Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efektivitas Investasi Sektor Kesehatan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional: Studi Literatur Dekade Terakhir Renny Anggraini; Bertua Novita Ayu; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8513

Abstract

Investasi di sektor kesehatan merupakan salah satu faktor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional karena berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, serta kesejahteraan masyarakat. Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian terhadap hubungan antara pengeluaran kesehatan dan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat, khususnya di negara berkembang yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan dan efisiensi anggaran. Meskipun demikian, efektivitas investasi kesehatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masih menjadi perdebatan, terutama terkait dengan kemampuan pemerintah dalam mengelola anggaran kesehatan secara optimal serta dampaknya terhadap peningkatan output ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas investasi sektor kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan naratif terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2016–2026. Analisis difokuskan pada hubungan antara pengeluaran kesehatan, peningkatan indikator kesehatan masyarakat, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi sektor kesehatan secara umum memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan kualitas tenaga kerja. Namun, efektivitas investasi tersebut dipengaruhi oleh efisiensi pengelolaan anggaran, kualitas sistem pelayanan kesehatan, serta kebijakan pemerintah yang diterapkan. Oleh karena itu, investasi kesehatan perlu didukung oleh strategi yang tepat agar mampu memberikan dampak optimal bagi pembangunan ekonomi nasional.
Analisis Kesenjangan Keterampilan (Skill Gap) SDM IT Rumah Sakit dalam Menghadapi Interoperabilitas Data Kesehatan (SATUSEHAT) Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8727

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong rumah sakit untuk menerapkan interoperabilitas data melalui platform SATUSEHAT sebagai upaya integrasi data kesehatan nasional. Dalam implementasinya, rumah sakit menggunakan berbagai sistem dan aplikasi pelayanan kesehatan yang membutuhkan interoperabilitas agar pertukaran data dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Namun, keberhasilan implementasi interoperabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, terutama kesenjangan keterampilan (skill gap) sumber daya manusia (SDM), baik pada tenaga teknologi informasi maupun tenaga kesehatan non-IT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan keterampilan SDM rumah sakit dalam mendukung interoperabilitas data kesehatan serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dari berbagai penelitian terkait interoperabilitas kesehatan, sistem informasi rumah sakit, dan pengembangan SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan kompetensi dalam integrasi sistem, standar HL7 FHIR, keamanan data, dan literasi digital menjadi hambatan utama implementasi interoperabilitas data kesehatan. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi, ketimpangan kapasitas antar fasilitas pelayanan kesehatan, serta belum optimalnya tata kelola sistem informasi turut memengaruhi keberhasilan implementasi SATUSEHAT. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi skill gap meliputi kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, pemerintah, peneliti, dan tenaga kesehatan dalam pengembangan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan kebijakan transformasi digital kesehatan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan interoperabilitas data kesehatan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan SDM, organisasi, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.
Strategi Mitigasi Risiko Finansial Akibat Penyakit Katastropik dalam Sistem Asuransi Sosial: Review Literatur Renny Anggraini; Bertua Novita Ayu; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9208

Abstract

Penyakit katastropik merupakan salah satu penyebab utama tingginya beban pembiyaan dalam sistem asuransi sosial kesehatan, karena memerlukan biaya pengobatan yang besar dan berkelanjutan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko finansial baik bagi individu maupun penyelenggara asuransi kesehatan, terutama dalam menjaga keberlanjutan sistem pembiayaan. Tanpa strategi mitigasi yang tepat, peningkatan klaim akibat penyakit katastropik dapat menyebabkan defisit anggaran serta menurunkan efektivitas sistem asuransi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi risiko finansial akibat penyakit katastropik dalam sistem asuransi sosial melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dengan sumber yang bersifat open access. Analisis difokuskan pada jenis penyakit katastropik, dampak finansial terhadap sistem asuransi, serta strategi mitigasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren peningkatan penyakit katastropik, seperti penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan beban pembiayaan dan risiko defisit dalam sistem asuransi sosial kesehatan. Strategi mitigasi yang efektif meliputi penguatan layanan promotif dan preventif, penerapan manajemen penyakit kronis, pengendalian biaya melalui sistem pembayaran, serta penguatan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulannya, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi antar pemangku kepentingan agar sistem asuransi sosial tetap stabil dan mampu memberikan perlindungan kesehatan secara optimal.
Penerapan Ekonomi Kesehatan dalam Pengambilan Keputusan di Sektor Kesehatan di Indonesia : Tinjauan Literatur Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40957

