Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Evaluasi dan Analisis Setting Relay Proteksi Motor Induksi 6 kV pada High Pressure Boiler Feed Pump di PLTGU Gresik Rakha Aribawa Rahman; Royb Fatkhur Rizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8975

Abstract

Motor induksi tegangan menengah 6 kV pada sistem High Pressure Boiler Feed Pump (HP BFP) di PLTGU PT PLN Nusantara Power Gresik memainkan peran krusial dalam menjaga keberlangsungan proses pembangkitan listrik. Karena motor ini beroperasi secara terus-menerus dan menangani beban vital, sistem proteksi yang andal mutlak diperlukan guna mencegah gangguan yang dapat menyebabkan pembangkit listrik terhenti. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja dan kesesuaian pengaturan relay proteksi pada motor induksi 6 kV HP BFP berdasarkan kondisi operasi aktual di lapangan. Metodologi penelitian mencakup pengamatan langsung di lokasi, pengumpulan data teknis nameplate motor, pengujian circuit breaker, serta pengujian parameter relay proteksi yang meliputi Overcurrent Relay (OCR), Ground Fault Relay (GFR), Current Unbalance Protection, Acceleration Time Protection, dan Thermal Overload Protection. Arus nominal motor dihitung sebesar 283,04 A dan digunakan sebagai acuan dalam evaluasi setting relay. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagian besar sistem proteksi bekerja dalam kondisi baik, yaitu pengujian circuit breaker, GFR, OCR pada parameter arus, dan Thermal Overload Protection seluruhnya memenuhi batas acceptance yang ditentukan. Namun, ditemukan ketidaksesuaian pada parameter waktu operasi relay OCR (error 24 ms, melebihi batas 20 ms), Current Unbalance Protection (error 0,033 s, melebihi batas 0,02 s), dan Acceleration Time Protection (error 0,034 s, melebihi batas 0,02 s). Ketidaksesuaian ini berpotensi memengaruhi koordinasi dan selektivitas sistem proteksi. Oleh karena itu, disarankan dilakukan evaluasi, kalibrasi, dan penyesuaian setting relay secara berkala agar sistem proteksi motor induksi 6 kV tetap bekerja secara optimal, responsif, dan andal sesuai standar IEC 60255 dan IEEE C37.96.
Tinjauan Sistem Instalasi dan Proteksi Listrik Berdasarkan Standar PUIL pada Lingkungan Kantor PT Graha Usaha Teknik Immanuel Mario Kartika Putra; Royb Fatkhur Rizal
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8508

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi sistem instalasi dan proteksi listrik pada bangunan perkantoran berdasarkan standar PUIL yang berlaku. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penerapan sistem kelistrikan yang aman, andal, dan efisien untuk mendukung kegiatan operasional pada lingkungan perkantoran dengan beban listrik menengah hingga tinggi, termasuk fasilitas pengisian kendaraan listrik. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung, studi literatur, serta analisis terhadap komponen instalasi listrik yang meliputi panel distribusi, sistem pengkabelan, sistem grounding, dan perangkat proteksi seperti MCB dan ELCB. Beberapa perhitungan teknis juga dilakukan, antara lain analisis kapasitas arus, perhitungan jatuh tegangan, dan penentuan ukuran kabel untuk mengevaluasi kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem instalasi listrik telah bekerja sesuai standar keselamatan dan operasional, di mana nilai jatuh tegangan masih berada dalam batas yang diizinkan berdasarkan standar PUIL. Selain itu, pemilihan perangkat proteksi dan dimensi kabel telah disesuaikan dengan kebutuhan beban listrik guna menjaga kestabilan sistem dan keamanan instalasi. Kesimpulannya, penerapan sistem instalasi dan proteksi listrik yang tepat dapat meningkatkan keandalan operasional, keamanan kelistrikan, dan efisiensi distribusi energi pada bangunan perkantoran.
Analysis Of The Characteristic Of A Dual Chamber Microbial Fuel Cell Based On Copper Wire Mesh Shavira Azzahra; Arya Kusuma Wardhana; Soraya Norma Mustika; Royb Fatkhur Rizal
Vokasi UNESA Bulletin of Engineering, Technology and Applied Science Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya or The State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vubeta.v3i2.44757

