Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu pendorong utama terjadinya disrupsi dalam dunia kerja dan organisasi modern. Transformasi digital yang dipercepat oleh AI tidak hanya mengubah struktur pekerjaan, tetapi juga memengaruhi pola kompetensi, produktivitas, serta strategi pengelolaan sumber daya manusia. Berbagai studi terbaru menunjukkan bahwa penerapan AI mampu meningkatkan efisiensi organisasi dan produktivitas karyawan, sekaligus menuntut perubahan mendasar dalam pengelolaan human capital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi human capital dalam menghadapi disrupsi teknologi dan AI dengan menggunakan pendekatan studi literatur berbasis sumber ilmiah terkini (2022–2026). Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap jurnal akademik, laporan lembaga global, serta penelitian empiris yang relevan dengan transformasi manajemen sumber daya manusia di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI tidak sepenuhnya menggantikan tenaga kerja, melainkan menggeser kompetensi dan meningkatkan kebutuhan keterampilan baru. AI juga terbukti meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang kerja baru, meskipun berpotensi mendisrupsi sebagian pekerjaan dalam jangka pendek. Strategi utama pengelolaan human capital meliputi reskilling dan upskilling, integrasi human-centered AI, serta pemanfaatan data analitik dalam keputusan SDM. Keberhasilan implementasi AI bergantung pada kesiapan organisasi membangun budaya belajar berkelanjutan, adaptabilitas, dan kolaborasi manusia-teknologi. Investasi pada pengembangan human capital menjadi kunci keberhasilan integrasi AI dan keberlanjutan organisasi. Kesimpulannya, strategi human capital yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan sangat krusial, dan organisasi yang mampu mengintegrasikan AI dengan pengembangan SDM secara strategis akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat.