 2) How is it implemented?, What is the learning method?, and 4) What are the advantages of learning tajwid using the K.H. Saefuddin Ahmad?. This study uses a qualitative descriptive method. The data analysis technique uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions/verification. Researchers as a key instrument. From the results of this study it was found that the learning process of tajwid in improving the ability to read the Qur'an at the Al-Falah Islamic Boarding School Dago Bandung was good, Santri and santriawati better understand and understand the learning of tajwid science and can apply the law of tajwid at the same time. Reciting Al-Qur'an. There are several programs to improve the ability to read the Qur'an of students including tadarus Quran, memorizing nadhom, class division, and evaluation of learning. The method applied is lecture, memorization, nadhom, individual tests and discussions. The advantages are that learning emphasizes the chapter on makharijul letters, varied nadhom and santri and santriawati must know the references to arguments from the law of recitation. Abstrak. Membaca al-Quran adalah modal awal seseorang bisa memahami al-Quran. Namun dewasa ini banyak penelitian yang menyatakan umat muslim di Indonesia belum bisa membaca al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pembelajaran ilmu tajwid dengan menggunakan pola K.H. Saefudin Ahmad di Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana program pembelajaran ilmu tajwid dengan menggunakan pola K.H. Saefudin Ahmad?; 2) Bagaimana pelaksanaannya?; Bagaimana metode pembelajarannya? dan 4) Apa saja keunggulan dari pembelajaran ilmu tajwid tersebut?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Adapun teknik analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Peneliti sebagai instrument kunci. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses pembelajaran ilmu tajwid dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung sudah baik, Santri dan santriawati lebih mengerti dan paham mengenai pembelajaran ilmu tajwid serta dapat menerapkan hukum ilmu tajwid tersebut pada saat membaca Al-Quran. Terdapat beberapa program untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran santri di antaranya yaitu tadarus Al-Qur’an, hafalan nadhom, pembagian kelas, serta evaluasi pembelajaran. Metode yang diterapkan menggunakan metode ceramah, hafalan, nadhom, tes individu dan diskusi. Adapun keunggulannya yaitu pembelajaran menekankan pada bab makharijul huruf, nadhom bervariatif serta santri dan santriawati harus mengetahui rujukan dalil dari hukum tajwid.
Implementasi Pembinaan Karakter Keagamaan pada Anggota Karang Taruna Dusun Cisitu Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang tahun 2022 Fadhil Febrian Ependi; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.266 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2681

Abstract

Abstract. Adolescence (the younger generation) is a period of transition from childhood to adulthood, where in the world they are being plagued by a very high sense of ego that really needs direction and guidance. Like those in Dusun Cisitu there are still some young people who spend their time doing things that are less useful, such as starting to try drugs and alcohol, fighting with parents, and lack of concern for others. Thus, through the Karang Taruna organization, it is hoped that they will be able to change the religious character, especially for Karang Taruna Dusun Cisitu members so that they are able to serve the community, and can realize the ideals of the nation and state. This study aims to determine the planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors of religious character building in members of Karang Taruna Dusun Cisitu Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang in 2022. The method used In this research is descriptive qualitative. Data collection technique; interviews, observations, and documentation. Data analysis technique; data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. The results showed that the Karang Taruna activities had run optimally and the results obtained were quite satisfactory. This is evidenced by the gradual changes in adolescents. Hoperfully with the existence of Karang Taruna activities, it can change the youth’s personality for the better. Abstrak. Masa remaja (generasi muda) adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa, dimana dalam dunia mereka sedang dirundung oleh rasa ego yang sangat tinggi yang sangat membutuhkan arahan dan bimbingan. Seperti yang ada di Dusun Cisitu masih ada sebagian pemuda yang menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti mulai mencoba narkoba dan minuman keras, pertengkaran melawan orang tua, dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, melalui organisasi Karang Taruna diharapkan mampu merubah karakter keagamaan, terkhusus pada anggota Karang Taruna Dusun Cisitu sehingga mereka mampu mengabdi kepada masyarakat, serta dapat mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter keagamaan pada anggota Karang Taruna Dusun Cisitu tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data; reduksi data, sajian data, dan verifikasi/penarikan/ penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan Karang Taruna sudah berjalan secara maksimal dan hasil yang diperoleh sudah cukup memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan secara berangsur-angsurnya perubahan-perubahan pada diri remaja ke arah yang lebih baik dan juga rasa keagamaan yang semakin erat dalam diri remaja. Semoga dengan selalu adanya kegiatan-kegiatan Karang Taruna bisa mengubah pribadi remaja lebih baik lagi.
Nilai-Nilai Al-Quran Surat Thaha Ayat 132 terhadap Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Agama Anak Rofiah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.531 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3155