Abstract

Sustainable alternative energy solutions are being investigated as a result of the growing demand for energy worldwide and the negative effects of fossil fuels on the environment. A promising method is provided by Microbial Fuel Cell (MFC) devices, which use microbial activity to turn organic materials into electrical power. However, system configuration specifically, the distance between electrodes has a major impact on MFC performance. This study uses wastewater from rice washing as a substrate to examine the effects of different copper plate electrode spacings (1 cm, 3 cm, and 5 cm) on a dual- chamber MFC. By verifying the viability of using household organic waste for the generation of renewable energy and determining the ideal design parameters, this study advances MFC development. Copper plate and copper wire mesh electrodes, separated by a gel membrane, were utilized to create a self-assembled dual-chamber MFC. To assess system performance, measurements of voltage, current, power, and power density were made at various electrode distances and external loads. According to the findings, the maximum power output (207.5 mW), maximum voltage (0.467 V), and ideal power density (0.001395 mW/mg) were all achieved at a distance of 3 cm. Faster voltage stabilization was possible with a 1 cm gap, but efficiency was reduced with a 5 cm distance. At an external resistance of 3 kΩ, the system reached its maximum power.
Analisa Power Quality Auxiliary Trafo Daya di PLTU Paiton Menggunakan Algoritma FFT (Fast Fourier Transform) Berbasis MATLAB – Simulink Tyto Nugraha Saputra; Royb Fatkhur Rizal
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 11 No 1: Vol. 11 No. 1: Juni 2026
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v11.i1.2026.31-40

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakteristik harmonisa pada sistem auxiliary transformator daya PLTU Paiton Unit 6 menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berbasis MATLAB-Simulink. Metode penelitian meliputi pemodelan sistem kelistrikan auxiliary dengan Single Line Diagram (SLD) pada Simulink, validasi model dengan data operasional dari Central Control Room (CCR), dan implementasi algoritma FFT untuk analisis spektral sinyal. Data sistem berupa spesifikasi generator, transformator, konfigurasi busbar 10 kV, dan 22 beban motor bantu dengan parameter frekuensi sampling 10 kHz menghasilkan 20.000 sampel untuk deteksi harmonisa hingga orde 100. Analisis FFT mengungkapkan bahwa sistem auxiliary PLTU Paiton mengalami distorsi harmonisa dengan THD pada Bus 4 sebesar 6.37% dan Bus 5 sebesar 6.15%, keduanya melampaui batas IEEE 519-2014 sebesar 5.0%. Implementasi filter pasif LC tuned dengan kapasitas 6000 MVAr. Setelah pemasangan filter, THD berhasil diturunkan menjadi 3.20% pada Bus 4 dan 3.22% pada Bus 5, dengan efisiensi reduksi mencapai 49.6% dan 49.5%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi standar IEEE 519-2014. Penelitian ini memberikan solusi terkait analisis harmonisa dan rekomendasi filter yang sebaiknya dipakai.
Analisis Hubung Singkat Inter Bus Transformer (IBT) 500 MVA Paralel Empat Unit di GITET Kediri Royb Fatkhur Rizal; Muhammad Wahyu Abdy Cahya; Tyto Nugraha Saputra
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 11 No 1: Vol. 11 No. 1: Juni 2026
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v11.i1.2026.149-158

