Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN MASLAHAH MURSALAH TERHADAP PENENTUAN PERWALIAN ANAK DILUAR NIKAH (Studi Kasus Kantor Urusan Agama Sidomukti Kota Salatiga) Jihan Al Layyinah; Asfa Widiyanto; Sukron Ma'mun
SAMAWA Vol 6 No 1 (2026): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the application of the concept of maslahah mursalah in determining lineage and determining marriage guardians for children born out of wedlock by officials at the Office of Religious Affairs (KUA). This focus is emphasized from the outset to observe how considerations of maslahah are used in Islamic legal practice when cases arise that are not explicitly explained in the texts. The study uses a qualitative, descriptive-empirical approach through observation, interviews, and documentation, and is strengthened by a review of Islamic legal regulations and literature, Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, and the Compilation of Islamic Law (KHI). The results show that KUA officials prioritize a careful, dialogical, and maslahah-oriented approach in determining lineage status and determining marriage guardians. These considerations are directed at balancing Islamic legal norms with the practical needs of the community, so that decisions are made in line with positive regulations as well as the values ​​of maqāṣid al-syarī‘ah. The use of maslahah mursalah serves as a basis for ensuring that decisions are beneficial and avoid harm, without the need for lengthy theoretical explanations. This finding shows that the concept of maslahah mursalah remains relevant and applicable in contemporary Islamic legal practice, especially in the KUA environment which deals directly with the social dynamics of society. Keywords: Maslahah Mursalah, KUA, Marriage Guardian, Children Out of Wedlock
Integrasi Maqasid Syariah dan Metode Penetapan Hukum Islam: Analisis Kritis Terhadap Dinamika Hukum jihan Al Layyinah
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v14i1.4518

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi maqashid syariah dan metode penetapan hukum Islam dalam merespons dinamika kontemporer. Permasalahan utama terletak pada kesenjangan antara maqashid sebagai tujuan normatif dan praktik ijtihad yang masih cenderung tekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan serta analisis deskriptif-analitis terhadap literatur ushul fiqh dan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqashid syariah tidak hanya berfungsi sebagai tujuan hukum, tetapi juga sebagai kerangka metodologis dalam ijtihad. Integrasi ijtihad istinbati dan tatbiqi, serta pendekatan ta’lili dan istislahi, memungkinkan lahirnya hukum yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi maqashid syariah dalam metode penetapan hukum merupakan kebutuhan mendesak agar hukum Islam tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penegasan maqashid syariah sebagai kerangka metodologis aktif dalam proses ijtihad, bukan sekadar tujuan normatif, serta pada upaya mengintegrasikan secara sistematis ijtihad istinbati dan tatbiqi dalam satu model penetapan hukum yang adaptif dan kontekstual.