Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Islam Plus YLPI Pekanbaru Melta Yuana; Putri Octa Hadiyanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Islam Plus YLPI Pekanbaru pada materi Ekosistem dan Lingkungannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 47 siswa, sedangkan sampel ditentukan melalui purposive sampling pada kelas V B yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Instrumen tes berupa soal pilihan ganda yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, daya pembeda, indeks kesukaran, uji normalitas, paired sample t-test, dan uji N-Gain dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 52,5 pada pretest menjadi 82,5 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest 0,151 dan posttest 0,058. Hasil uji t memperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan terdapat pengaruh signifikan model Jigsaw terhadap hasil belajar IPAS. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,6540 berada pada kategori sedang atau cukup efektif. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPAS karena mendorong keaktifan, tanggung jawab, kerja sama, dan pemahaman siswa melalui diskusi kelompok ahli dan kelompok asal secara terstruktur. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Jigsaw relevan digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang lebih interaktif, kolaboratif, menyenangkan, serta berpusat pada siswa di sekolah dasar, khususnya pada materi ekosistem dan lingkungannya secara berkelanjutan efektif.