Abstract

Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Kediri merupakan gardu induk yang melayani sistem 500 kV, 150 kV, dan 20 kV. GITET Kediri pada tahun 2015 memiliki tiga Inter Bus Transformator (IBT) 500/150 kV dengan kapasitas masing-masing 500 MVA, lalu pada tahun 2020 ada penambahan satu IBT yang sama[1]. Sedangkan bay sisi 150 kV sudah terkonfigurasi sejak tahun 2017. Menurut standar IEC 60076-1 tabel 1.6 operasi paralel trafo, empat IBT masih memenuhi syarat karena selisih nilai impedansinya ±7,5% (3,3%, 13,16%, 14,452%, dan 14,375%)[2].Arus simulasi dan perhitungan hubung singkat paralel empat IBT untuk tiga fasa yaitu sebesar 26,978 dan 26,548 kA, satu fasa ke tanah yaitu 29,659 dan 30,097 kA, fasa-fasa yaitu 23,363 dan 23,066 kA, fasa-fasa ke tanah yaitu 28,374 dan 28,924 kA (fasa AB) & 28,788 dan 28,996 kA (fasa BC).Data breaking capacity PMT IBT 1,2,4 - 150 kV, Kertosono, Jayakertas, Tulungagung 1&2, Banaran 1&2, Trafo 1, Kopel 1&2, Section A&B sebesar 40 kA dan untuk IBT 3 - 150 kV, Trafo 2 sebesar 50 kA. Berdasarkan analisis tersebut, empat IBT dapat diparalel karena memenuhi selisih nilai impedansi ±7,5% dan untuk semua PMT 150 kV masih layak dioperasikan karena arus gangguan lebih kecil dari kapasitas PMT[3].
Techno-Economic Evaluation of a Bagasse Gasification Biomass Power Plant in the Sugar Industry DIMAS SURYA FIRMANSYAH; ROYB FATKHUR RIZAL; MISBAHUL MUNIR
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 14, No 2: Published April 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v14i2.246

Abstract

Bagasse utilization for power generation in sugar mills remains dominated by inefficient conventional boilers. This study assesses economic feasibility of a hybrid bagasse gasification power system using HOMER Pro software. The model includes a biomass gasifier, diesel generator, and grid connection, using operational data from Krebet Sugar Factory. Four sensitivity scenarios examined variations in investment cost, operational cost, and biomass price. The hybrid system yields a Net Present Cost of 14.2 million USD and Levelized Cost of Electricity of 0.088 USD/kWh, substantially outperforming the existing system with NPC 21.1 million USD and LCOE 0.203 USD/kWh. Investment viability is supported by an Internal Rate of Return of 12% and payback period of 4.8 years. Sensitivity analysis verifies economic resilience despite 20% cost escalation and elevated biomass prices.
Analysis Of Protection Relay Setting Coordination On Excitation Transformer At Gresik PLTGU Muhamad Ainul Yaqin; Royb Fatkhur Rizal
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): IJHET MAY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i1.875

