Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pendampingan Instrumen Akreditasi Sekolah Dasar di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Febrina Dafit; Rices Jatra; Zaka Hadikusuma Ramadan; Fitriyeni Fitriyeni; Laili Rahmi; Latif Latif; Putri Octa Hadiyanti; Muhammad Nukman; Dea Mustika; Syahriadi Syahriadi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i1.157

Abstract

Pengabdian ini akan dilaksanakan di SDN 001 Empat Balai kecamatan Kuok. SDN 001 merupakan SDN yang sudah terakreditasi A dan menjadi Sekolah Ramah Anak. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan sebelum pelaksanaan pengabdian, SDN 001 Empat Balai akan melaksanakan akreditasi dan harus segera mengisi SISPENA S/M untuk pengajuan akreditasi. Pelaksanaan akreditasi tahun ini menggunakan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020, namun guru-guru dan kepala sekolah belum terlalu memahami mengenai pengisian IASP 2020. Hal ini terjadi karena selama ini pelatihan IASP 2020 yang diberikan pemerintah hanya melalui zoom meeting, selain itu kepala sekolah baru diangkat menjadi kepala sekolah pada Bulan April 2022. Permasalahan yang dihadapi guru-guru dan kepala sekolah SDN 001 Empat Balai terkait IASP 2020 adalah (1) belum memahami secara penuh tentang perubahan Instrumen akreditasi IASP 2020; (2) belum memahami perbedaan apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi akreditasi menggunakan IASP 2020; (3) belum memahami pengisian IASP 2020. Solusi yang ditawarkan kepada SDN 001 Empat Balai terkait instrument akreditasi IASP 2020 adalah dengan pelatihan dan pendampingan melalui pendekatakan In House Training (IHT) selama 6 bulan mengenai butir-butir IASP dan lampiran IASP yang perlu diisi dalam SISPENA S/M. Berkat pelatihan dan pendapingan ini SDN 001 Empat Balai sudah berhasil mengisi instrument akreditasi.
Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Bagian–Bagian Tubuh Kelas IV SDN 141 Pekanbaru Milda Amelia Putri; Putri Octa Hadiyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPAS materi bagian-bagian tubuh tumbuhan bagi siswa kelas IV SDN 141 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran konvensional yang kurang menarik. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen pengumpulan data berupa angket validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, angket respon guru dan siswa. Hasil validasi menunjukkan multimedia yang dikembangkan memiliki kategori “sangat valid” dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Respon guru dan siswa juga menunjukkan bahwa multimedia ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi bagian-bagian tubuh tumbuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah multimedia interaktif yang dikembangkan terbukti layak, menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS.
Pengembangan Media PowerPoint Interaktif Berbantu Canva Materi Indonesiaku Kaya Budaya Kelas 4 SD Negeri 011 Sungai Salak Indragiri Hilir Nabila Safni Ranti; Putri Octa Hadiyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media PowerPoint interaktif berbantuan Canva serta mengetahui validitas media PowerPoint interaktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Data primer diperoleh langsung dari wawancara guru dan siswa. Kemudian melalui proses validasi oleh validator ahli serta respon guru dan siswa. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, atau artikel, yang relevan dengan penelitian pengembangan ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket menggunakan angket validasi serta angket respon guru dan siswa. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari validator, sedangkan kuantitatif melalui perolehan skor validasi serta respon guru dan siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media PowerPoint interaktif berada dalam kategori sangat valid tanpa memerlukan revisi. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi dari ahli materi yang mencapai rata-rata 89,17%, ahli bahasa 90%, dan ahli media 92,31%. Respon guru terhadap media menunjukkan rata-rata 96,43%, sementara respon siswa mencapai rata-rata 100%. Secara keseluruhan, respon guru dan siswa terhadap media ini termasuk dalam kategori sangat baik.
Original Research PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KREATIVITAS PADA IPAS KELAS V DI SD NEGERI 01 LUBUK DALAM: Kreativitas Belajar Irma Utariningsih; Putri Octa Hadiyanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.7128

