Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hubung Singkat Inter Bus Transformer (IBT) 500 MVA Paralel Empat Unit di GITET Kediri Royb Fatkhur Rizal; Muhammad Wahyu Abdy Cahya; Tyto Nugraha Saputra
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 11 No 1: Vol. 11 No. 1: Juni 2026
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v11.i1.2026.149-158

Abstract

Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Kediri merupakan gardu induk yang melayani sistem 500 kV, 150 kV, dan 20 kV. GITET Kediri pada tahun 2015 memiliki tiga Inter Bus Transformator (IBT) 500/150 kV dengan kapasitas masing-masing 500 MVA, lalu pada tahun 2020 ada penambahan satu IBT yang sama[1]. Sedangkan bay sisi 150 kV sudah terkonfigurasi sejak tahun 2017. Menurut standar IEC 60076-1 tabel 1.6 operasi paralel trafo, empat IBT masih memenuhi syarat karena selisih nilai impedansinya ±7,5% (3,3%, 13,16%, 14,452%, dan 14,375%)[2].Arus simulasi dan perhitungan hubung singkat paralel empat IBT untuk tiga fasa yaitu sebesar 26,978 dan 26,548 kA, satu fasa ke tanah yaitu 29,659 dan 30,097 kA, fasa-fasa yaitu 23,363 dan 23,066 kA, fasa-fasa ke tanah yaitu 28,374 dan 28,924 kA (fasa AB) & 28,788 dan 28,996 kA (fasa BC).Data breaking capacity PMT IBT 1,2,4 - 150 kV, Kertosono, Jayakertas, Tulungagung 1&2, Banaran 1&2, Trafo 1, Kopel 1&2, Section A&B sebesar 40 kA dan untuk IBT 3 - 150 kV, Trafo 2 sebesar 50 kA. Berdasarkan analisis tersebut, empat IBT dapat diparalel karena memenuhi selisih nilai impedansi ±7,5% dan untuk semua PMT 150 kV masih layak dioperasikan karena arus gangguan lebih kecil dari kapasitas PMT[3].