Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors of BPD Deposit Interest Rate, Government Bank Deposit Interest Rate, Inflation Rate, Economic Growth (GDP), and Money Supply to the Rupiah Exchange Rate per US dollar in Indonesia for 2004 – 2021 Period Elsyan Rienette Marlissa; Zefanya Raghuel Riris Mamengko
International Journal of Accounting and Finance in Asia Pasific (IJAFAP) Vol 7, No 1 (2024): February 2024
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijafap.v7i1.2882

Abstract

The study aims to analyze the effect of the BPD Deposit Interest Rate Factor, Government Bank Deposit Interest Rate, Inflation Rate, economic growth, and money supply affecting the exchange rate of the rupiah per US dollar in 2004-2021 partially and simultaneously. The research method uses secondary data in the form of panel data and cross section for 18 years (quarterly data on 26 provinces in Indonesia). Literature survey research from BI, BPD, and BPS Center. Quantitative analysis method using multiple linear regression analysis tools. The results showed that (1) partially, the interest rate factor of Government Bank deposits, the money supply has a positive but insignificant effect on the exchange rate of the rupiah per US dollar. Regional Development Bank deposit interest rates, inflation rates, and economic growth have a negative but significant effect on the exchange rate of the rupiah per US dollar; and (2) simultaneously, the factors of interest rates on deposits of BPD, interest rates on deposits of Government Banks, inflation rates, economic growth, money supply have a significant effect on the exchange rate of rupiah per US dollar. An increase in interest rates on deposits of Government Banks and money supply, a decrease in interest rates on deposits of BPD, inflation rates, and economic growth will increase the exchange rate of rupiah (depreciated).
Literasi Keuangan Dan Manajemen Keuangan Pribadi Berbasis Nilai Kristiani Bagi Pemuda Gereja HKBP Rogate Waena Ressort Papua Halomoan Hutajulu; Richard Patty; Elsyan Rienette Marlissa; Zefanya Raghuel Riris Mamengko; Ema Lasria Hutasoit
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7448

Abstract

Literasi keuangan menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya penggunaan layanan keuangan. Rendahnya pemahaman pengelolaan keuangan menyebabkan perilaku konsumtif, rendahnya kebiasaan menabung, dan lemahnya perencanaan keuangan jangka panjang. Pemuda Gereja HKBP Rogate Waena Ressort Papua juga menghadapi tantangan serupa sehingga diperlukan edukasi keuangan yang mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani seperti disiplin, integritas, dan stewardship dalam pengelolaan keuangan pribadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemuda gereja dalam mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, simulasi, praktik penyusunan anggaran, pencatatan arus kas, edukasi investasi sederhana, serta evaluasi menggunakan kuesioner terhadap 19 peserta. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyampaian materi, praktik pengelolaan keuangan pribadi, monitoring, dan evaluasi perubahan perilaku keuangan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan, kebiasaan menabung, pengendalian pengeluaran, dan kewaspadaan terhadap investasi ilegal serta pinjaman online. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat capaian kegiatan sebesar 91,89% dengan kategori sangat baik. Integrasi nilai Kristiani memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter finansial peserta, terutama dalam aspek tanggung jawab, kejujuran, dan disiplin. Kegiatan ini juga menghasilkan model edukasi keuangan berbasis gereja untuk mendukung pembinaan berkelanjutan dan kemandirian ekonomi pemuda gereja.