Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Pelajaran IPAS Kelas III Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning Sebagai Pengganti Metode Ceramah Di MI/SD Aizatun Naely; Sinta Darwiya; Marissa Marissa; Mabruri Mabruri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8703

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas III MI Miftahul Huda Kuamang Kuning yang masih didominasi oleh penggunaan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang kurang variatif menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang antusias, mudah merasa bosan, serta tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya perhatian dan partisipasi siswa selama proses belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) sebagai alternatif pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan berpusat pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan beberapa siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III MI Miftahul Huda Kuamang Kuning. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket minat belajar, wawancara sederhana, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan, rasa ingin tahu, kerja sama, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, siswa lebih mudah memahami konsep IPAS karena pembelajaran dikaitkan dengan proyek nyata yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, model Project Based Learning efektif digunakan sebagai pengganti metode ceramah dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.
Konsep Riba dalam Transaksi Shopee Paylater Eko Andri; Ulya Hijrianti; Vinkan Kusdwiharyani; Muhammad Zaki; Mabruri Mabruri
Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam STUDIA ECONOMICA: Jurnal Ekonomi Islam | Vol. 12 | No. 1 | 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/se.v1i1.29501

Abstract

This study aims to analyze the transaction mechanism of Shopee PayLater, understand the concept of riba in islamic economics, identify riba elements in Shopee PayLater, and examine the perspective of syaria fatwas and regulations on the service. The method used is library research with a normative approach. Data were collected from scientific journals, books, DSN-MUI fatwas, and OJK offisial documents, then analyzed  using content analysis. The results show that the Shopee PayLater mechanims applies a service fee of 2,95% per month, a heandling fee of 1% and a late penalty of 5%, which contain elements of riba al-qardh and riba al-jahiliyyah. In addition, theree is an element of gharar due to unclear information on penalties. DSN-MUI fatwa  No. .116/DSN-MUI/IX/2017 recognizes the qardh contract in sharia electronic money, but fatwa No. 19/DSN-MUI/IV/2001 emphasizes that and additional fee stipulated at the beginning of the conctract constitutes riba and is haram.. from a regulatory perspective, OJK throught SLIK records defaulting users as blacklisted, preventing them from accessing other loans. The implication of this research provides a comprehensive understanding that Shopee PayLater does not comply with sharia princiiples due to the presence of riba and gharar.
Regulasi dan Sistem Pembayaran Digital Syariah Riani Riani; Refadiani Refadiani; Clara Rahma Ayunda Isnaini; Muhammad Zaki; Mabruri Mabruri
Jurnal Global Futuristik Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Global Futuristik : Kajian Ilmu Sosial Multidisipliner
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/globalistik.v4i1.1120

Abstract

The development of fintech and digital payments in Indonesia has created challenges regarding sharia compliance, while specific regulations remain limited, resulting in a regulatory gap. This study aims to analyze the regulation of sharia digital payment systems in sharia economic law, identify regulatory gaps, and formulate the integration of sharia principles into technical mechanisms. The method used is normative juridical with a descriptive qualitative approach through literature review, analyzing laws and regulations, DSN-MUI fatwas, and related literature. The results show that legal frameworks such as the Sharia Banking Law, PBI, and DSN-MUI Fatwas already exist, but specific regulations are limited. The main regulatory gaps include the absence of contract provisions in automated transactions (algorithms and smart contracts), real-time sharia supervision, and sanction procedures for violations of sharia principles. Sharia principles (justice, transparency, prohibition of riba, gharar, maysir) can be integrated through sharia compliance, DSN-MUI certification, Sharia Supervisory Board, and contracts such as wadiah, qardh, ujrah, murabahah, hawalah, sharf. This study recommends harmonization of regulations between authorities (BI, OJK, DSN-MUI), improvement of sharia financial literacy, equitable distribution of digital infrastructure, and strengthening the role of technology-based DPS so that sharia digital payment systems can develop inclusively and fairly.
PERAN SHALAT JAMA’AH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SANTRI Delfina Nurhidayati; Mabruri Mabruri; Serli Aprilia; Andhini Salsabila; Muhammad Sabli; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v4i1.60041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran shalat berjamaah dalam membentuk kedisiplinan santri di lingkungan pesantren. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shalat berjamaah merupakan salah satu bentuk pembiasaan yang efektif dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran religius. Melalui pelaksanaan yang dilakukan secara rutin dan terjadwal, santri dilatih untuk mematuhi aturan waktu serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembiasaan tersebut tidak hanya menghasilkan kedisiplinan yang bersifat eksternal, tetapi juga mendorong terbentuknya kedisiplinan internal (self-discipline) yang berasal dari kesadaran diri. Santri mulai memahami bahwa shalat berjamaah bukan hanya kewajiban, melainkan juga kebutuhan spiritual. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk karakter santri yang disiplin, religius, dan bertanggung jawab, serta memiliki dampak berkelanjutan dalam kehidupan mereka di luar pesantren.
INTEGRASI PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN KELAPA MENJADI JODAH DI KABUPATEN BUNGO Mabruri Mabruri; Mualimin Mualimin; Novita Eka Paradina
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.5299

Abstract

Masyarakat Desa Lubuk Kayu Aro, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, memiliki potensi sumber daya kelapa yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya sebagai produk olahan bernilai ekonomi masih belum optimal. Selain itu, upaya pelestarian budaya lokal melalui produk pangan tradisional juga belum dikembangkan secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan kelapa menjadi jodah sebagai produk olahan khas daerah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Lubuk Kayu Aro yang melibatkan kelompok masyarakat, tokoh adat, dan perangkat desa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang terdiri atas lima tahapan, yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan tokoh masyarakat serta pendampingan dalam proses produksi jodah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi produk jodah yang bernilai ekonomi serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal melalui produk pangan tradisional. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara masyarakat dan perangkat desa dalam pengembangan produk lokal. Dengan demikian, pemanfaatan kelapa menjadi jodah dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang mendukung penguatan ekonomi sekaligus pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan.
Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Nurhaliza Nurhaliza; Sugeng Kurniawan; Mabruri Mabruri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4596

Abstract

Kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan esensial dalam pembelajaran abad ke-21, namun pengembangannya pada siswa sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar masih perlu ditingkatkan sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir secara aktif dan sistematis. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa merupakan salah satu tujuan utama dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model PBL dan mendeskripsikan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri 030/VIII Kabupaten Tebo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan sebanyak 21 siswa kelas III yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, validitas data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PBL dilakukan secara terstruktur dan mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengajukan pertanyaan, terlibat dalam diskusi, menganalisis masalah, dan menyampaikan pendapat. Kemampuan berpikir kritis siswa juga menunjukkan peningkatan yang tercermin dalam hasil evaluasi pembelajaran dan perubahan perilaku belajar. Model Pembelajaran Berbasis Masalah efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar.