Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Investasi Sektor Kesehatan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional: Studi Literatur Dekade Terakhir Renny Anggraini; Bertua Novita Ayu; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8513

Abstract

Investasi di sektor kesehatan merupakan salah satu faktor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional karena berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, serta kesejahteraan masyarakat. Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian terhadap hubungan antara pengeluaran kesehatan dan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat, khususnya di negara berkembang yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan dan efisiensi anggaran. Meskipun demikian, efektivitas investasi kesehatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masih menjadi perdebatan, terutama terkait dengan kemampuan pemerintah dalam mengelola anggaran kesehatan secara optimal serta dampaknya terhadap peningkatan output ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas investasi sektor kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan naratif terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2016–2026. Analisis difokuskan pada hubungan antara pengeluaran kesehatan, peningkatan indikator kesehatan masyarakat, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi sektor kesehatan secara umum memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan kualitas tenaga kerja. Namun, efektivitas investasi tersebut dipengaruhi oleh efisiensi pengelolaan anggaran, kualitas sistem pelayanan kesehatan, serta kebijakan pemerintah yang diterapkan. Oleh karena itu, investasi kesehatan perlu didukung oleh strategi yang tepat agar mampu memberikan dampak optimal bagi pembangunan ekonomi nasional.
Analisis Kesenjangan Keterampilan (Skill Gap) SDM IT Rumah Sakit dalam Menghadapi Interoperabilitas Data Kesehatan (SATUSEHAT) Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8727

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong rumah sakit untuk menerapkan interoperabilitas data melalui platform SATUSEHAT sebagai upaya integrasi data kesehatan nasional. Dalam implementasinya, rumah sakit menggunakan berbagai sistem dan aplikasi pelayanan kesehatan yang membutuhkan interoperabilitas agar pertukaran data dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Namun, keberhasilan implementasi interoperabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, terutama kesenjangan keterampilan (skill gap) sumber daya manusia (SDM), baik pada tenaga teknologi informasi maupun tenaga kesehatan non-IT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan keterampilan SDM rumah sakit dalam mendukung interoperabilitas data kesehatan serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dari berbagai penelitian terkait interoperabilitas kesehatan, sistem informasi rumah sakit, dan pengembangan SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan kompetensi dalam integrasi sistem, standar HL7 FHIR, keamanan data, dan literasi digital menjadi hambatan utama implementasi interoperabilitas data kesehatan. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi, ketimpangan kapasitas antar fasilitas pelayanan kesehatan, serta belum optimalnya tata kelola sistem informasi turut memengaruhi keberhasilan implementasi SATUSEHAT. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi skill gap meliputi kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, pemerintah, peneliti, dan tenaga kesehatan dalam pengembangan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan kebijakan transformasi digital kesehatan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan interoperabilitas data kesehatan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan SDM, organisasi, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.
Strategi Mitigasi Risiko Finansial Akibat Penyakit Katastropik dalam Sistem Asuransi Sosial: Review Literatur Renny Anggraini; Bertua Novita Ayu; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9208

Abstract

Penyakit katastropik merupakan salah satu penyebab utama tingginya beban pembiyaan dalam sistem asuransi sosial kesehatan, karena memerlukan biaya pengobatan yang besar dan berkelanjutan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko finansial baik bagi individu maupun penyelenggara asuransi kesehatan, terutama dalam menjaga keberlanjutan sistem pembiayaan. Tanpa strategi mitigasi yang tepat, peningkatan klaim akibat penyakit katastropik dapat menyebabkan defisit anggaran serta menurunkan efektivitas sistem asuransi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi risiko finansial akibat penyakit katastropik dalam sistem asuransi sosial melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dengan sumber yang bersifat open access. Analisis difokuskan pada jenis penyakit katastropik, dampak finansial terhadap sistem asuransi, serta strategi mitigasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren peningkatan penyakit katastropik, seperti penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan beban pembiayaan dan risiko defisit dalam sistem asuransi sosial kesehatan. Strategi mitigasi yang efektif meliputi penguatan layanan promotif dan preventif, penerapan manajemen penyakit kronis, pengendalian biaya melalui sistem pembayaran, serta penguatan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulannya, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi antar pemangku kepentingan agar sistem asuransi sosial tetap stabil dan mampu memberikan perlindungan kesehatan secara optimal.