Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh DER dan TATO terhadap ROA pada Perusahaan Sektor Olahan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Yustika Maulani; Lidya Adisti Ghaida Nur Khaliza; Elizabeth T. Manurung
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turnover terhadap Return on Assets pada perusahaan sektor olahan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, karena berfokus pada hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Debt to Equity Ratio sebagai indikator struktur pendanaan perusahaan dan Total Asset Turnover sebagai indikator efektivitas penggunaan aset. Sementara itu, variabel dependen yang digunakan adalah Return on Assets sebagai ukuran kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh lima perusahaan dengan total dua puluh lima observasi tahunan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turnover berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets. Secara parsial, Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan utang dalam proporsi tertentu masih dapat mendukung peningkatan profitabilitas perusahaan. Sebaliknya, Total Asset Turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets, sehingga efektivitas perputaran aset belum menjadi faktor utama dalam peningkatan laba. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan hampir setengah variasi Return on Assets, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dan investor terkait profitabilitas.
Pengaruh Beban Umum dan Administrasi terhadap Laba Usaha pada PT Indofood Lidya Adisti Ghaida Nur Khaliza; Yustika Maulani; Elizabeth T. Manurung
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban umum dan administrasi terhadap laba usaha (EBIT) pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal, karena berfokus pada hubungan sebab akibat antara variabel independen dan variabel dependen. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk laporan keuangan kuartalan perusahaan, dengan jumlah 20 observasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban umum dan administrasi, sedangkan variabel dependen adalah laba usaha atau EBIT. Teknik analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 25, meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik yang terdiri atas uji normalitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, serta analisis regresi linear sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban umum dan administrasi tidak berpengaruh signifikan terhadap laba usaha. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,120, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,014, dan signifikansi uji F sebesar 0,547 yang lebih besar dari 0,05. Nilai R² menunjukkan bahwa beban administrasi hanya mampu menjelaskan 1,4% variasi laba usaha, sedangkan 98,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti beban pokok pendapatan, volume penjualan, efisiensi operasional, dan kondisi pasar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada perusahaan holding terdiversifikasi di sektor konsumen primer, beban administrasi bukan merupakan determinan utama laba usaha. Dengan demikian, pengendalian biaya administrasi tetap penting, tetapi tidak cukup untuk meningkatkan EBIT secara signifikan tanpa dukungan peningkatan penjualan dan pengelolaan biaya produksi. Penelitian selanjutnya disarankan menambah variabel independen dan memperpanjang periode observasi, agar hasil analisis menjadi lebih komprehensif, stabil, dan representatif bagi investor perusahaan terkait.