Abstract

Penerapan ekonomi kesehatan menjadi aspek penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang efisien dan berbasis bukti di sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ekonomi kesehatan dalam pengambilan keputusan di Indonesia serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan efisiensi, keadilan, dan kualitas pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan data sekunder dari lebih dari jurnal ilmiah dalam 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan ekonomi kesehatan di Indonesia telah berkembang pesat, ditandai dengan meningkatnya penggunaan metode evaluasi ekonomi seperti Cost Effectiveness Analysis (CEA) dan Cost Utility Analysis (CUA), serta implementasi Health Technology Assessment (HTA) dalam kebijakan kesehatan. Selain itu, ekonomi kesehatan juga diterapkan dalam berbagai aspek lain seperti pembiayaan kesehatan, efisiensi layanan, analisis permintaan, dan evaluasi kebijakan publik. Penerapan tersebut terbukti memberikan dampak positif berupa penurunan pengeluaran out-of-pocket (OOP), peningkatan akses layanan kesehatan, serta efisiensi alokasi sumber daya. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan akses layanan kesehatan antar wilayah, keterbatasan fasilitas di daerah terpencil, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, penguatan implementasi ekonomi kesehatan secara komprehensif diperlukan untuk mendukung sistem kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.
Tantangan dan Strategi Efisiensi Biaya Operasional Rumah Sakit di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): Sebuah Tinjauan Pustaka Renny Anggraini; Bertua Novita Ayu; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10094

Abstract

Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan dampak besar terhadap sistem pelayanan dan pembiayaan rumah sakit di Indonesia. Sistem pembayaran berbasis INA-CBGs menuntut rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa menurunkan mutu pelayanan. Namun, berbagai rumah sakit masih menghadapi tantangan dalam pengendalian biaya operasional, seperti tingginya biaya pelayanan, ketidaksesuaian tarif INA-CBGs dengan biaya riil pelayanan, peningkatan beban pasien, serta keterbatasan efisiensi manajemen rumah sakit. Kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas keuangan dan kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi efisiensi biaya operasional rumah sakit di era JKN melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dengan sumber yang bersifat open access. Analisis difokuskan pada faktor penyebab tingginya biaya operasional rumah sakit, dampak implementasi JKN terhadap keuangan rumah sakit, serta strategi efisiensi biaya yang dapat diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis unit cost menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) dan Double Distribution mampu menghasilkan estimasi biaya pelayanan yang lebih mendekati biaya riil rumah sakit sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan efisiensi biaya operasional. Kesimpulannya, efisiensi biaya operasional rumah sakit di era JKN memerlukan pendekatan yang terintegrasi melalui perhitungan unit cost yang akurat, pengendalian penggunaan sumber daya, penerapan clinical pathway, digitalisasi pelayanan, serta monitoring biaya secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas finansial rumah sakit.
Peran Integrasi SIMRS dan Aplikasi E-Klaim dalam Mempercepat Proses Klaim BPJS Kesehatan: Tinjauan Literatur Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10480

