Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterkaitan Literasi Digital dengan Kemampuan Membaca Kritis Mahasiswa dalam Menghadapi Informasi di Media Sosial Safinatun Najah; Sheren Yolandha Putri; Dike Setiawan; Dian Triwulansari; Dwi Ratna Swari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9260

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara mahasiswa memperoleh, mengakses, dan mengolah informasi, khususnya melalui media sosial yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan akses informasi di media sosial tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran informasi yang tidak akurat, hoaks, maupun informasi yang belum terverifikasi. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital dan membaca kritis menjadi keterampilan yang sangat penting dimiliki mahasiswa agar mampu menyaring informasi secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi digital dengan kemampuan membaca kritis mahasiswa dalam menghadapi informasi di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa sebagai responden penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel literasi digital dan kemampuan membaca kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara literasi digital dan kemampuan membaca kritis mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki tingkat literasi digital tinggi cenderung lebih mampu mengevaluasi informasi secara objektif, membedakan fakta dan opini, serta menilai kredibilitas sumber informasi yang diperoleh dari media sosial. Sebaliknya, mahasiswa dengan tingkat literasi digital rendah cenderung lebih mudah menerima informasi tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan membaca kritis mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital. Oleh karena itu, penguatan literasi digital perlu terus dikembangkan dalam lingkungan pendidikan guna mendukung kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
REAKTUALISASI NILAI SILA KEDUA PANCASILA DALAM MENGHADAPI INDIVIDUALISME DI KALANGAN MAHASISWA: SUATU SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Azzahra Khayla Safira Adya Putri; Laily Zakiyaturrahmah; Dian Triwulansari; Ditho Triwahyu Syahrullah; Ivan Widya Kanaka; Kusnul Khotimah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9314

Abstract

The development of the digital era and globalization has brought significant changes to students’ behavioral patterns, one of which is the emergence of individualistic attitudes among university students. Individualism is an attitude that can reduce empathy, social concern, and the spirit of mutual cooperation within the campus environment. This study aims to examine how the reactualization of the values contained in the second principle of Pancasila, Just and Civilized Humanity, can serve as a solution to overcome individualism among students. The results of this study show that the humanitarian values in Pancasila promote mutual respect, empathy, and concern for others. The implementation of these values can be carried out through social activities, academic collaboration, and strengthening character education within the campus environment. Therefore, the reactualization of Pancasila values plays an important role in building solidarity and social awareness among students.