Abstract

Excitation transformer is one of the important equipment in the generation system that functions to supply generator excitation power so that the reliability of the transformer protection system needs to be maintained so that the generator operation remains safe and stable. This study aims to analyze the coordination of protection relay settings on the excitation transformer at the Gresik PLTGU using the GE Multilin T60/G60 relay. The analysis was carried out based on the existing relay settings without using a full system simulation, with a focus on the evaluation of differential protection (ANSI 87T), overcurrent relay (ANSI 51), overexcitation protection (ANSI 24), and the inrush inhibit feature. The research method used is descriptive-analytical through data collection in the form of single line diagrams, current transformer (CT) data, and existing relay settings which are then compared with the IEEE C37.91, IEC 60255 standards, and the GE Multilin T60 relay manual. The results of the study indicate that the differential relay settings with a pickup of 0.3 pu, slope 1 of 30%, slope 2 of 80%, and inrush inhibit of 20% are still within the recommended range of transformer protection and are able to maintain the sensitivity and stability of the relay against internal disturbances and transient conditions. The overcurrent relay setting of 2 pu with a delay of 3 seconds and instantaneous overcurrent of 4 pu with a delay of 0.15 seconds shows a fairly selective backup protection coordination against overcurrent and short circuit disturbances. In addition, the overexcitation setting of 1.19 pu with a delay of 10 seconds is considered still appropriate to protect the transformer from overfluxing conditions. Based on the evaluation results, the transformer excitation protection system at the Gresik PLTGU has had quite good protection coordination according to the principles of sensitivity, selectivity, stability, and reliability of the transformer protection system.
Analisis Losses String terhadap Shading Antar Table Diakibatkan Pergeseran Matahari PLTS Vena Energi Site Sengkol : studi kasus PLTS Vena Energy Site Sengkol Nikmah Izzatul Mukarromah; Royb Fatkhur Rizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shading antar table akibat pergeseran posisi matahari terhadap losses energi pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Vena Energy Site Sengkol selama periode Juni–September 2025. Pergeseran posisi matahari menyebabkan perubahan sudut datang cahaya dan arah bayangan yang dapat memengaruhi distribusi radiasi matahari yang diterima modul fotovoltaik. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan mismatch losses pada rangkaian string sehingga mengurangi energi yang dihasilkan sistem. Metode penelitian dilakukan melalui pengambilan data menggunakan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dengan interval pengukuran setiap satu jam. Data yang diperoleh berupa daya keluaran per string pada Array Box yang kemudian dikonversi menjadi energi harian dalam satuan kilowatt-hour (kWh). Tahapan analisis dilakukan dengan membandingkan nilai energi setiap string pada periode pengamatan untuk mengidentifikasi adanya penurunan energi akibat pengaruh shading. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi energi yang dihasilkan pada setiap string selama periode pengamatan. Pada bulan Juni, energi minimum tercatat sebesar 2197,3 kWh dan maksimum sebesar 2518,5 kWh. Bulan Juli menunjukkan nilai energi terendah sebesar 2192,6 kWh dan maksimum sebesar 2438,3 kWh. Pada bulan Agustus terjadi peningkatan energi dengan nilai minimum 2386,4 kWh dan maksimum 2811,1 kWh, sedangkan bulan September menghasilkan energi tertinggi dengan nilai minimum 2580,5 kWh dan maksimum mencapai 3097,8 kWh. Hasil dokumentasi lapangan menunjukkan adanya bayangan pada beberapa string tertentu yang menyebabkan energi keluaran lebih rendah dibandingkan string lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran posisi matahari memiliki pengaruh langsung terhadap terbentuknya shading antar table yang menyebabkan losses energi dan berpotensi menurunkan efisiensi serta performa sistem PLTS.
Analisis Degradasi Isolasi Kabel String pada Sistem PLTS Sofi Patricia Putri Putri; Royb Fatkhur Rizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9325

Abstract

Degradasi isolasi kabel string merupakan salah satu permasalahan yang sering dijumpai pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), khususnya pada instalasi yang beroperasi dalam jangka waktu panjang dan berada pada lingkungan dengan kondisi cuaca yang beragam. Penurunan kualitas isolasi kabel dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti paparan radiasi ultraviolet, temperatur operasi yang tinggi, kelembapan, kontaminasi debu, serta kerusakan mekanis pada kabel maupun konektor. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebocoran arus (leakage current), munculnya alarm ground fault, menurunkan efisiensi penyaluran energi listrik, dan mengurangi keandalan sistem secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh degradasi isolasi kabel string terhadap performa daya DC pada PLTS Sengkol milik PT Infrastruktur Terbarukan Cemerlang (Vena Energy). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis data hasil Insulation Resistance Test (IR Test), inspeksi visual kondisi kabel di lapangan, serta data operasional yang diperoleh dari sistem SCADA. Objek penelitian terdiri atas lima string yang mengalami alarm ground fault dan warning akibat indikasi penurunan kualitas isolasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistansi isolasi sebelum perbaikan berada pada rentang 0,7–1,5 MΩ dan meningkat menjadi 5,5–6,4 MΩ setelah dilakukan tindakan perbaikan. Peningkatan nilai resistansi isolasi diikuti oleh kenaikan daya DC dari rentang 72–80 kW menjadi 92–95 kW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi isolasi kabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap performa sistem PLTS. Oleh karena itu, penerapan pemeliharaan preventif melalui inspeksi berkala dan pengujian resistansi isolasi secara rutin sangat diperlukan untuk menjaga efisiensi, keandalan, dan keberlangsungan operasi PLTS.