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan menjadi sumber utama pembiayaan layanan kesehatan rumah sakit di Indonesia. Namun, keterlambatan proses klaim BPJS masih menjadi permasalahan yang berdampak pada arus kas dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan aplikasi e-Klaim INA-CBG’s dalam mempercepat proses klaim BPJS Kesehatan, mengidentifikasi faktor penghambat, serta merumuskan strategi optimalisasi integrasi sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai literatur ilmiah tahun 2020–2026 yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi SIMRS dengan e-Klaim mampu meningkatkan efisiensi proses klaim melalui otomatisasi input data, pengurangan duplikasi administrasi, peningkatan akurasi coding diagnosis dan tindakan, serta percepatan verifikasi klaim. Selain itu, implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang terhubung dengan e-Klaim turut mendukung percepatan pengajuan klaim secara digital dan paperless. Meskipun demikian, berbagai hambatan masih ditemukan, seperti integrasi sistem yang belum optimal, kesalahan coding, ketidaklengkapan dokumen, keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, dan rendahnya kompetensi sumber daya manusia. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan bridging SIMRS–e-Klaim, peningkatan kualitas data dan validasi coding, penyederhanaan antarmuka sistem, penyusunan SOP standar, serta pelatihan rutin bagi petugas klaim dan coder. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi SIMRS dan e-Klaim memiliki peran penting dalam mempercepat proses klaim BPJS Kesehatan dan meningkatkan efisiensi administrasi rumah sakit. Keberhasilan implementasi integrasi sistem memerlukan dukungan teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan organisasi yang terstruktur agar proses klaim dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan efektif.
Dampak Penerapan Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) terhadap Proyeksi Neraca Keuangan Rumah Sakit: Sebuah Tinjauan Literatur Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10752

Abstract

Penerapan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 menuntut rumah sakit melakukan penyesuaian terhadap tata kelola dan fasilitas pelayanan rawat inap. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi dampak penerapan KRIS terhadap neraca keuangan rumah sakit dengan menyoroti pengaruh faktor makroekonomi, khususnya kebijakan moneter Bank Indonesia, serta peran teknologi Business Intelligence dalam mendukung pengelolaan keuangan rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel ilmiah yang diperoleh dari database SINTA, Garuda, Neliti, Google Scholar, dan ResearchGate dengan rentang publikasi tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi KRIS berpotensi memengaruhi kapasitas tempat tidur aktif akibat penyesuaian standar ruang rawat inap, yang selanjutnya dapat berdampak pada volume pelayanan dan pendapatan rumah sakit. Selain itu, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia berpotensi meningkatkan biaya pembiayaan bagi rumah sakit yang memerlukan investasi untuk memenuhi standar KRIS. Di sisi lain, pemanfaatan sistem Business Intelligence yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dapat mendukung proses pengambilan keputusan melalui proyeksi arus kas, pemantauan kinerja keuangan secara real-time, serta optimalisasi penggunaan sumber daya. Dengan demikian, kombinasi antara strategi pengelolaan risiko keuangan dan pemanfaatan teknologi Business Intelligence menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas neraca keuangan rumah sakit selama proses implementasi kebijakan KRIS.
Konstruksi Kebijakan Depresiasi Aset Tetap Rumah Sakit: Analisis Komparatif Aspek Akuntansi Komersial dan Fiskal (Pajak) Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10838

Abstract

Aset tetap merupakan salah satu komponen terbesar dalam struktur kekayaan rumah sakit yang meliputi bangunan, peralatan medis, kendaraan operasional, instalasi penunjang, dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. Pengelolaan aset tetap yang tepat sangat penting karena memengaruhi penyajian laporan keuangan, pengukuran kinerja organisasi, serta perhitungan kewajiban perpajakan. Salah satu aspek utama dalam pengelolaan aset tetap adalah kebijakan depresiasi yang digunakan untuk mengalokasikan biaya perolehan aset selama masa manfaatnya. Dalam praktiknya, rumah sakit menghadapi perbedaan perlakuan depresiasi antara standar akuntansi komersial dan ketentuan fiskal perpajakan yang berpotensi menimbulkan perbedaan laba dan koreksi fiskal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi kebijakan depresiasi aset tetap rumah sakit melalui pendekatan komparatif antara aspek akuntansi komersial dan fiskal. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis jurnal ilmiah, standar akuntansi, regulasi perpajakan, dan dokumen kebijakan yang diterbitkan pada periode 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode garis lurus merupakan metode depresiasi yang paling banyak digunakan karena sederhana dan menghasilkan pelaporan keuangan yang stabil. Metode saldo menurun diterapkan pada beberapa aset teknologi tinggi, sedangkan metode unit produksi digunakan secara terbatas pada aset dengan tingkat penggunaan yang dapat diukur. Perbedaan perlakuan depresiasi komersial dan fiskal menimbulkan beda temporer, koreksi fiskal, serta pengakuan pajak tangguhan. Oleh karena itu, kebijakan depresiasi aset tetap rumah sakit perlu dirancang secara adaptif, transparan, dan terintegrasi guna mendukung kualitas pelaporan keuangan serta kepatuhan perpajakan.
Evaluasi HOT-Fit Model pada SIMRS terhadap Kecepatan Pelayanan Pelaporan Klaim BPJS sebagai Strategi Keunggulan Kompetitif RS Renny Anggraini; Bertua Novita Ayu; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11499