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan pembelajaran peserta didik yang berbeda-beda, peserta didik menunjukkan tingkat keterlibatan yang rendah dalam proses pembelajaran, peserta didik belum sepenuhnya fokus terhadap penjelasan yang disampaikan oleh guru, peserta didik masih mennjukkan keraguan atau kurang memiliki kepercayaan diri untuk mengajukan pertanyaan kepada guru. Tujuan dari penelitian disini difokuskan guna mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kreativitas pada IPAS Kelas V di SD Negeri 01 Lubuk Dalam. Penelitian ini tergolong dalam kategori kuantitatif melalui pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental design). Merujuk pada hasil pengujian, rumusan masalah, temuan serta pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi melalui model problem based learning berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kreativitas belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 01 lubuk Dalam.Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Problem Based Learning, Kreativitas Belajar
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF: PELATIHAN MODUL DIGITAL DENGAN PENA AJAIB CANVA DAN ICE BREAKING KAHOOT DI SDN 141 PEKANBARU Putri Octa Hadiyanti; Septa Juliana; Resy Oktadela; Sepita Ferazona; Muhamad Nukman
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v3i1.90

Abstract

Revolusi digital dalam pendidikan menuntut guru untuk mengadopsi teknologi guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun, banyak guru sekolah dasar masih menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik mengajar mereka. SDN 141 Pekanbaru menghadapi tantangan serupa, di mana pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang kurang interaktif. Untuk mengatasi hal ini, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih guru dalam memanfaatkan modul digital Canva dengan Pena Ajaib dan platform ice breaking Kahoot guna meningkatkan kreativitas dan interaktivitas dalam pengajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan berbasis praktik langsung yang melibatkan demonstrasi, simulasi, dan pendampingan intensif. Kegiatan ini diikuti oleh guru SDN 141 Pekanbaru. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan guru dalam merancang modul digital interaktif. Selain itu, penggunaan Kahoot sebagai media ice breaking terbukti meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Implementasi teknologi dalam pengajaran juga mendorong pembelajaran yang lebih partisipatif dan menyenangkan. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan profesional guru serta menjadi model pelatihan yang dapat direplikasi di sekolah lain. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari integrasi teknologi ini terhadap kualitas pembelajaran
GAMIFIKASI DAN AUGMENTED REALITY DALAM KELAS: PELATIHAN PEMANFAATAN SKETCHFAB DAN KAHOOT UNTUK GURU ABAD 21 DI UPT SD NEGERI 019 PANDAU JAYA Putri Octa Hadiyanti; Septa Juliana; Resy Oktadela; Muhamad Nukman
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Desember 2025 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v3i3.125

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran abad ke-21 melalui gamifikasi dan augmented reality. Pelatihan dilaksanakan di UPT SD Negeri 019 Pandau Jaya dengan fokus pada penggunaan Sketchfab sebagai media eksplorasi objek tiga dimensi berbasis augmented reality dan Kahoot sebagai sarana pembelajaran berbasis permainan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan observasi partisipatif dan wawancara. Setiap guru berpartisipasi aktif dalam sesi demonstrasi dan praktik langsung, termasuk pembuatan konten interaktif serta permainan edukatif di kelas. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan dan antusiasme guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Guru mampu menerapkan Sketchfab dan Kahoot secara mandiri serta memahami relevansinya terhadap pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual bagi siswa. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran pentingnya inovasi pedagogis berbasis digital sebagai bagian dari profesionalisme guru abad ke-21. Pelatihan ini direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan dan pembentukan komunitas guru inovatif.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Islam Plus YLPI Pekanbaru Melta Yuana; Putri Octa Hadiyanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Islam Plus YLPI Pekanbaru pada materi Ekosistem dan Lingkungannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 47 siswa, sedangkan sampel ditentukan melalui purposive sampling pada kelas V B yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Instrumen tes berupa soal pilihan ganda yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, daya pembeda, indeks kesukaran, uji normalitas, paired sample t-test, dan uji N-Gain dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 52,5 pada pretest menjadi 82,5 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest 0,151 dan posttest 0,058. Hasil uji t memperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan terdapat pengaruh signifikan model Jigsaw terhadap hasil belajar IPAS. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,6540 berada pada kategori sedang atau cukup efektif. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPAS karena mendorong keaktifan, tanggung jawab, kerja sama, dan pemahaman siswa melalui diskusi kelompok ahli dan kelompok asal secara terstruktur. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Jigsaw relevan digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang lebih interaktif, kolaboratif, menyenangkan, serta berpusat pada siswa di sekolah dasar, khususnya pada materi ekosistem dan lingkungannya secara berkelanjutan efektif.
Enhancing English Teachers’ Vocabulary Instruction and Speaking Assessment Competence through MGMP Training in Pekanbaru Resy Oktadela; Yusti Elida; Putri Octa Hadiyanti; Estika Satriani; Wira Jaya Hartono; Niken Fatricia
Journal of English Language and Education Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i4.2819

