Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Adaptasi Budaya Ekspatriat di Perusahaan Farmasi Global: Studi Literatur pada Pfizer dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Arlita Putria; Divfa Saputra; Robert Tua Barasa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan merangkum hasil-hasil dari berbagai studi sebelumnya tentang tantangan dan metode adaptasi budaya bagi para ekspatriat. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis bagaimana relevansi hasil tersebut berkaitan dengan praktik pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan-perusahaan farmasi global seperti Pfizer. Tujuan utamanya adalah menemukan celah penelitian yang berkaitan dengan kurangnya studi yang mengaitkan perspektif SDM secara menyeluruh dalam konteks industri farmasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan analisis kritis. Data dikumpulkan dari artikel jurnal yang terindeks (Scopus, SINTA), buku, dan laporan industri yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Teknik analisis yang diterapkan meliputi analisis konten, analisis komparatif, dan sintesis untuk menyatukan hasil-hasil kunci. Sintesis dari literatur menemukan lima tantangan utama yang dihadapi ekspatriat, culture shock, hambatan bahasa, perbedaan norma pekerjaan, keterasingan sosial, dan kurangnya dukungan dari keluarga. Sementara itu, strategi adaptasi yang paling berhasil termasuk pelatihan lintas budaya yang menyeluruh, dukungan organisasi yang berkelanjutan, program pembimbingan, pengembangan kecerdasan emosional, dan keterlibatan aktif keluarga. Analisis kritis menunjukkan bahwa keberhasilan strategi tersebut sangat dipengaruhi oleh konteks industri dan tahap penempatan. Penelitian sebelumnya masih terpisah-pisah dan belum secara khusus membahas dinamika ekspatriat dalam perusahaan farmasi yang menghadapi tuntutan regulasi dan etika yang tinggi seperti Pfizer.
Pengaruh Job Satisfaction dan Career Development terhadap Turnover Intention yang Dimediasi oleh Work Engagement pada Perusahaan Pertambangan Robert Tua Barasa; Tissa Aulia Damayanti; Marissa Pusparini; C Christianingrum
MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/0885hj24

Abstract

Significant turnover intention represents a strategic challenge in the mining industry, which relies heavily on competent human resources. This study investigates the influence of job satisfaction and career development on turnover intention, with work engagement serving as a mediating variable. Using a quantitative design, data were collected from 220 respondents and analyzed through Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings confirm that job satisfaction and career development positively and significantly enhance work engagement. Furthermore, job satisfaction demonstrates a significant direct effect in reducing turnover intention. In contrast, career development does not show a significant direct influence on employees’ intention to leave the organization. Importantly, work engagement emerges as a crucial mediating mechanism linking job satisfaction and career development to lower turnover intention. These results imply that organizational interventions focused on satisfaction and career development are likely to be more effective when accompanied by efforts to strengthen employee engagement. The study contributes theoretically by enriching organizational behavior literature and offers practical implications for mining industry HR managers in designing more effective and sustainable employee retention strategies centered on enhancing work engagement.