Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa SMP terhadap penggunaan media YouTube dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Penelitian dilatarbelakangi rendahnya minat dan fokus siswa pada pembelajaran menyimak yang masih menggunakan metode konvensional, seperti membaca teks dan mendengarkan penjelasan guru secara lisan. Media YouTube dipilih karena mampu menyajikan materi secara audiovisual melalui kombinasi gambar, suara, dan animasi sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa SMP dan 1 guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner skala Likert dengan empat pilihan jawaban. Instrumen penelitian berupa angket berisi 10 pernyataan yang mencakup aspek ketertarikan, kemudahan pemahaman, dan kebermanfaatan penggunaan media YouTube. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase dan dipaparkan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan persepsi positif terhadap penggunaan media YouTube dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Siswa merasa lebih tertarik, lebih fokus, dan lebih mudah memahami unsur cerita seperti tokoh, alur, serta latar. Fitur putar ulang juga membantu siswa memahami materi yang belum dipahami. Selain itu, penggunaan media YouTube meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media YouTube efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan menyimak cerita rakyat. Guru Bahasa Indonesia juga menyatakan bahwa penggunaan video pembelajaran dari YouTube mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan tidak monoton sehingga siswa lebih aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta memperhatikan materi selama proses pembelajaran berlangsung di kelas secara optimal.