Abstract

Continuous improvement of instructional competency among in-service English teachers constitutes a strategic imperative in advancing the caliber of language education at the secondary level. Grounded in a community service research framework, this study investigates the delivery and outcomes of a structured vocabulary teaching training program organized through the MGMP network for Senior High School English teachers in the city of Pekanbaru, Riau Province. The training was conducted on Saturday, 6 June 2026, at SMA Negeri 8 Pekanbaru. The overarching goal was to examine whether participation in this training produced measurable gains in teachers' capacity to implement vocabulary instruction that supports the development and assessment of students' oral communicative performance. A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was employed, engaging 32 teachers drawn from various Senior High Schools across the city of Pekanbaru. Multiple data sources were utilized, comprising a validated knowledge assessment instrument (Cronbach's α = 0.87), structured classroom observation checklists, and individual semi-structured interviews. Statistical analysis revealed a substantial mean improvement of 23.38 points between pre- and post-training assessments (t(31) = 14.67, p 0.001; Cohen's d = 1.94). Observational records indicated that the majority of participants (87.5%) successfully transitioned from isolated vocabulary drills toward the integration of lexical learning within task-based oral communication activities. Thematic patterns extracted from interview responses highlighted three salient dimensions of professional growth: heightened instructional self-efficacy, expanded assessment design capability, and greater congruence between training content and pedagogical practice. These results underscore the value of institutionalizing vocabulary-focused pedagogical training within MGMP structures as an enduring mechanism for elevating English language teacher professionalism in the regional context.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS HEYZINE FLIPBOOK MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Aulia Rahmadani Fitri; Putri Octa Hadiyanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.18177

Abstract

This study aims to develop and describe the feasibility of an interactive electronic module (e-module) based on Heyzine Flipbook on the topic of the human digestive system for fifth-grade students at SD Negeri 21 Pekanbaru. The background of this study is that Natural and Social Sciences (IPAS) learning still relies on printed textbooks and worksheets that cannot present abstract material dynamically, so that students find it difficult to understand the digestive system topic and lose motivation to learn. This research applies the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, limited to three stages, namely Analysis, Design, and Development. The e-module was designed with Canva and converted into an interactive flipbook using Heyzine Flipbook, then validated by six experts (media, language, and content) and tried out on one teacher and 28 fifth-grade students. The results show that the media validation reached 93%, language validation 95%, and content validation 96%, all categorized as "very valid". The teacher response reached 95% and the student response reached 93%, both categorized as "very appropriate", with an overall average of 94.4%. These findings indicate that the Heyzine Flipbook-based e-module is valid, practical, and appropriate for use as a digital teaching material in IPAS learning on the human digestive system.
An Analysis of Teacher Professionalism in Increasing Student Learning Interest in IPAS Learning at Primary Schools Selvi Indriyani; Putri Octa Hadiyanti
The Future of Education Journal Vol 4 No 7 (2025): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i7.877

Abstract

This study aims to describe teacher professionalism in enhancing students’ learning interest in IPAS (Science and Social Studies) learning at SDN 020 Pangkalan Baru, Kampar Regency. This research employed a qualitative method with a narrative inquiry approach. The research subjects included fourth-grade students, class teachers, fellow teachers, and the school principal. Data collection techniques and instruments used included interview guides, questionnaires, observation sheets, and document analysis sheets. The findings indicate that teacher professionalism at SDN 020 Pangkalan Baru is relatively good. However, there are still some shortcomings, such as limited development of learning models, inadequate skills in using laptops, and insufficient use of educational applications. These issues are also influenced by poor internet connectivity. Meanwhile, students’ interest in learning IPAS is also considered good, although some students still struggle to stay focused during classroom activities.