Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Monopoli pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Dyah Puji Lestari; Muhammad Zaki; Ulfa Adilla
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4420

Abstract

Keterbatasan fasilitas laboratorium IPA di MTs N 2 Bungo menyebabkan proses pembelajaran masih didominasi oleh penyampaian teori sehingga peserta didik kurang aktif dan mengalami kesulitan dalam memahami materi abstrak, khususnya Rotasi Bumi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual guna mendukung proses pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli pada materi Rotasi Bumi di kelas VII MTs N 2 Bungo serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan respons peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 27 peserta didik kelas VII D MTs N 2 Bungo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket praktikalitas guru, dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran monopoli memperoleh persentase validasi sebesar 95% dari ahli materi dan 92% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Uji praktikalitas oleh guru memperoleh persentase sebesar 92,5% dengan kategori sangat praktis, sedangkan respons peserta didik mencapai 88,85% dengan kategori sangat tertarik. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran monopoli dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran IPA karena mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan media pembelajaran pada materi IPA lainnya serta menguji efektivitasnya terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Konsep Riba dalam Transaksi Shopee Paylater Eko Andri; Ulya Hijrianti; Vinkan Kusdwiharyani; Muhammad Zaki; Mabruri Mabruri
Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam STUDIA ECONOMICA: Jurnal Ekonomi Islam | Vol. 12 | No. 1 | 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/se.v1i1.29501

Abstract

This study aims to analyze the transaction mechanism of Shopee PayLater, understand the concept of riba in islamic economics, identify riba elements in Shopee PayLater, and examine the perspective of syaria fatwas and regulations on the service. The method used is library research with a normative approach. Data were collected from scientific journals, books, DSN-MUI fatwas, and OJK offisial documents, then analyzed  using content analysis. The results show that the Shopee PayLater mechanims applies a service fee of 2,95% per month, a heandling fee of 1% and a late penalty of 5%, which contain elements of riba al-qardh and riba al-jahiliyyah. In addition, theree is an element of gharar due to unclear information on penalties. DSN-MUI fatwa  No. .116/DSN-MUI/IX/2017 recognizes the qardh contract in sharia electronic money, but fatwa No. 19/DSN-MUI/IV/2001 emphasizes that and additional fee stipulated at the beginning of the conctract constitutes riba and is haram.. from a regulatory perspective, OJK throught SLIK records defaulting users as blacklisted, preventing them from accessing other loans. The implication of this research provides a comprehensive understanding that Shopee PayLater does not comply with sharia princiiples due to the presence of riba and gharar.