Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Persepsi Pola Asuh Permisif dengan Kematangan Emosi pada Remaja di SMKN 5 Yogyakarta Nila Febriyani; Flora Grace Putrianti; Haniek Farida
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara persepsi pola asuh permisif dengan kematangan emosi pada remaja di SMKN 5 Yogyakarta. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kematangan emosi remaja dalam mendukung kemampuan pengendalian diri, penyesuaian sosial, dan kesehatan mental selama masa perkembangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri atas 499 siswa kelas X SMKN 5 Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 205 siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala Likert pada variabel persepsi pola asuh permisif dan kematangan emosi yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan aplikasi Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi pola asuh permisif dengan kematangan emosi pada remaja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r=0,136 dan nilai signifikansi p=0,064 (p>0,05), sehingga hipotesis penelitian ditolak. Persepsi pola asuh permisif memberikan sumbangan efektif sebesar 1,8% terhadap kematangan emosi, sedangkan 98,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kematangan emosi remaja tidak hanya dipengaruhi pola asuh permisif, tetapi juga faktor sosial, lingkungan, dan karakteristik individu. Mayoritas responden berada pada kategori tinggi baik pada variabel kematangan emosi maupun persepsi pola asuh permisif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah, orang tua, dan peneliti selanjutnya dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan emosional remaja pada lingkungan pendidikan kejuruan di Indonesia.