Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pluralitas Rasionalitas Kesehatan: Pengobatan Tradisional Masyarakat Ogan antara Warisan Budaya dan Mediasi Digital Yovyansya Yovyansya; Abd.Rahman Hamid; M.Afif Anshori; Muslimin Muslimin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9372

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi paradigma biomedis modern yang cenderung memarginalkan praktik pengobatan tradisional sebagai bagian dari sistem pengetahuan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pluralitas rasionalitas kesehatan dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Ogan serta mengkaji peran mediasi digital dalam mempertahankan dan mentransformasi praktik tersebut di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis-interpretatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku pengobatan tradisional, pasien, serta aktivitas digital terkait praktik kesehatan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan tradisional masyarakat Ogan tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sistem rasionalitas lokal yang dibangun melalui pengalaman empiris, nilai spiritual, dan konstruksi sosial masyarakat. Praktik herbal, doa, dan terapi spiritual hidup berdampingan dengan medis modern dalam pola medical pluralism yang bersifat komplementer, bukan hierarkis. Temuan utama menunjukkan bahwa legitimasi pengobatan tradisional lahir dari pengalaman kesembuhan kolektif yang kemudian diperkuat melalui jaringan sosial dan mediasi digital seperti media sosial yang memperluas ruang eksistensi dan otoritas pengetahuan lokal. Selain itu, media digital berperan sebagai ruang reproduksi pengetahuan yang memperkuat keberlanjutan praktik pengobatan tradisional di tengah dominasi medis modern. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kesehatan merupakan fenomena yang plural dan kontekstual, sehingga diperlukan pendekatan epistemologis yang inklusif terhadap sistem pengetahuan lokal dalam kebijakan kesehatan serta pemanfaatan media digital sebagai instrumen pelestarian dan transformasi budaya kesehatan masyarakat.