Abstract

Efisiensi tata kelola finansial rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kelancaran proses pencairan klaim BPJS Kesehatan, yang bergantung pada efektivitas implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). SIMRS berperan penting dalam mendukung pengelolaan data pasien, dokumentasi pelayanan, proses koding diagnosis dan tindakan, hingga penyusunan berkas klaim secara akurat dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi SIMRS menggunakan model Human, Organization, and Technology-Fit (HOT-Fit) terhadap kecepatan pelayanan pelaporan klaim BPJS, sekaligus menganalisis perannya sebagai strategi dalam menciptakan keunggulan kompetitif rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran literatur dilakukan melalui database Garuda, Google Scholar, SINTA, Neliti, dan ResearchGate dengan kriteria publikasi pada periode 2020–2026. Hasil sintesis dari artikel terpilih menunjukkan bahwa keselarasan antara kompetensi sumber daya manusia dalam proses koding dan pengoperasian SIMRS (Human), penerapan Standard Operating Procedure (SOP), komitmen manajemen, serta koordinasi antarunit (Organization), dan kualitas sistem, keandalan infrastruktur, serta integrasi bridging dengan aplikasi BPJS (Technology) berkontribusi signifikan terhadap percepatan proses verifikasi dan pencairan klaim. Kendala utama yang masih banyak ditemukan adalah belum optimalnya integrasi langsung antara SIMRS dengan platform BPJS, seperti V-Claim dan E-Klaim, sehingga menyebabkan proses double entry, meningkatkan risiko kesalahan administrasi, keterlambatan verifikasi, dan terjadinya klaim tertunda (dispute). Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi SIMRS berbasis HOT-Fit secara komprehensif mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan klaim BPJS, mengamankan arus kas (cash flow), menjaga stabilitas likuiditas keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat keunggulan kompetitif rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dampak Implementasi Sistem Informasi Laboratorium terhadap Efisiensi Waktu Tunggu (Turnaround Time) Pelayanan Rumah Sakit: Sebuah Literature Review Bertua Novita Ayu; Renny Anggraini; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12100

Abstract

Sistem Informasi Laboratorium (Laboratory Information System/LIS) merupakan salah satu komponen penting dalam transformasi digital pelayanan kesehatan yang berperan dalam meningkatkan efisiensi proses pemeriksaan laboratorium di rumah sakit. Implementasi LIS memungkinkan integrasi data pemeriksaan laboratorium dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), sehingga mempercepat proses registrasi, pengolahan spesimen, validasi hasil pemeriksaan, hingga distribusi hasil kepada tenaga medis. Salah satu indikator utama keberhasilan pelayanan laboratorium adalah turnaround time (TAT) atau waktu tunggu penyelesaian hasil pemeriksaan, karena berpengaruh terhadap kecepatan pengambilan keputusan klinis dan kualitas pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi Sistem Informasi Laboratorium terhadap efisiensi turnaround time pelayanan rumah sakit melalui pendekatan literature review. Metode penelitian menggunakan tinjauan pustaka dengan menganalisis artikel ilmiah nasional dan internasional, pedoman organisasi kesehatan, serta publikasi akademik yang diterbitkan pada periode 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi LIS mampu mempercepat turnaround time melalui otomatisasi alur kerja, integrasi data, serta pengurangan kesalahan administrasi. Berbagai literatur juga menunjukkan bahwa implementasi LIS yang dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, pengembangan sistem, integrasi dengan SIMRS, pelatihan pengguna, implementasi bertahap, serta evaluasi berkelanjutan memberikan dampak yang lebih efektif terhadap efisiensi pelayanan laboratorium. Kesimpulannya, implementasi Sistem Informasi Laboratorium merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi pelayanan laboratorium serta mendukung mutu pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan.