Ni Made Diantari Pratiyaksi
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis peran modul ajar Kurikulum merdeka dalam penerapan profil Pancasila terhadap pembentukan karakter siswa SMP terkait Tri Hita Karana Ni Made Diantari Pratiyaksi; I Wayan Suja; Ni Made Diantari Pratiyaksi; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i12.2024.23

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran modul ajar Kurikulum Merdeka dalam mendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila (PPP) dan nilai-nilai konsep Tri Hita Karana (THK) di SMP Negeri 2 Negara. Modul ajar dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek (P5), yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti beriman, bertaqwa, berkebhinekaan global, gotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Nilai-nilai THK yaitu Parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan manusia dengan manusia), dan Palemahan (hubungan manusia dengan lingkungan), diadaptasi untuk memperkuat karakter siswa dengan dimensi PPP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan kuesioner kepada guru. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai THK dalam modul ajar Kurikulum Merdeka telah membantu siswa mengembangkan sikap religius, tolerannsi, gotong royong, mandiri, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Namun, tantangan tetap ditemukan seperti keberagaman karakter siswa, jumlah siswa yang besar, serta keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menyimpuulkan bahwa kolaborasi antarar nilai-nilai THK dan dimensi PPP dalam Kurikulum Merdeka mampu membentuk karakter siswa yang holistik, meskipun memerlukan pendekatan inovatif untuk menghadapi kendala implementasi.