Abstract

Abstract. Allah SWT revealed Surah Thaha verse 132. Allah commanded Rasulullah SAW in this verse so that he invites all family members to perform prayers. Based on this, there is a problem formulation, namely (1) What are the opinions of the commentators about the main content of the Al-Quran Surah Thaha verse 132? (2) What is the essence in the Quran? (3) How do experts view parental responsibility? on children's religious education in the Al-Quran Surah Tahaha verse 132? (4) What are the educational values and implications of Al-Quran Surah Thaha verse 132 on the responsibilities of parents in children's religious education? This study uses a descriptive-analytical method of collection technique, namely library research by examining in depth various interpretations. T has been regulated in law no. 1 of 1974 concerning the main points of marriage, article 45 paragraph 1, namely: "both parents are obliged to maintain and educate their children as well as possible". In this research, it was concluded that parents are responsible for the religious education of they children, one of which is to educate and foster children to establish prayers, in educating children to pray requires patience. The peak he achieved was the victory of the soul. The values in Surah Thaha verse 132 are (1) The head of the family is ordered by Allah to educate, foster, guide his family responsibilities in establishing prayer (2) In educating children or families to pray, patience is needed with earnest intentions (3 ) Allah will provide and fulfill all facilities also needs if parents have the intention and sincerity in educating their children. (4) Humans who endeavor with full sincerity in educating their children to pray, Allah will give the best reward.. Abstrak. Allah SWT menurunkan surat Thaha ayat 132. Allah memerintahkan kepada Rasulullah SAW pada ayat ini supaya beliau mengajak seluruh anggota keluarga untuk menunaikan salat. Berdasarkan tersebut maka terdapat rumusan masalah yaitu (1) Bagaiman pendapat para mufasir tentang pokok kandungan Al-Quran surat Thaha ayat 132? (2) Bagaimana esensi dalam Al-Quran? (3) Bagaimana pandangan para ahli tentang tanggung jawab orang tua? terhadap pendidikan agama anak dalam Al-Quran surat Thaha ayat 132? (4) Bagaimana nilai-nilai dan implikasi pendidikan Al-Quran surat Thaha ayat 132 terhadap tanggung jawab orang tua dalam pendidikan agama anak?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir, buku dan artikel. Telah diatur dalam undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang pokok-pokok perkawinan pasal 45 ayat 1, yaitu: “kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya”. Dari penelitian ini, diperoleh simpulan bahwa orang tua bertanggung jawab dalam pendidikan agama seorang anak, salah satunya yaitu untuk mendidik serta membina anak agar mendirikan sholat. Nilai-nilai dalam surat Thaha ayat 132 adalah (1) Kepala keluarga diperintahkan oleh Allah untuk mendidik, membina, membimbing tanggung jawab keluarga nya dalam mendirikan shalat (2) Dalam mendidik anak atau keluarga untuk shalat diperlukan kesabaran dengan niat yang sungguh-sungguh (3) Allah akan memberikan serta mencukupi segala fasikitas dan kebutuhan apabila orangtua memiliki niat dan kesungguhan dalam mendidik anak (4) Manusia yang berikhtiar dengan penuh kesungguhan dalam mendidik anaknya untuk melaksanakan shalat maka Allah akan memberikan balasan yang terbaik.
Co-Authors 10030220034, Shalma Muna Nabila Mansyur 10030220036, Geandra Nurfadillah Syahni Fasya Adam Alhafidz Ade Fajar Ananda Al Ghazal, Sobar Alfina Azzahra Alhamuddin Alia Mirajurrahmah Alya Detya Setiani Alya Fadhillah Hidayat Amani Mumtaz Amar Andewi Suhartini, Andewi Annida Asma Amanina Annisa Mustika Arianti, Ipah Arif Basyirurrohman Arif Hakim Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Ayi Sobarna Bitari Widia Sari Cintia Sari Kartika Cyka Putri Miryani Davit As'ari Devi, Shalsa Pramitha Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Dwi Nurtifa Eko Surbiantor Eko Surbiantoro Eva Puswani Fachrurozi Kamal, Muhamad Faqih Fadhil Febrian Ependi Farida Nahwa Pirdausi Fathu Rabbaniyah Al-Haq Fiska Maharani Fitroh Hayati Giantomi Muhammad Haditsa Qur'ani Nurhakim Haditsa Qur’ani Nurhakim Hamidah Fadlilah Hanafi, Nanda Handri, Handri Hasna Afifah Nuraini Helmi Aziz Heru Pratikno Huriah Rachmah Ibnu Adi Prasetyo Ibrahim Nurrasyid Faruqi Intan Surya Hadiatulloh Irennisa Aulia Firdaus Isna Ayu Nurmaidah Isna Ayu Nurmaidah Isna Khambali Listivia Yunanda Luthfi Nuzul Syahri Masnipal, Masnipal Mochammad Rochmat Muhamad Aldi Muhamad Fauzi Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Ikhsan Rizky Fadilla Muhammad Noor Fajri Muhammad Ridho Abdillah Muhardi Muslimah, Nurjanatim Nabilah Nuraini Nadri Taja Najla Nashirah Salma Nandang Ihwanuddin Nida Nur Rosiddah Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Putri Aliyya Maulani Reni Risma Nursolihat Riestha Sugianti rizki zakiah Rofiah Sabrina Arfa Andani Santika Dewi Pujianti Sanusi, Iwan Shabrina Nur Salsabila Sindi Mulyani Herdi Siti Ammirahmaini Siti Mariam Sobar Sobar Al Ghazal Sofy Octaviani Sri Wulandari Mazith Suhono Syifa Latifah Amatulloh Tari Rosidah Tri Yugo Tri Yugo Tri Yugo Ulfah Annisa Fatiyah Virga Novryansyah Widi Fachrunnisa Willy Fratama Yeni Ernia Yugo, Tri Yulia Annisa Zainab Nurazizah Zidna Zidan