Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Prediksi Financial Distress menggunakan Model Ohlson: Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2024 Nabila Putry Maharani; Raflin Hinelo; Yayu Isyana Pongoliu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9150

Abstract

Financial distress merupakan kondisi penurunan kesehatan keuangan perusahaan yang terjadi sebelum kebangkrutan atau likuidasi. Deteksi dini terhadap kondisi tersebut penting dilakukan agar manajemen, investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lain dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, terutama pada sektor aneka industri yang memiliki karakteristik bisnis beragam dan rentan terdampak fluktuasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan model Ohlson dalam memprediksi financial distress pada perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 41 perusahaan dengan periode observasi selama enam tahun dan menghasilkan 246 data observasi. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji multikolinearitas, serta analisis regresi logistik biner yang diolah menggunakan IBM SPSS versi 25. Variabel penelitian mengacu pada sembilan rasio dalam model Ohlson sebagai prediktor financial distress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Ohlson dapat digunakan untuk memprediksi financial distress pada sektor aneka industri. Dari sembilan rasio yang diuji, lima rasio berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan empat rasio lainnya tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan tabel klasifikasi, model Ohlson secara keseluruhan mampu memprediksi kondisi financial distress perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di BEI periode 2019–2024 dengan tingkat ketepatan sebesar 93,5%. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa model Ohlson dapat menjadi alat peringatan dini yang relevan dalam menilai risiko keuangan perusahaan, sekaligus membantu pihak berkepentingan dalam mengevaluasi keberlanjutan usaha pada periode krisis dan pascakrisis ekonomi nasional.